liburan-anak

Tour Jogja Mengesankan

Posted on Updated on

DSCF6742
Aku dan Fa nomor 3 saat hendak menaiki puncak Candi Borobudur di Magelang (yang ngambil photo ini si kaka aka. Fa nomor 1)

Ini adalah perjalanan pertama dan terjauh kami (saya) menggunakan kendaraan (moda transportasi darat dan menyetir sendiri) hehe.. Maklum anak-anak masih kecil, sementara istri juga belum mahir menggunakan kendaraan roda empat. So, tanggung jawab supir menjadi tugasku sendiri. Jika ditanya melelahkan?? Ah.. tidak juga mas bro n sista, assik-assik aja. Sepanjang perjalanan kami cukup menikmati, beristirahat pula beberapa kali untuk sekedar makan, menghirup udara segar, menenangkan gejolak di kursi belakang yang mulai memanas (Fa nomor 1 yang berebut mainan dengan Fa nomor 2), memberi makan si bungsi Fa nomor 3 yang mulai kelaperan atau sekedar memenuhi panggilan alam; kebelet hehe.. untuk urusan yang terakhir ini klo dijumlahkan kayaknya lebih dari 20 ribu selama perjalanan kami dari masuk pintu tol Jagorawi dan sampai di Jogja (wah yang punya toilet umum di musim liburan gini marema nih, panen duit pipiw… )

Perjalanan dimulai Pukul 04.00 menjelang shubuh. Tadinya kami berencana berangkat hari minggu pagi, namun karena badan yang terlalu capek setelah mengerjakan 5 editan pekerjaan sekaligus selama satu minggu. Maka saya memutuskan beristirahat dulu di hari Minggu itu dan memulai perjalanan di hari Senin pagi… biar lebih fresh badannya. Karena segala macam perlengkapan sudah dipacking dan dipersiapkan dua hari sebelumnya, maka di pagi itu kami tidak terlalu repot mengurusi ini dan itu. Apalagi mba yang biasa membantu di rumah juga pulang kampung, atau tepatnya diberhentikan karena kelalaiannya terhadap waktu (intinya sih dia lagi mabok cinta dan lupa akan tugasnya.. makanya pulang aja deh biar dikawinin dulu ama ema bapaknya !!!)

Selama perjalanan di dalam tol jagorawi-cikampek-purbaleunyi, tidak mengalami kendala berarti. Jalur ini memang jalur umum yang sering kami lewati jika hendak ke Bandung. Anak-anak juga nyaman tertidur di posnya masing-masing; Fa nomor 1 di paling ujung dengan bantal, selimut dan dua boneka pinky pai nya, Fa nomor 2 di kursi paling tengah dengan gagah mengangkang tanpa selimut dan bantal (dasar ya anak cowok mah beda hehe…) dan Fa nomor 3 ada di sebelah kemudi, tertidur pulas diatas kasur portable yang tak lain adalah perut ibunya sendiri yang penuh dengan lemak wkwkwkkkkk…

Pukul 07.00 kami sampai di rest area dekat pintu tol Cileunyi. Trio Fa terbangun dengan sendiri saat kendaraan berhenti. Oya saya memutuskan mengambil rute Selatan tidak Utara karena ingin santai saja berkendara. Rute selatan memiliki kesan tersendiri; jalurnya berbukit, penuh pemandangan alam dan banyak tempat berhenti yang bisa disinggahi. Sementara jalur utara walau jalannya lebar dan luas, rasanya saya tidak terlalu familiar dengan daerah itu. Belum lagi saat cuaca panas dan debu dari truk dan bis besar. Oleh sebab itu jalur selatan rasanya pas untuk keluarga kecil kami; dengan tiga anak kecil lengkap dengan tetek bengeknya.

Kondisi Selama di Perjalanan (20 Jam perjalanan sampai Jogja)

Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, ada baiknya anda melihat apa yang terjadi didalam mobil jika membawa anak kecil dengan perjalanan jauh berjam-jam 🙂

Fafafa
Sedikit chaos di tengah perjalanan yang bikin assik dan mengesankan tour kemarin hehe…

(bersambung)

 

 

 

 

 

Advertisements

Wisata Ah Poong; Sedikit Rehat ‘Ademin’ Kepala

Posted on Updated on

Tanpa rencana sebelumnya kami tiba juga di pasar Ah Poong kemarin sore. Awalnya cuma sekedar makan siang atau sore diluar. Rencana awal belanja kebutuhan di rumah ke sentul city sekalian makan disana. Eh .. pas bunderan kawasan sentul ada plang gede Pasar Ah Poong… ya udah deh kita belok kanan dan tara dalam waktu kurang dua menit sampai di pelataran parkir valletnya.

Kepala Ngebul

Beberapa waktu belakangan ini saya disibukkan deadline beberapa editan yang harus tuntas sebelum tanggal 27 Desember. Mulai dari pengerjaan kalender, liputan presscon Nivea, QBE insurance hingga beberapa pesanan Wedding Organizer yang biasanya rutin dikerjakan tiap bulan. Akibat aktivitas yang terus menerus, komputer ngadat tiga hari lalu. ‘Wah mabok juga nih akhirnya hehe…’ dan solusinya nambah VGA dan RAM. Its so simple, tapi lumayan juga nyedot anggaran yang semestinya dipakai untuk liburan akhir tahun nanti ke Jogja (baru rencana ini hihi).

Dan ternyata yang mabok bukan cuma itu kompi, kepala juga terasa muter-muter kemarin… panas dah overheat kali. Wal hal memang butuh sedikit rehat, sekedar memanfaatkan waktu  yang ada untuk istirahat dan menghibur diri. Berhubung anak-anak juga sudah libur sekolah, maka nggak bisa dong selfish pergi sendiri. Akhirnya ya memang harus rame-rame dengan mereka. Dan pasar Ah Poong sentul city bisa dibilang pilihan tepat.

Tiba di Lokasi

Kurang dari jam 4 sore kami tiba di lokasi. Pelataran parkir yang sangat penuh membuat kami kesulitan untuk mencari lahan parkir. Mau nggak mau ya yang tersisa parkir vallet… yo wes deh kami parkir mobil disana (walo agak mahal juga tarifnya hehe… 25 rebu).

Perlu diketahui entry ke dalam pasar Ah Poong sama sekali tidak dikenakan tarif alias bebas-bebas aja. Pengunjung bebas menikmati pemandangan dan nuansa yang cukup bagus kapanpun (selama dia buka ya tentunya). Mau poto-poto juga bebas, yang paling menarik itu di atas jempatan; cukup banyak jembatan disini mulai dari jembatan biru, jembatan gantung yang bergoyang, jembatan muter-muter hehe dan jembatan satu lagi yang susah klo saya beri nama 🙂

Seperti kami yang langsung klik insting ‘kekiniannya’ dengan mengambil poto diatas jembatan pertama pintu masuk

Oya bagi anda yang membawa serta bayi dan kereta dorongnya atau nenek uyut sepuh yang memakai kursi roda, jangan khawatir sulit untuk masuk kedalam area Ah Poong. Karena jalur kawasan ini rupanya didesain ramah terhadap pengunjung dengan membuat dua jalur bagi pejalan kaki (dengan tangga) dan jalur untuk roda yang lurus sehingga mudah bagi keluarga yang membawa kursi atau kereta dorong.

Di bawah jembatan terhampar luas kali atau sungai yang bisa kita masuki secara bebas juga. Letaknya persis di bawah antara tempat jajan (foodcourt) dan jalur pejalan kaki atau pintu keluar. Kami pun tidak melewatkan momen ini untuk sekedar berpoto-poto ria, sementara Ibunya anak-anak ditugasi mengantri makanan. Oya transaksi di tempat ini menggunakan kartu ya, jadi kita diharuskan mengisi deposit terlebih dahulu di kasir untuk membeli makanan yang tersedia di dalam area pasar Ah Poong. Oya dibawah ini adalah beberapa poto yang saya ambil bersama anak-anak :

Selepas assik main di kali, lalu menjelajah ke seluruh area kawasan ini seperti tempat pembuatan madu, bazaar eco park dan taman-taman yang terletak di pintu depan dekat parkir utama kami pun santap sore; dimulai dengan Cakwe medan  yang big size itu lengkap dengan bumbunya yang enak (Rp. 11.000/pc), pempek palembang (Rp. 33.000/porsi), bubur singapore (Rp. 17.000/porsi), rosted chicken/bebek (Rp. 32.000/porsi) dan ditutup dengan Snow Ice atau es krim salju seperti terlihat di gambar di bawah ini :

WP_20151224_016

Kegiatan kemarin ditutup dengan menaiki perahu dayung yang terletak di bagian atas atau ujung pasar ah poong. Oya khusus untuk perahu ini sang pendayung, yang berasal dari warga sekitar tidak mematok tarif pasti berapa. Hanya keridhoan saja dari para pengunjung untuk memberi uang tips, bisa 5 rebu, 10, 20 bahkan 50. Kami sendiri kemarin memberi uang dayung 20ribu saja, ya lumayan lah berlima mengelilingi sungai dengan formasi lengkap termasuk si kecil yang baru berusia enam bulan. Tak ketinggalan dayung mendayung ini pun ada potonya hehe…

Kurang lebih 3 jam kami berada disana. Cukup terhibur juga, apalagi anak-anak yang mulai BT karena sudah hampir seminggu di rumah saja ndak kemana-mana hehe….

Jam 7.30 kami keluar dari area dan kembali ke rencana awal untuk membeli beberapa kebutuhan pokok di rumah seperti cemilan, susu cair, kue, sabun dll. Tepat pukul 10 malam kami tiba di rumah, dan saat ini – pagi keesokan harinya saya kembali pada tugas semula. Duduk di depan komputer melanjutkan editing liputan Nivea cares for family Bandung… eits bukan denk nulis blog dulu baru lanjut ngedit nanti hehe…

Pabuaran, 25 Des’15 saat Natalan