pasar-ah-poong-sentul-city

Ah Poong : Weekend nan Murah

Posted on Updated on

img_0754

Ada beberapa tempat menarik sebenarnya di kawasan sentul selatan, salah satunya adalah ‘Ah Poong’. Ini adalah kali kedua kami mengajak anak-anak kesana.Setelah sebelumnya hanya sempat mencicipi beberapa menu makanan seperti Cakue medan dan ice gunung, saat itu tidak banyak spot lain yang kami jelajahi selain naik perahu. Kali ini kami berangkat lebih awal, tak lama setelah sholat ashar. Kebetulan cuaca hari itu cukup bersahabat, jadi sangat pas mengajak anak-anak menjelajahi taman-taman di seputar ‘Ah Poong’ ini.

Cukup 20 menit saja lamanya waktu tempuh dari kediaman kami. Tak mau kesalahan yang sama terulang kembali karena salah memilih area parkir yang ternyata terlalu jauh dari pintu utama ditambah biaya vallet yang cukup mahal, maka sore itu kami memarkir kendaraan di area parkir masjid Andalusia yang terletak di persis sebrang jembatan penghubung menuju pintu utama, persis seperti jepretan diatas.

Karena Fa nomor 3 alias si bungsu sudah bisa berjalan, maka kami bebaskan saja ia berjalan di temani kakak-kakaknya. Setelah memutar kurang lebih 5 menit, kami memasuki pintu utama yang langsung menuju RM Saung Kabayan dan Taman. Karena saat itu kami tidak berencana makan disana, maka skip di bagian pertama dan langsung lanjut kebagian dalam untuk menikmati taman agar anak-anak bisa leluasa berlari dan bermain bola…. dan ini sepertinya lebih mengasyikkan buat mereka hehe…

Di bagian dalam taman hanya ada beberapa area bermain, tapi ini sudah cukup untuk mereka berlari bebas dan bermain kesana kemari. Ditambah cuaca Bogor yang lumayan sejuk maka suasana sore seperti itu sangat cocok digunakan oleh keluarga kecil seperti kami untuk sekedar jalan-jalan keluar rumah non Mall. Dan momen ini juga bisa digunakan untuk saling merekatkan bounding diantara kami, seperti Fa nomor 3 yang sore itu disuapi langsung oleh ibunya sambil bermain di taman yang menghadap danau atau aliran sungai. Maklum saja sehari-hari ia lebih banyak di urusi oleh asisten, maka momen weekend sperti ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik.

Oya berikut adalah momen keseruan mereka disana 🙂

Lepas dari penjelajahan taman dan kegiatan berlari, serodotan dan main bola, tiba giliran si Abang yang merengek-rengek minta naik perahu. Setali tiga uang si Kakak pun demikian. Yo wess mendekati pukul 17.30an kami masuk lebih dalam menuju aneka jajanan dan makanan, dengan tujuan utama naik perahu dan memberi makan ikan di kolam. Dan berikut adalah momen-momen itu.

Well cukup seru kan ??? Yah lumayan, murah dan menyenangkan hehe…. tapi dengan catatan jika tidak mengambil makanan di dalam. So… itu tergantung pilihan saja, mau sekedar main dan menikmati suasana taman dan lain-lain disana, atau dengan makan sekalian.. Fyi saja, sampai dengan saat ini tidak ada tiket masuk loh. Jadi bebas saja jika sekedar ingin bermain saja.

Sekian dulu rangkuman weekend nya.

Salam

Advertisements

Wisata Ah Poong; Sedikit Rehat ‘Ademin’ Kepala

Posted on Updated on

Tanpa rencana sebelumnya kami tiba juga di pasar Ah Poong kemarin sore. Awalnya cuma sekedar makan siang atau sore diluar. Rencana awal belanja kebutuhan di rumah ke sentul city sekalian makan disana. Eh .. pas bunderan kawasan sentul ada plang gede Pasar Ah Poong… ya udah deh kita belok kanan dan tara dalam waktu kurang dua menit sampai di pelataran parkir valletnya.

Kepala Ngebul

Beberapa waktu belakangan ini saya disibukkan deadline beberapa editan yang harus tuntas sebelum tanggal 27 Desember. Mulai dari pengerjaan kalender, liputan presscon Nivea, QBE insurance hingga beberapa pesanan Wedding Organizer yang biasanya rutin dikerjakan tiap bulan. Akibat aktivitas yang terus menerus, komputer ngadat tiga hari lalu. ‘Wah mabok juga nih akhirnya hehe…’ dan solusinya nambah VGA dan RAM. Its so simple, tapi lumayan juga nyedot anggaran yang semestinya dipakai untuk liburan akhir tahun nanti ke Jogja (baru rencana ini hihi).

Dan ternyata yang mabok bukan cuma itu kompi, kepala juga terasa muter-muter kemarin… panas dah overheat kali. Wal hal memang butuh sedikit rehat, sekedar memanfaatkan waktu  yang ada untuk istirahat dan menghibur diri. Berhubung anak-anak juga sudah libur sekolah, maka nggak bisa dong selfish pergi sendiri. Akhirnya ya memang harus rame-rame dengan mereka. Dan pasar Ah Poong sentul city bisa dibilang pilihan tepat.

Tiba di Lokasi

Kurang dari jam 4 sore kami tiba di lokasi. Pelataran parkir yang sangat penuh membuat kami kesulitan untuk mencari lahan parkir. Mau nggak mau ya yang tersisa parkir vallet… yo wes deh kami parkir mobil disana (walo agak mahal juga tarifnya hehe… 25 rebu).

Perlu diketahui entry ke dalam pasar Ah Poong sama sekali tidak dikenakan tarif alias bebas-bebas aja. Pengunjung bebas menikmati pemandangan dan nuansa yang cukup bagus kapanpun (selama dia buka ya tentunya). Mau poto-poto juga bebas, yang paling menarik itu di atas jempatan; cukup banyak jembatan disini mulai dari jembatan biru, jembatan gantung yang bergoyang, jembatan muter-muter hehe dan jembatan satu lagi yang susah klo saya beri nama 🙂

Seperti kami yang langsung klik insting ‘kekiniannya’ dengan mengambil poto diatas jembatan pertama pintu masuk

Oya bagi anda yang membawa serta bayi dan kereta dorongnya atau nenek uyut sepuh yang memakai kursi roda, jangan khawatir sulit untuk masuk kedalam area Ah Poong. Karena jalur kawasan ini rupanya didesain ramah terhadap pengunjung dengan membuat dua jalur bagi pejalan kaki (dengan tangga) dan jalur untuk roda yang lurus sehingga mudah bagi keluarga yang membawa kursi atau kereta dorong.

Di bawah jembatan terhampar luas kali atau sungai yang bisa kita masuki secara bebas juga. Letaknya persis di bawah antara tempat jajan (foodcourt) dan jalur pejalan kaki atau pintu keluar. Kami pun tidak melewatkan momen ini untuk sekedar berpoto-poto ria, sementara Ibunya anak-anak ditugasi mengantri makanan. Oya transaksi di tempat ini menggunakan kartu ya, jadi kita diharuskan mengisi deposit terlebih dahulu di kasir untuk membeli makanan yang tersedia di dalam area pasar Ah Poong. Oya dibawah ini adalah beberapa poto yang saya ambil bersama anak-anak :

Selepas assik main di kali, lalu menjelajah ke seluruh area kawasan ini seperti tempat pembuatan madu, bazaar eco park dan taman-taman yang terletak di pintu depan dekat parkir utama kami pun santap sore; dimulai dengan Cakwe medan  yang big size itu lengkap dengan bumbunya yang enak (Rp. 11.000/pc), pempek palembang (Rp. 33.000/porsi), bubur singapore (Rp. 17.000/porsi), rosted chicken/bebek (Rp. 32.000/porsi) dan ditutup dengan Snow Ice atau es krim salju seperti terlihat di gambar di bawah ini :

WP_20151224_016

Kegiatan kemarin ditutup dengan menaiki perahu dayung yang terletak di bagian atas atau ujung pasar ah poong. Oya khusus untuk perahu ini sang pendayung, yang berasal dari warga sekitar tidak mematok tarif pasti berapa. Hanya keridhoan saja dari para pengunjung untuk memberi uang tips, bisa 5 rebu, 10, 20 bahkan 50. Kami sendiri kemarin memberi uang dayung 20ribu saja, ya lumayan lah berlima mengelilingi sungai dengan formasi lengkap termasuk si kecil yang baru berusia enam bulan. Tak ketinggalan dayung mendayung ini pun ada potonya hehe…

Kurang lebih 3 jam kami berada disana. Cukup terhibur juga, apalagi anak-anak yang mulai BT karena sudah hampir seminggu di rumah saja ndak kemana-mana hehe….

Jam 7.30 kami keluar dari area dan kembali ke rencana awal untuk membeli beberapa kebutuhan pokok di rumah seperti cemilan, susu cair, kue, sabun dll. Tepat pukul 10 malam kami tiba di rumah, dan saat ini – pagi keesokan harinya saya kembali pada tugas semula. Duduk di depan komputer melanjutkan editing liputan Nivea cares for family Bandung… eits bukan denk nulis blog dulu baru lanjut ngedit nanti hehe…

Pabuaran, 25 Des’15 saat Natalan