fathir

Seni dan Olah Tubuh

Posted on Updated on

Kata orang ‘seni’ itu mampu melunakkan jiwa. Sesuatu yang keras pada awalnya, kemudian melunak dan elastis ketika disentuh seni atau kesenian. Dengan seni pula jiwa menjadi tenang, dari yang semula riuh rendah karena terjangan rutinitas harian. Thats way saya memilih ini. Walau mungkin sedikit terlambat, tapi lebih baik dimulai saat ini daripada tidak sama sekali.

Maka seminggu lalu gerilya mencari informasi alat musik yang terjangkau dilakukan. Piano klasik tentu bukan jawabannya, disamping alatnya yang terbilang mahal (diatas puluhan bahkan ratusan juta) juga biaya kursus musik dengan jenis alat ini terbilang serupa dan memakan waktu yang lama. Gitar, biola, vocal dan keyboard adalah alternatif pilihan lainnya. Setelah menimang sekian waktu, maka pilihan jatuh ke alat musik keyboard. Disamping harganya yang masih terjangkau kantong, juga waktu les yang dibutuhkan relatif singkat. Setelah browsing sana-sini, pelabuhan terakhir jatuh pada Yamaha PSR E343 …. cukup cocok lah untuk pemula yang baru belajar dan mudah-mudahan awet sampai nanti berlanjut ke Fa nomor 3.

Berikut penampakannya :

Berharap bulan depan, tepat di saat ibunya berulang tahun Fa nomor 1 sudah dapat memulai les keyboardnya di dekat rumah πŸ™‚

Taekwondo

Yang ini adalah satu dari sekian olah tubuh / bela diri yang cukup populer di tanah air. Walau salah satu kakek nya adalah jawara silat, bahkan pernah memiliki padepokan di Bandung…. namun karena cukup sulitnya mencari padepokan pencak silat di Depok dan Bogor (terutama dekat rumah) … maka akhirnya saya berencana memasukkan Fa nomor 2 ke group Taekwondo. Sekira 3 bulan lalu, ketika kami berlibur ke Bandung, Sang kakek sempat mengajari satu dua jurus. Dan Fathir – Fa nomor 2 – terlihat antusias menghapal gerakan satu, dua dan seterusnya apalagi ketika ia dibelikan baju pangsi hitam-hitam lengkap dengan ikat kepala nyunda di atas kepalanya. Sayang memang jarak kami cukup jauh untuk berlatih rutin. Maka dari ketertarikan awal itu, saya ingin meneruskan apa yang sudah dimulai kakeknya di Bandung, untuk dikembangkan di sini, di kediaman kami. Kebetulan di salah satu pendopo Pemkab Bogor, Pemda Cibinong sering terlihat anak-anak berlatih di hari minggu car free day, lengkap dengan seragam putih-putih dan sabuknya. So tiada salahnya ia saya masukkan kesana bulan depan.

Oya berikut adalah gambar Fa nomor 3 ketika berlatih di Bandung

Sementara dua aja dulu kegiatan diluar sekolah untuk mereka. Klo masih ada waktu luang dan kemurahan rezeki lainnya, mungkin nanti akan ada pilihan kegiatan lainnya untuk mereka. Amiin

Advertisements

Ah Poong : Weekend nan Murah

Posted on Updated on

img_0754

Ada beberapa tempat menarik sebenarnya di kawasan sentul selatan, salah satunya adalah ‘Ah Poong’. Ini adalah kali kedua kami mengajak anak-anak kesana.Setelah sebelumnya hanya sempat mencicipi beberapa menu makanan seperti Cakue medan dan ice gunung, saat itu tidak banyak spot lain yang kami jelajahi selain naik perahu. Kali ini kami berangkat lebih awal, tak lama setelah sholat ashar. Kebetulan cuaca hari itu cukup bersahabat, jadi sangat pas mengajak anak-anak menjelajahi taman-taman di seputar ‘Ah Poong’ ini.

Cukup 20 menit saja lamanya waktu tempuh dari kediaman kami. Tak mau kesalahan yang sama terulang kembali karena salah memilih area parkir yang ternyata terlalu jauh dari pintu utama ditambah biaya vallet yang cukup mahal, maka sore itu kami memarkir kendaraan di area parkir masjid Andalusia yang terletak di persis sebrang jembatan penghubung menuju pintu utama, persis seperti jepretan diatas.

Karena Fa nomor 3 alias si bungsu sudah bisa berjalan, maka kami bebaskan saja ia berjalan di temani kakak-kakaknya. Setelah memutar kurang lebih 5 menit, kami memasuki pintu utama yang langsung menuju RM Saung Kabayan dan Taman. Karena saat itu kami tidak berencana makan disana, maka skip di bagian pertama dan langsung lanjut kebagian dalam untuk menikmati taman agar anak-anak bisa leluasa berlari dan bermain bola…. dan ini sepertinya lebih mengasyikkan buat mereka hehe…

Di bagian dalam taman hanya ada beberapa area bermain, tapi ini sudah cukup untuk mereka berlari bebas dan bermain kesana kemari. Ditambah cuaca Bogor yang lumayan sejuk maka suasana sore seperti itu sangat cocok digunakan oleh keluarga kecil seperti kami untuk sekedar jalan-jalan keluar rumah non Mall. Dan momen ini juga bisa digunakan untuk saling merekatkan bounding diantara kami, seperti Fa nomor 3 yang sore itu disuapi langsung oleh ibunya sambil bermain di taman yang menghadap danau atau aliran sungai. Maklum saja sehari-hari ia lebih banyak di urusi oleh asisten, maka momen weekend sperti ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik.

Oya berikut adalah momen keseruan mereka disana πŸ™‚

Lepas dari penjelajahan taman dan kegiatan berlari, serodotan dan main bola, tiba giliran si Abang yang merengek-rengek minta naik perahu. Setali tiga uang si Kakak pun demikian. Yo wess mendekati pukul 17.30an kami masuk lebih dalam menuju aneka jajanan dan makanan, dengan tujuan utama naik perahu dan memberi makan ikan di kolam. Dan berikut adalah momen-momen itu.

Well cukup seru kan ??? Yah lumayan, murah dan menyenangkan hehe…. tapi dengan catatan jika tidak mengambil makanan di dalam. So… itu tergantung pilihan saja, mau sekedar main dan menikmati suasana taman dan lain-lain disana, atau dengan makan sekalian.. Fyi saja, sampai dengan saat ini tidak ada tiket masuk loh. Jadi bebas saja jika sekedar ingin bermain saja.

Sekian dulu rangkuman weekend nya.

Salam

Memaknai Kemerdekaan

Posted on Updated on

Baiklah ini pertanyaan yang saya rasa cukup sulit, apalagi bagi anak-anak; sebut saja balita. Pun demikian bagi kita selaku orang dewasa. Tapi ritualnya tentu saja ada tiap tahun dan dirayakan secara semarak tiap tanggal 17 Agustus. Maka ketika menyebut tanggal 17 itu sebagai peristiwa bersejarah, tentu anak-anak keleyengan (bukan situs penyebar berita hoax itu ya yang ini … www. tit .. keleyengan.com), dahi berkerut dan susah menjelaskan apa arti merdeka, terjajah dan sebagainya. Yang terbayang pertama kali tentu saja ketika disebut tanggal 17 itu ya tidak jauh-jauh selain lomba hahaha….

Maka berikut ini adalah gambar-gambar yang sempat saya ambil saat si abang, Fa nomor 2 ikut ambil bagian menyemarakkan kemerdekaan dua hari lalu :

Well, terasa cukup meriah bukan … walo hanya diisi oleh sebagian saja warga penghuni komplek??? Maklum saja di komplek tempat kami tinggal masih saja ada warga yang mengkotak-kotakan diri, ya seperti ini ndak mau turun dan bergabung hanya karena panitianya bukan sohibnya.. atau bahkan malah ada yang merasa OKB sehingga tidak mau tuh gabung dengan warga lainnya…

Ya sudahlah, rupanya kemerdekaan itu membuat mereka terkotak ya. Coba ada musuh bersama, penjajah misalnya, mungkin ceritanya lain hihi… Ya sudahlah yang penting Merdesa… eh Merdeka !@!!@

Wisata Ah Poong; Sedikit Rehat ‘Ademin’ Kepala

Posted on Updated on

Tanpa rencana sebelumnya kami tiba juga di pasar Ah Poong kemarin sore. Awalnya cuma sekedar makan siang atau sore diluar. Rencana awal belanja kebutuhan di rumah ke sentul city sekalian makan disana. Eh .. pas bunderan kawasan sentul ada plang gede Pasar Ah Poong… ya udah deh kita belok kanan dan tara dalam waktu kurang dua menit sampai di pelataran parkir valletnya.

Kepala Ngebul

Beberapa waktu belakangan ini saya disibukkan deadline beberapa editan yang harus tuntas sebelum tanggal 27 Desember. Mulai dari pengerjaan kalender, liputan presscon Nivea, QBE insurance hingga beberapa pesanan Wedding Organizer yang biasanya rutin dikerjakan tiap bulan. Akibat aktivitas yang terus menerus, komputer ngadat tiga hari lalu. ‘Wah mabok juga nih akhirnya hehe…’ dan solusinya nambah VGA dan RAM. Its so simple, tapi lumayan juga nyedot anggaran yang semestinya dipakai untuk liburan akhir tahun nanti ke Jogja (baru rencana ini hihi).

Dan ternyata yang mabok bukan cuma itu kompi, kepala juga terasa muter-muter kemarin… panas dah overheat kali. Wal hal memang butuh sedikit rehat, sekedar memanfaatkan waktu Β yang ada untuk istirahat dan menghibur diri. Berhubung anak-anak juga sudah libur sekolah, maka nggak bisa dong selfish pergi sendiri. Akhirnya ya memang harus rame-rame dengan mereka. Dan pasar Ah Poong sentul city bisa dibilang pilihan tepat.

Tiba di Lokasi

Kurang dari jam 4 sore kami tiba di lokasi. Pelataran parkir yang sangat penuh membuat kami kesulitan untuk mencari lahan parkir. Mau nggak mau ya yang tersisa parkir vallet… yo wes deh kami parkir mobil disana (walo agak mahal juga tarifnya hehe… 25 rebu).

Perlu diketahui entry ke dalam pasar Ah Poong sama sekali tidak dikenakan tarif alias bebas-bebas aja. Pengunjung bebas menikmati pemandangan dan nuansa yang cukup bagus kapanpun (selama dia buka ya tentunya). Mau poto-poto juga bebas, yang paling menarik itu di atas jempatan; cukup banyak jembatan disini mulai dari jembatan biru, jembatan gantung yang bergoyang, jembatan muter-muter hehe dan jembatan satu lagi yang susah klo saya beri nama πŸ™‚

Seperti kami yang langsung klik insting ‘kekiniannya’ dengan mengambil poto diatas jembatan pertama pintu masuk

Oya bagi anda yang membawa serta bayi dan kereta dorongnya atau nenek uyut sepuh yang memakai kursi roda, jangan khawatir sulit untuk masuk kedalam area Ah Poong. Karena jalur kawasan ini rupanya didesain ramah terhadap pengunjung dengan membuat dua jalur bagi pejalan kaki (dengan tangga) dan jalur untuk roda yang lurus sehingga mudah bagi keluarga yang membawa kursi atau kereta dorong.

Di bawah jembatan terhampar luas kali atau sungai yang bisa kita masuki secara bebas juga. Letaknya persis di bawah antara tempat jajan (foodcourt) dan jalur pejalan kaki atau pintu keluar. Kami pun tidak melewatkan momen ini untuk sekedar berpoto-poto ria, sementara Ibunya anak-anak ditugasi mengantri makanan. Oya transaksi di tempat ini menggunakan kartu ya, jadi kita diharuskan mengisi deposit terlebih dahulu di kasir untuk membeli makanan yang tersedia di dalam area pasar Ah Poong. Oya dibawah ini adalah beberapa poto yang saya ambil bersama anak-anak :

Selepas assik main di kali, lalu menjelajah ke seluruh area kawasan ini seperti tempat pembuatan madu, bazaar eco park dan taman-taman yang terletak di pintu depan dekat parkir utama kami pun santap sore; dimulai dengan Cakwe medan Β yang big size itu lengkap dengan bumbunya yang enak (Rp. 11.000/pc), pempek palembang (Rp. 33.000/porsi), bubur singapore (Rp. 17.000/porsi), rosted chicken/bebek (Rp. 32.000/porsi) dan ditutup dengan Snow Ice atau es krim salju seperti terlihat di gambar di bawah ini :

WP_20151224_016

Kegiatan kemarin ditutup dengan menaiki perahu dayung yang terletak di bagian atas atau ujung pasar ah poong. Oya khusus untuk perahu ini sang pendayung, yang berasal dari warga sekitar tidak mematok tarif pasti berapa. Hanya keridhoan saja dari para pengunjung untuk memberi uang tips, bisa 5 rebu, 10, 20 bahkan 50. Kami sendiri kemarin memberi uang dayung 20ribu saja, ya lumayan lah berlima mengelilingi sungai dengan formasi lengkap termasuk si kecil yang baru berusia enam bulan. Tak ketinggalan dayung mendayung ini pun ada potonya hehe…

Kurang lebih 3 jam kami berada disana. Cukup terhibur juga, apalagi anak-anak yang mulai BT karena sudah hampir seminggu di rumah saja ndak kemana-mana hehe….

Jam 7.30 kami keluar dari area dan kembali ke rencana awal untuk membeli beberapa kebutuhan pokok di rumah seperti cemilan, susu cair, kue, sabun dll. Tepat pukul 10 malam kami tiba di rumah, dan saat ini – pagi keesokan harinya saya kembali pada tugas semula. Duduk di depan komputer melanjutkan editing liputan Nivea cares for family Bandung… eits bukan denk nulis blog dulu baru lanjut ngedit nanti hehe…

Pabuaran, 25 Des’15 saat Natalan

 

Dino Yang Baik

Posted on Updated on

dino yang baikJangan terkecoh dengan judulnya .. yups ini sama dengan film God Dinosour yang itu hehe.. konon ini adalah film pertama dengan dwibahasa. Artinya Dino Yang Baik adalah God Dinosour yang sudah di alih suarakan kedalam Bahasa Indonesia.

Yups weekend kemarin kiddos pada ngajakin nonton ini film, setelah sebelumnya mereka terbuai oleh iklan yang rajin tayang di TV terutama si Abah yang kini sudah masuk usia TK. Yo wess lah mumpung libur juga, akhirnya jadi deh kita nonton yang jam 12 siang. Tapi sayangnya kita sampai di Studio 21 Cibinong City Mall (CCM) jam 12.30, artinya film sudah diputar 30 menit yang lalu. Hadeuh… kiddos langsung pundung… Ini gegara lahan parkir di CCM yang kecil dan sempit hingga tak mampu menampung pengunjung yang biasanya membludak di hari libur. Bayangkan, kita datang jam 11.45 … setelah itu muter-muter kesana kemari hanya untuk mencari tempat parkir yang kosong. Dan ini bukan kejadian pertama kali, sebelum-sebelumnya juga begitu. Entah kenapa dengan Mall ini, apa salah desain sebelumnya atau memang tidak menyangka sebelumnya akan antusiasme warga yang bakal datang kesana. Hanya mereka dan Tuhan lah yang tahu πŸ™‚

Untuk menghindari pundung yang bisa memuncak ke para kiddos, maka alternatif kedua adalah pindah lokasi. Kebetulan ada yang dekat, Platinum Cineplex Cibinong Square… walo memang sih secara kekinian ini mall sudah berumur dan kalah pamor dengan CCM. Tapi demi menyelamatkan biduk kiddos yang mulai pundung, ndak apalah. Kebetulan jam tayang disana dimulai jam 13.00 .. so, pas kan.

Selepas membeli tiket dan free jagung berondong .. hehe.. ada yang tau kan jagung berondong itu apa… yups popcorn lah kerennya mah. Dengan dua rasa keju dan vanilla, kami memilih setengah2 diantara keduanya. Tak lama kemudian pintu teater 2 dibuka, dimulai dengan announcement dari speaker yang terdengar sember dan tidak enak didengar itu .. hehe.. jika dibandingkan dengan suara Ibu Maria Untung yang dulu suka ada di XXI rasanya bagai langit dan bumi ini suara. Tapi ya sudahlah.. apa arti suara yang penting bisa nonton rame-rame.

Dan taraa… begitu kami masuk ke dalam studio tampilan screennya redup, nyaris ndak berwarna. Padahal sekarang kan jamannya tampilan HD yang warnanya begitu menyala dan terang, tapi ini kok beda ya. Dan tak berapa lama kemudian film pun ditayangkan, lampu dimatikan. Sementara layar tak berubah signifikan, tetap gelap dan kurang berwarna. Tata Audio pun hanya terdengar kencang di bagian depan, sementara kanan dan kiri juga belakang nyaris tidak terdengar. Wal hal nonton kemarin terasa hambar dan kurang puassssssss …. Tapi ya klo Kiddos sih seneng-senang aja, yang penting mereka mah bisa bareng2 dengan Bapak Ibuknya di hari libur hehe..

So, kesimpulan pertama nggak lagi deh nonton di Platinum, mending XXI saja hehe…

Tentang Film

dino yang baik2Jujur saja di tengah film saya sempat tertidur, klo tidak dibangunkan dengan suara ribut si Abah yang minta popcorn lagi mungkin saya bisa tidur sampe film usai. Walo tidak kering-kering amat, film ini cukup menghibur dan memberi pesan yang baik. Tapi tetap saja jika dibandingkan dengan inside out kalah kelas. Ini sudut pandang saya sih, orang lain tentu bisa berbeda. Si kaka pun demikian, buktinya kemarin di Dino Yang Baik ia sampai menangis, terutama saat Arlo membuat lingkaran keluarga ketika ia berhadapan dengan Spot… sedih katanya hehe…

Secara umum yang bisa ditangkap dari film ini adalah perjuangan menjadi dewasa (kisah Arlo yang dimulai saat ia kehilangan Ayah dan terdampar). Lalu persahabatannya dengan sang musuh diawal film (Spot atau manusia yang dalam film ini lebih rendah kebudayaannya dibandingkan Dino) dan Perpisahan… pilihan untuk terus bersama atau merelakan sahabat terbaiknya menyatu kembali dengan keluarganya.

Overall film yang sangat menghibur dan mudah dicerna oleh anak-anak. Beda dengan Inside Out yang tidak habis-habisnya si Kakak bertanya ini itu hingga saya kehabisan kata untuk memberi penjelasan πŸ™‚

 

 

4th Anniversary Fafa 02

Posted on

DSCF5105Seperti biasa ini late post 😦 karena kejadianya sudah berlangsung lebih dari 2 minggu lalu hehe… Ceritanya begini, tepat tanggal 07 maret lalu Fafa 02 berulang tahun. Yups jaraknya memang cuma berselang dari kakaknya, Fafa 01 yang telah lebih dulu merayakannya di sekolah pada akhir Februari lalu. Yang istimewa dari ultah Fathir kali ini adalah perayaan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan…. sekedar pelukan, ucapan selamat lalu kita pergi keluar sih ada. Hanya untuk merayakannya di 3 tahun sebelumnya tidak pernah terjadi. Alasan utama saat itu adalah domisili kami yang masih sering berpindah antara depok dan jakarta selatan, sehingga amat sukar menentukan waktu yang pas dan berapa kenalan yang akrab dengan fathir. Semenjak proses kelahirannya 4 taun lalu, Fafa 02 ini memang agak banyak menghabiskan waktu bersama neneknya. Bahkan hingga kini saat sudah bersekolah PG pun ia kami titipkan bersama neneknya. Beruntung neneknya sudah pindah ke Depok, sehingga jarak menjadi dekat πŸ™‚

Alasan kedua adalah prioritas. Saat itu (bahkan hingga sekarang sebenarnya) kami masih berkutat pada anggaran yang mesti diatur sedemikian rupa; mana yang pokok, mana yang bisa ditangguhkan dan mana yang harus didahulukan. Saat Fafa 02 berusia 2 tahun contohnya, anggaran sedikit terkuras karena perawatan selama seminggu di rumah sakit. Saat itu ia terserang panas bahkan disuatu malam kami dibuat panik dengan kejang-kejang. Bibirnya membiru dan matanya melotot keatas… uh sungguh mengerikan…. tak berapa lama kemudian kami ke ICU jam 2 pagi dan rawat jalan esoknya. Namun hingga hari ke-2 tidak mengalami penurunan demamnya, maka mau tak mau ia harus dirawat, klo ndak salah hampir seminggu ia di rumah sakit… di infus dan tergolek di kasur RS yang serba bau obat itu.

DSCF5044Nah sekarang momentum nya pas. Ia sudah bersekolah PG dan kami pun tengah libur dari aktivitas bekerja. Maka hari itu kami memilih sebagai hari yang pas untuk ultahnya, senin tanggal 10 Maret. Sehari sebelumnya kami berbelanja semua kebutuhan ultah, mulai dari tas, topi, isian tasnya, kue ultah dan lain sebagainya. Kakaknya, Fafa 01 yang riweuh dari awal. Harus beli ini dan itu… ah bagiku biasa saja lah, jangan terlalu berlebihan.. cukup tiup lilin, bagi kue dan goodybag lalu baca doa dan selesai.

Saat Tiup Lilin

Acara pagi itu dimulai pukul 09.30 pagi, tepat saat jam istirahat di mulai. Anak-anak PG dan TK masuk pukul 08.00 pagi, jadi tetap dia mesti belajar dulu sebelum tiup lilin. Kami sibuk berada di belakang kelas menyiapkan goodybag dan kue, begitu juga kaka sibuk merapikan dan menyusun topi. Dari belakang inilah kami mendengar bagaimana Fafa02 ketika berada di kelas. Emm.. cukup cerewet juga dan berani.. walau dengan bahasa yang masih terbata, ia lagi-lagi nyeletuk ‘atih mo ulang tawun’ dan gurunya menimpali ‘iaya…iya nanti ya’… Hadeuh si ade ada-ada aja, udah nggak sabaran kali ya dia hehe..

Saat guru mempersilahkan masuk kedalam kelas, kaka yang terlihat sigap dan antusias. Tak berapa lama penjaga sekolah membantu kami membawa barang bawaan. Ketika sampai didalam seluruh anak mulai rame.. yah maklum lah ya bocah-bocah… setelah itu ibu guru memimpin kelas dan mulai mempersilahkan yang punya hajat ke depan kelas, seperti yang terekam dalam kamera di bawah ini :

DSCF5098Setelah itu kemudian ramai bernyanyi bersama, lalu sedikit bermain dan kemudian tiup lilin. Ini cukup seru juga karena Fathir sedikit susah meniupnya, perlu tiga atau empat kali sampai lilin padam. Acara lalu diakhiri dengan pembacaan doa bersama. Selepasnya, ya apalagi…. potong kue dan bagi2 goody bag.

DSCF5111DSCF5116DSCF5132DSCF5137DSCF5084

Eldorado WaterPark Legenda Wisata Cibubur

Posted on Updated on

S0164134

Sebenarnya hal ini kami lakukan sebulan lalu, tepatnya beberapa hari setelah Ultah Kakak. Yups saat itu sekolah anak-anak libur, dan saya juga kebetulan tidak ada kegiatan so… jadilah kami hunting tempat berenang. Semula SnowBay menjadi pilihan, tapi cuaca pagi itu sudah mulai panas.. kebayang kan klo siang nanti kaya gimana.. belum jauh dan macet. Maka pilihan yang paling enak adalah cari tempat yang tidak terlalu jauh, sejuk dan anak-anak senang (Dalam artian tidak terlalu penuh). Maka setelah browsing sana-sini, pilihan jatuh ke Kota Legenda Wisata Cibubur. Perjalan dari rumah juga paling cuma 20 menit, tempatnya pasti lebih rindang dibanding Taman Mini kan? Maka sejurus kemudian Fafa01 dan 02 bersiap membawa perlengkapan tempur.

Dalam Perjalanan

Sphinx at the GateKami memutuskan masuk tol jagorawi saja, lewat citeureup atau cibinong. Dan betul saja joss … keluar pintu cibubur (junction mall itu loh) lalu tinggal ikuti aja ke jalan alternatif cilodong. Saat itu perjalanan tidak terlalu padat, jadi tidak kurang dari 20 menit kami sudah sampai ke lokasi. Memasuki areal komplek Legenda wisata kami disuguhi patung-patung yang berdiri megah dan anggun. di gate masuk ada patung spinx begitupun ke dalamnya. Suasana di dalam juga cukup sejuk, banyak pohon rindang dan jalanan juga sepi. Siipp lah cocok dengan apa yang kami cari. Duo fafa pun terlihat antusias, sesekali mereka bernyanyi di dalam mobil, bersenandung dan berteriak sambil berkelahi… hehe.. yups begitulah kadang terjadi huru-hara juga di jok baris kedua dan ketiga belakang. Tak jarang terlihat melalui kaca spion bantal bertebangan… yah begitulah anak-anak ‘nggak ada matinye’ … batrenya double power bro πŸ™‚

Saat Berenang

S0184137Oya lupa menyebutkan HTM Eldorado waterpark ini, tebak berapa coba?? Saya pikir juga bakalan mahal, ternyata cuma 25rebu aja kawans, so klo betiga ya 75rebu aja buat masuk kedalamnya.. worth it lah ya hehe… Melewati pintu masuk ada kantin yang berjejer rapi, mulai dari toko yang menjajakan pakaian renang dan kelengkapannya hingga beberapa kantin makanan seperti burger, masakan sunda, teh poci dan lain sebainya. Tempatnya cukup rapi dan bersih. Bahkan ketika menuruni tangga untuk berganti pakaian juga kamar mandinya lumayan lah ya, nggak kotor dan bau jadi betah berlama-lama nih πŸ™‚ Hanya satu saja pesan kami, saat menuruni tangga lebih baik sandak di lepas, apalagi jika basah.. bahaya licin dan terjatuh saja sih.. selebihnya oke kok. Masalah keamanan juga cukup mudah dan gampang, kita hanya diwajibkan menyimpan tanda pengenal ; 1 tanda pengenal bisa ditukarkan dengan 1 kunci loker untuk menyimpan barang pribadi semisal tas, dompet dan jam tangan. Jadi klo 1 loker nggak cukup maka siapkan saja tanda pengenal yang lain, bisa SIM, NPWP selain KTP sebagai ID utama kita.

S0214142Jika dibandingkan dengan Depok Fantasy Waterpark, memang ELdorado kalah luas. Wahana permainan juga jika dihitung paling hanya ada 4; 1 kolam untuk anak-anak lengkap dengan air mancur, 1 kolam sedang untuk anak tanggung lengkap dengan luncurannya, 1 kolam arus untuk segala usia dan 1 kolam dengan ukuran agak besar dan dalam untuk kategori dewasa. Namun karena wahana ini cukup sepi/tidak terlalu ramai, maka dijamin cukup nyaman dan puas seharian penuh. Beda dengan tempat yang luas namun ramai dan berdesakan seperti di the Jungle beberapa waktu lalu. Selain airnya kotor, anak-anak juga terganggu dengan penuh sesaknya orang-orang. Maka di Eldorado pengunjungnya bisa dihitung dengan jari, sehingga anak-anak bebas bermain kesana kemari.

Kami masuk sekira Pukul 10.00 pagi dan pulang hampir jam 4 sore. Anak-anak makan 1 kali dengan diselingi cemilan beberapa kali. Selepas berenang juga anak-anak bisa menikmari area bermain laiknya arena yang sering ada di taman sekolah TK. Begitu juga duo Fafa mereka nampak ‘on’ aja setelah hampir 6 jam berenang tanpa henti. Untuk urusan itu memang mereka juaranya hehe… batre double power gan … wajar lah

Berikut adalah hasil jepretan lainnya saat kami hendak pulang menuju rumah πŸ™‚

S0064113S0294158S0224144S0114124S0314169

Meriahnya Susu

Posted on

DSCF2977 DSCF2973 DSCF2974 DSCF2976Jarang sekali saya mengupload photo akhir-akhir ini. Nah berhubung kamera nya saya bawa dan kabelnya juga.. maka inilah photo-photo hasil jeprat jepret hari minggu kemaren.

Walau sebenarnya nggak beli susunya, Fafa nampak antusias sekali ‘ditanggap’ ama mba-mba dan mas-mas SPG susunya. Aktif-aktif katanya anaknya dan lucu hehe…. Tapi bukan berarti nggak beli sama sekali juga susunya, tetep beli tapi diberikan untuk anaknya mba yang jaga di rumah, dah dua hari dia ikut nemenin kakak maen.

So, mungkin itu dulu… sudah jam 2 mau jemput anak-anak sekolah dulu ya πŸ˜‰

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JANGAN BERHENTI MENCOBA

Posted on

Keengganan untuk mencoba setelah gagal dan terjatuh… lalu bangkit dan mencoba lagi adalah sikap mental yang patut dimiliki. Keinginan yang kukuh dan tekad yang keras terkadang menjadi penentu keberhasilan, ketimbang bakat, gen, kesempatan dan lingkungan. Sudah banyak contoh orang yang persisten, konsisten dalam mencapai tujuan hingga kemudian berhasil dan mampu mewujudkan impiannya itu.

Namun dalam prakteknya, persisten dan konsisten kadang tidak mudah dilakukan. Adakalanya semangat untuk terus ‘on’ itu meredup oleh berbagai hal; bisa karena pengalaman terjatuh sebelumnya, kecemasan dan ketakutan (anxiety and paranoia) padahal belum dilakukan, hingga hal lainnya yang kemudian menumbuhkan sikap negatif dalam pikiran. Hingga hasrat untuk mencoba itu sirna, bahkan layu sebelum berkembang.

Orang dewasa cenderung berpikir secara logis, yang ditandai dengan berbagai pertimbangan; disertai alasan ini dan itu untuk kemudian melakukan. Kata orang tindakan tanpa pemikiran adalah sembrono; bisa jadi benar dan bisa juga tidak. Sebab aksi tanpa pemikiran/perencanaan bisa kebablasan, namun sebaliknya terjebak pada pemikiran dengan sederet pertimbangan tanpa aksi sekalipun adalah NOL BESAR alias OMDO. Lantas bagaimana ???

Anak-anak berbeda dengan kita; orang dewasa dalam berbuat dan bertindak. Terkadang ada saatnya orang dewasa perlu mencontoh dan belajar pada anak-anak. Walau terkadang tanpa perhitungan, mereka melakukannya dengan spontan. Bahkan ketika gagal, dengan cepat bangkit dan mencoba lagi. Tak peduli dengan rengekan, tangisan dan kesakitan yang mungkin saja timbul ketika melakukan perbuatan itu. Yang penting mencoba sambil bermain dan berbuat sesuatu yang menyenangkan. Itulah mereka, anak-anak dengan segala kepolosan dan kelucuannya.

Sama dengan duo Fafaku kemarin; Fa besar kini berusia 7 tahun dan Fa kecil berusia 3 tahun, ketika bermain Ice Skating di BxC Mall Bintaro hari minggu lalu, keduanya bermain dengan riang. Tak peduli bahaya yang bisa saja terjadi; semisal terjatuh karena licin, terinjak sepatu skating yang tajam dan atau kejadian lain yang jika saya bayangkan bisa saja mengerikan. Mereka dengan excitednya memakai sepatu dan masuk area permainan. 1 menit awal terlihat kesulitan dan berpegangan pada pembatas… namun sejurus kemudian mencoba berjalan sendiri perlahan tapi pasti meluncur… lalu BRAAKKK … terpeleset dan jatuh. Fa besar bangkit dan mencoba lagi, sementara Fa kecil menangis dengan pipi memerah terpapar es. Ajaibnya mereka turun lagi dan mencoba kembali berjalan. Terlalu berani mungkin iya, sebab bisa saja badannya terpelanting dan membentur lantas es yang licin. Namun disisi lain keinginannya untuk terus mencoba dan mencoba adalah hal lain yang patut diapresiasi.

Menilik diri sendiri, terkadang dalam melakukan sesuatu terlalu banyak pertimbangan. Hingga kemudian urung dilakukan. Padahal bisa saja setelah mencoba, mendapatkan banyak hal, minimal belajar pada hal-hal baru. Namun itulah kita orang dewasa, yang hidup dengan beragam latar belakang, pengalaman dan lingkungan yang kemudian membentuknya menjadi saat ini. Tidak ada kata terlambat memang untuk belajar dan mencicipi hal baru. Usia boleh tua tapi semangat harus tetap segar dan muda. Namun tidak ada objektiitas yang murni dalam diri kita, kenyataan saat ini adalah bentukan masa lalu. Ketakutan, pikiran negatif dan sejenisnya sudah terlanjur bersemayam dalam otak. Belajar mengendalikannya adalah keharusan. Namun yang lebih utama adalah menyadari diri dengan berbuat dan menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk anak-anak kita agar berkembang secara dinamis, terbuka, kuat pikiran dengan mental baja yang tahan terhadap rintangan dan godaan yang menyesatkan πŸ™‚

***

Berikut adalah beberapa gambar yang sempat saya abadikan bersama duo Fafaku

photo diambil sambil bergerak (makanya ngeblurr gitu hee..) saat Kaka Farras (7 thn) melepaskan diri dari pegangan
photo diambil sambil bergerak (makanya ngeblurr gitu hee..) saat Kaka Farras (7 thn) melepaskan diri dari pegangan

 

Walau memakai alat bantu, Ade (Fathir, 3 thn) sudah berani ber-skating ria ke tengah area permainan
Walau memakai alat bantu, Ade (Fathir, 3 thn) sudah berani ber-skating ria ke tengah area permainan

 

Kaka Farras saat istirahat
Kaka Farras saat istirahat

 

Ade Fathir sebelum pulang... pasca menangis karena terjatuh di tengah2 area permainan (akhirnya dia berhenti main)
Ade Fathir sebelum pulang… pasca menangis karena terjatuh di tengah2 area permainan (akhirnya dia berhenti main)

 

Sebaris Cerita dari Kampung 99 Pepohonan

Posted on Updated on

Hari minggu kemarin adalah hari yang cukup melelahkan, setelah seminggu sebelumnya melakukan banyak pekerjaan tertunda dan tugas kuliah yang kembali menumpuk. Maka Minggu pagi cukup dengan berleha-leha saja di rumah, sembari minum kopi dan kudapan tak bergizi (otak-otak goreng). Namun tak demikian dengan Fafa, duo bocah kecilku di rumah. Ada-ada saja ulahnya, saling usil, saling colek, saling ini dan itu… hingga menangis atau bertengkar. Ibunya cukup pusing dibuatnya. Lalu Fafa tertua berkomentar ‘hah.. di rumah terus bosen nih Ayah ….’

Mungkin itulah penyebab dari keributan itu. Padahal dia baru satu hari saja di rumah, karena dari Senin sd Jumat bersekolah dan pulang hampir selalu malam. Ya sudah kami pun memutuskan pergi, tapi kemana??? Berenang lagi… ahh.. bosen. Ke mall … juga nyaris tak ada yang baru. Mau nonton bioskop pun tak ada film anak-anak yang tayang. Lalu apa??? Satu jam, dua jam pun berlalu. Saya masih saja berleha-leha sambil menonton TV. Hingga kemudian tuts demi tuts gadget sederhana itu menampakkan diri, satu persatu wahana wisata kota Depok bermunculan. Dan kami pun memutuskan untuk pergi/berjalan-jalan ke Kampoeng 99 Pepohonan.

Sulitnya Menuju Lokasi

IMG_20140316_135518 Photo disamping diambil pada saat kami akan memasuki rumah kayu yang terletak di bagian depan lokasi Kampoeng 99 Pepohonan. Ade seperti biasa dengan gayanya yang ‘sok tahu’ menunjuk ke arah bawah, kira-kira … ayo kesana ayah….

Letak lokasi Kampoeng 99 Pepohonan sebenarnya tidak lah terlalu jauh dari Jalan Raya Meruyung Limo Depok. Persisnya ada di seberang Masjid Kubah Mas (Dian Al-Mahri) Depok. Hanya saja minimnya petunjuk dan sempitnya jalan masuk kedalam lokasi membuat banyak orang tersesat. Bahkan kami sempat dibuat ragu apa benar jalan atau gang yang kami susuri ini benar menuju lokasi?? Lebar jalannya tidak lebih dari satu badan mobil lebih sedikit. Makin masuk kedalam makin mengecil, bahkan di ujung jalan ada lobang dan patahan jalan yang membuat siapa saja harus berhati-hati. Belum lagi dua cabang jalan (kiri dan kanan) yang membuat bingung arah mana yang benar menuju Kampoeng 99 Pepohonan. Disamping terhampar pesawahan yang luas, kanan kirinya hanya ada sungai kecil dan pepohonan kayu. Bagi yang tidak nekad, pasti dipenghujung jalan itu memutar arah lalu kembali ke atas menuju jalan raya meruyung dan kembali pulang atau bertanya lagi dan tersesat hehe…

Saya tidak demikian, kepalang tanggung memilih berbelok kekiri dan meneruskan perjalanan. Kira-kira 1 Km dari belokan itu terlihat pepohonan menjulang dan tempat parkir yang cukup rapi. Rupanya ini lokasi yang dimaksud. Walau minim penanda juga nama seperti Baligho atau Spanduk/Papan Nama bertuliskan Kampoeng 99 Pepohonan, kami memutuskan untuk turun dari mobil dan masuk kedalam. Di sebelah kanan pintu masuk, berdiri kokoh dan anggun bangunan besar yang terbuat dari kayu, dua lantai tepatnya. Arsitekturnya cukup menarik. Dan rupanya inilah front office dari Kampoeng 99 Pepohonan itu. Disana kami disambut oleh dua orang wanita berperawakan sedang. Mereka lalu menjelaskan program kegiatan apa saja yang ada di Kampoeng ini, juga hal-hal lainnya yang berkaitan dengan Kampoeng 99 Pepohonan. Termasuk alasan minimnya informasi, penanda jalan atau iklan yang berkaitan dengan Kampoeng 99 Pepohonan ini.

a. Bukan Wahana Wisata Resmi, tapi Rumah Tinggal dengan 20 bangunan Kayu yang ditinggali keluarga

Yups … ini alasan pertama yang dikemukakan. Namun rada aneh juga, jika memang ini bukan wahana wisata kenapa Kota Depok memasukkan ini sebagai salah satu tempat tujuan wisatanya??? entah lah mungkin hanya Ibu itu atau Tuhan yang tahu. Yang jelas menurut penuturan Dua orang wanita ini, tempat ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh masuk, tapi untuk menginap dan mengadakan kegiatan (gathering, arisan, live music dll) dikenakan biaya mulai dari Rp. 750.000,,- … bahkan ada beberapa bangunan yang sengaja dikosongkan untuk dijadikan penginapan. Bahkan tempat yang kami datangi pertama kali ini berfungsi sebagai restoran atau tempat makan.

b. Outbond dan Kegiatan Alam

salah satu rumah yang terletak di bagian peternakan Kampoeng 99
salah satu rumah yang terletak di bagian peternakan Kampoeng 99

Lingkungan yang asri, sejuk dan rindang dari berbagai pohon yang ada membuat kami nyaman. Makin kedalam makin sunyi. Jalan setapak sudah ditembok sehingga nyaman untuk dijajaki. Luasnya 7 hektar (menurut katalog); dibagi mulai dari pertamanan, pepohonan, panggung (stage), rumah-rumah keluarga dan penginapan

Beragam kegiatan disajikan disini, mulai dari Outbond dengan menyediakan aneka permainan seperti flying fox, ATV dan lain sebagainya (khusus ATV dan Fliying fox dalam perbaikan setelah Iedul Adha kemarin tempatnya dipakai untuk menjajakan Kambing dan Sapi)

 

c. Memberi Makan Rusa, Sapi dan Kambing

Ade Fathir sedang memberi makan Rusa
Ade Fathir sedang memberi makan Rusa

Kegiatan yang biasa dilakukan disini salah satu nya adalah memberi makan rusa, kambing dan sapi. Kegiatan ini tarifnya Rp. 25.000/kegiatan per anak. Atau bisa juga mengambil paket Rp. 125.000,- untuk seluruh kegiatan, mulai dari memberi makan, memerah susu dan lain sebagainya (Harga sudah termasuk pendamping atau tour guide).

Photo disamping adalah saat Fafa yang kecil memberi makan Rusa dan Babi Hutan. Letaknya berada di bagian dalam Kampoeng 99, atau pinggir sungai kecil atau kira-kira 5 menit berjalan dari tempat front office. Bagi anak-anak yang jarang melihat binatang secara langsung, apalagi memberi makannya juga, kegiatan ini cukup menyenangkan, memberi pengalaman baru sekaligus melatih keberanian mereka berdekatan dengan binatang.

d. Memerah Susu Sapi dan Kambing, memberi makan sapi/sapi dan meminum Susunya yang Segar

IMG_20140316_141851
Peternakan Sapi Pedaging yang ada diKampoeng 99

Setelah puas berkeliling di lokasi utama Kampoeng 99 pepohonan (mulai dari melihat rumah kayu/panggung yang unik, menyusuri pepohonan yang rindang dan melihat wahana outbondnya). Maka selanjutnya kita dibawa kelokasi yang agak jauh dari lokasi utama, atau seolah keluar dari lokasi utama. Yups kita dibawa berjalan menuju peternakan Kampoeng 99. Kira-kira 10 menit dengan berjalan kaki.

Peternakan pertama yang dilewati adalah peternakan Sapi Pedaging. Kita disuguhkan Sapi-sapi segar yang gemuk tengah memakan rumput, lengkap dengan bau khas dan pups nya yang berwarna ijo lumut hehe…. Kedua, adalah lokasi tambak ikan yang cukup luas dimana didalamnya terdapat Ikan Lele, Mas, Gurame.

Rumah Kayu yang dibawahnya jadi tempat tinggal kambing dan domba
Rumah Kayu yang dibawahnya jadi tempat tinggal kambing dan domba

Ketiga, adalah lokasi peternakan Kambing dan Domba. Uniknya kambing dan domba ini terletak di bagian rumah yang menjadi tempat tinggal keluarga atau para pegawai peternakan. Saya tidak menghitung ada berapa rumah yang sekaligus tempat beternaknya, namun cukup untuk membuat kaki pegal dengan berjalan kesana kemari. Apalagi Fafa yang kecil begitu aktif dan bawaannya ingin memegang kambing-kambing itu.

Sementara Fafa yang besar sibuk dengan pertanyaan-pertanyaannya yang tiada habisnya diutarakan kepada si Tour Pemandu (guide). Pokoke, Duo Fafa terlihat antusias hari ini, walau rencana berenangnya di gagalkan.

Selanjutnya, perjalanan kali ini dilengkapi dengan kegiatan memerah susu kambing. Anak-anak diajak untuk memegang Ibu Kambing sekaligus merasakan pengalaman memerah puting susu Ibu kambing yang begitu merekah dan merah itu hehe… kira-kira begini penampakannya :

Kaka sedang memerah susu
Kaka sedang memerah susu
ibu kambing yang akan diperah susunya
ibu kambing yang akan diperah susunya
Kakak dan Ade berkenalan dengan anak kambing
Kakak dan Ade berkenalan dengan anak kambing

Aku dan Ade berphoto di depan kandang kambingAku dan Ade berphoto di depan kandang kambing

Setelah puas memerah susu, kegiatan dilanjutkan dengan memberi Susu kepada anak kambing. Kaka dan Ade disediakan botol susu dan lalu berebutan memberi minum anak kambing seperti gambar di bawah ini :

Kakak dan ade memberi minum anak kambing
Kakak dan ade memberi minum anak kambing

Selesai memberi minum kambing, maka kini kami yang mulai kehausan. Lalu Guide pun mengajak kami ke lokasi pembuatan susu segar dan yoghurt. Disinilah kami tuntas menghilangkan dahaga, dengan memborong

10 botol susu sapi dan yoghurt dingin. Kegiatan pun ditutup dengan ade terpeleset di tangga dan kwitansi yang harus kami bayar….

Bukan Yang Terbaik

Dibantu ibu kakak dan ade terlihat tegang saat memberi minum kambing pertama kali
Dibantu ibu kakak dan ade terlihat tegang saat memberi minum kambing pertama kali

Walau tidak bisa dikatakan sebagai tempat wisata yang lengkap dengan segala aspek dan kelebihannya. Namun kegiatan mengunjungi Kampoeng 99 Pepohonan bisa dijadikan alternatif untuk mengisi masa liburan anak-anak. Tentunya dengan mengenalkannya ke alam; pepohonan, binatang dan sebagainya. Mereka juga terkesan excited dan yang peling penting menambah pengalaman baru dan pengetahuan.

Kampoeng 99 memang bukanlah yang terbaik. Kekurang-kekurangan seperti disebut di atas, minimnya informasi, akses masuk jalan yang sempit (melalui pemukiman penduduk). Ditambah dengan bangunan kayu yang di beberapa bagiannya sudah lapuk, kotor dan kurang terawat, namun dari sisi jarak cukup dekat dengan kota menjadi nilai lebih dari kawasan ini. So… tidak ada salahnya lain kali datang berkunjung lagi πŸ™‚

Depok, 16 Maret 2014