catatan-harian

Kunjungan kerja DPRD

Posted on

Mencermati cara kerja anggota dewan ada beberapa hal yang bisa dijadikan catatan. Pertama sebagai mitra kerja di daerah (sesuai dengan UU Otonomi Daerah) maka perannya sejajar sebagai perangkat kerja daerah, tidak berhadap2an dalam artian bertindak oposan. Beberapa fungsi utamanya sebagai pengawas pemda, budgeting/anggaran dilakukan dan melekat didalamnya. Baik buruknya pemda adalah cerminan harmonisasi kerja keduanya.

Mengenai kunjungan kerja yang biasanya rutin dilakukan baik itu dalam tingkat pansus, komisi maupun Alat Kelengkapan DPRD lainnya semisal Badan Kehormatan, Badan Musyawarah dan BPPD bisa dikatakan sebagiannya perlu dan bisa juga tidak. Dikatakan perlu karena dalam pembahasan didalam terkadang input diperlukan. Kajiannya memang bisa dilakukan dengan berbagai cara; riset akademik melalui kepustakaan (non kunker ke luar kota/pulau/luar negeri), mengontrak tenaga/staff ahli di bidang yang sedang di bahas (hukum, ekonomi, bahasa dst) dan seperti yang disebut diawal dengan sowan mengunjungi daerah lain. 

Tidak semua produk pembahasan dewan menjadi perda. Dan tidak semua raperda yang kemudian ditetapkan menjadi perda juga dipraktekan oleh pemda. Beberapa diantaranya kadang tersimpan dimenara gading, sebagiannya lagi adalah pengulangan dari perda sebelumnya yang ditambahi dengan kalimat perubahan atau penyempurnaan.

Setelah beberapa kali mengikuti sidang, paripurna dan kunjungan kerja; saya semakin mengerti cara kerja pemda mengelola daerahnya pun dengan fungsi dewan sebagai mitra kerja dan pengawasannya. Banyak catatan yang sebenarnya ingin kutulis, tapi memang harus berhati hati memilih mana yang bisa dibagikan sebagai sekedar catatan pribadi dan mana yang tidak laik dikonsumsi umum.

-bersambung-