farras

Garage Sale Gramedia di Jakarta

Posted on Updated on

ttpivcyxCuci gudang gramedia pertama kali saya dapat infonya dari my bro Aldiano, kebetulan dia memang bekerja di salah satu penerbit buku di Bandung. Tempatnya di caringin katanya. Tadinya saya ingin menyempatkan diri kesana ngajak si Kaka dan Abang. Tapi ga kesampaian juga, ada aja sih alasannya hehe… mulai dari Ibunya yang kini mulai kuliah tiap hari Minggu, jadwal saya beberes rumah tiap Sabtu yang ajaibnya sampe sekarang belum beres-beres juga itu hiks… hiks… hingga jadwal les musik Kaka yang sementara ini juga di hari Minggu. So, weekend menjadi sulit pergi-pergi apalagi keluar kota, sebut saja Bandung. Dan tuntas saja, bulan ini nggak kemana-mana, kecuali sekedar berbelanja bulanan di supermarket, ke pasar Ah Poong dan sisanya di rumah saja menikmati waktu bersama seperti sabtu pagi kemarin membuat lasagna bersama dengan anak-anak.

Nah, tetiba tadi pagi aku melihat notifikasi reply komen ku di page nya bunda Dina. Dan berita yang kucari-cari itu ternyata dia jawab hehe… makasih ya Bunda Dina atas informasinya. Oya bagi kawan-kawan yang niat ikutan juga ngeborong buku, simak nih waktunya di bawah ini :

Acara cuci gudang Gramedia dilakukan di gudangnya.. utk Jakarta, gudangnya ada di Tangsel:
8 – 22 November 2016.
Jam 08.00-15.00 WIB.
Di Kompleks Pergudangan Taman Tekno IX Blok D.12B-15, BSD, Tangerang Selatan.

Cukup jelas kan. Catat ya tempat dan waktunya. Sepertinya saya akan kesana besok, atau paling telat hari sabtu ngajak si Kaka.. dia kan suka baca buku cerita dan sejenisnya. Eh tapi buku pelajaran juga dia lagi perlu sekarang, secara dia udah kelas 4 jadi udah mulai UTS dan UAS, beda waktu kelas 1 sampai dengan kelas 3 yang memang tidak ada ujian di sekolahnya.

So segitu dulu ah, oya sepertinya mulai besok absen dulu buka FB… bosen timeline nya gitu-gitu aja…. fanas dan fenuh fentungan. Aw..

Penikmat versus Player

Posted on Updated on

DSCF8736.jpg

Berbekal tutorial sederhana baik itu melalui youtube, blog dan forum diskusi tentang musik, si Kaka sudah memulai latihan sejak 2 minggu lalu. Latihan dasar ini hanya mencakup penguatan otot jari lewat senam jari yang rutin ia lakukan sepulang sekolah dan mengaji. Kadang 10 menit, kadang lebih dari setengah jam sampai ia sendiri mengantuk dan memutuskan untuk segera tidur.

Pada awalnya jari terasa kaku memang, apalagi dengan kondisi memainkan sepuluh jari secara berurutan dan bersamaan. Sedari kecil ia memang kidal, sehingga jari kanan yang lebih lemah dan harus banyak dilatih. Berbeda dengan kita yang dominan di tangan kanan. Sejauh ini ia cukup menikmati aktivitas terbarunya di rumah. Semoga ketika nanti benar-benar dipandu oleh guru les nya, tinggal meneruskan saja dalam artian dasarnya sudah ia kuasai.

Penikmat versus Player

Musik adalah satu diantara sekian hal yang dulu saya gemari. Mendengarkan musik tertentu sudah pasti, hingga kemudian mulai ngeband saat SMP. Walau dengan kemampuan minim dan skill yang jauh di bawah rata-rata teman saat itu. Posisi yang ideal untuk saya saat itu tentu saja pemain cadangan haha…. cadangan vokal dan penabuh drum utama (weiss gaya yah …Β  ya ialah pan tinggal pukul doanks klo drum hihihi).

Namun lacur, kegiatan ngeband ini tidak berlangsung lama. Masalahnya sederhana saja sebenarnya, banyak musik yang tidak sesuai dengan selera. Memaksakan genre yang saya gemari pun rasanya tidak elok juga ke mereka, hingga akhirnya setelah kurang lebih 6 bulan latihan saya memutuskan mundur dan kembali ke rutinitas awal; belajar, membaca buku dan sederet kegiatan yang sedikit membosankan lainnya. Oya lupa, beruntung saat itu di Bandung masih banyak lapangan terbuka yang bisa dipakai umum. Jadi kegiatan sepakbola menjadi pelipur lara diantara sekian rutinitas ‘garing’ lainnya.

Menjadi pemain tentu berbeda dengan sekedar menjadi penonton. Pun demikian juga dengan penikmat musik. Mendengarkan, mengkoleksi dan mengagumi tentu nilai kepuasannya berada jauh di bawah mereka yang bisa memainkan musik. Dan ini adalah satu dari sekian banyak hal yang saya sesali saat ini – sekedar mendengarkan tanpa bisa memainkan satu alat musikpun.

Menurut beberapa pakar, musik atau seni juga merupakan salah satu bentuk kecerdasan yang dimiliki kita sebagai manusia. Tidak hanya terbatas pada bilangan angka di bangku sekolah, musik juga mampu membentuk kepribadian sekaligus memperhalus jiwa dan menyeimbangkan kemampuan belahan otak kanan dan kiri. Bahkan dalam kacamata psikologi, musik juga merupakan salah satu bentuk pengaktualisasian diri.

Tidak salah rasanya banyak orang tua yang kemudian memilih memasukkan anak-anaknya mengikuti kursus musik; baik itu melalui alat musik maupun olah vokal. Alat musik yang dipilih tentu disesuaikan dengan minat anak, kemampuan anak dan yang tidak kalah penting juga adalah kemampuan keuangan orang tua. Sebab kursus saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan kepemilikan alat musik. Waktu bimbingan yang hanya menyediakan paling lama 1 jam sekali selama seminggu di tempat les, tentu akan menguap begitu saja tanpa dibarengi dengan pola latihan rutin selama di rumah. Oleh sebab itu,Β  kepemilikan alat musik menjadi wajib disini sebagai bentuk pengayaan lebih dalam dan sarana praktek yang sudah dipelajari selama di tempat les bersama pembimbing.

Ragam

Untuk menjadi ahli memang dibutuhkan usaha keras dan fokus konsentrasi yang cukup. Motivasi juga harus kuat, apapun bentuknya. Berbuat yang terbaik menjadi kunci keberhasilan hidup seseorang. Mengenalkan ragam aktivitas pilihan kepada anak tentu menjadi nilai tambah baginya; mulai dari bahasa, seni (musik, lukis dan sebagainya), rancang bangun, menulis (essei, cerpen, novel dll) olah tubuh (gymnastic, sepakbola, tari/dance dll) hingga kecapakan sosial melalui keterlibatan kedalam berbagai kelompok sosial yang berbeda. Ini menjadi referensi yang akan sangat berguna baginya kelak, sebelum memutuskan ingin menekuni apa. Bidang akademik tentu menjadi pilihan utama. Ekstensinya yang bisa beragam dengan pilihan yang berbeda tiap anak. Ini yang harus di pekernalkan sedari dini kepada mereka. Dan itu tugas kita selaku orang tua; membuka pintu dan mengenalkan banyak hal untuk mereka. Walau dengan segala keterbatasan yang ada, namun kita harus tetap kuat dan berusaha semampu mungkin.

Kita tidak pernah tau potensi anak kita berada dimana, sampai mereka kemudian mencobanya. Mungkin kadang tertatih, bangkit dan tersungkur. Tapi darisanalah kemudian mereka belajar merajut asa dan menemukan bakat yang kemudian mereka gali dan asah hingga menjadi berguna[].

Ah Poong : Weekend nan Murah

Posted on Updated on

img_0754

Ada beberapa tempat menarik sebenarnya di kawasan sentul selatan, salah satunya adalah ‘Ah Poong’. Ini adalah kali kedua kami mengajak anak-anak kesana.Setelah sebelumnya hanya sempat mencicipi beberapa menu makanan seperti Cakue medan dan ice gunung, saat itu tidak banyak spot lain yang kami jelajahi selain naik perahu. Kali ini kami berangkat lebih awal, tak lama setelah sholat ashar. Kebetulan cuaca hari itu cukup bersahabat, jadi sangat pas mengajak anak-anak menjelajahi taman-taman di seputar ‘Ah Poong’ ini.

Cukup 20 menit saja lamanya waktu tempuh dari kediaman kami. Tak mau kesalahan yang sama terulang kembali karena salah memilih area parkir yang ternyata terlalu jauh dari pintu utama ditambah biaya vallet yang cukup mahal, maka sore itu kami memarkir kendaraan di area parkir masjid Andalusia yang terletak di persis sebrang jembatan penghubung menuju pintu utama, persis seperti jepretan diatas.

Karena Fa nomor 3 alias si bungsu sudah bisa berjalan, maka kami bebaskan saja ia berjalan di temani kakak-kakaknya. Setelah memutar kurang lebih 5 menit, kami memasuki pintu utama yang langsung menuju RM Saung Kabayan dan Taman. Karena saat itu kami tidak berencana makan disana, maka skip di bagian pertama dan langsung lanjut kebagian dalam untuk menikmati taman agar anak-anak bisa leluasa berlari dan bermain bola…. dan ini sepertinya lebih mengasyikkan buat mereka hehe…

Di bagian dalam taman hanya ada beberapa area bermain, tapi ini sudah cukup untuk mereka berlari bebas dan bermain kesana kemari. Ditambah cuaca Bogor yang lumayan sejuk maka suasana sore seperti itu sangat cocok digunakan oleh keluarga kecil seperti kami untuk sekedar jalan-jalan keluar rumah non Mall. Dan momen ini juga bisa digunakan untuk saling merekatkan bounding diantara kami, seperti Fa nomor 3 yang sore itu disuapi langsung oleh ibunya sambil bermain di taman yang menghadap danau atau aliran sungai. Maklum saja sehari-hari ia lebih banyak di urusi oleh asisten, maka momen weekend sperti ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik.

Oya berikut adalah momen keseruan mereka disana πŸ™‚

Lepas dari penjelajahan taman dan kegiatan berlari, serodotan dan main bola, tiba giliran si Abang yang merengek-rengek minta naik perahu. Setali tiga uang si Kakak pun demikian. Yo wess mendekati pukul 17.30an kami masuk lebih dalam menuju aneka jajanan dan makanan, dengan tujuan utama naik perahu dan memberi makan ikan di kolam. Dan berikut adalah momen-momen itu.

Well cukup seru kan ??? Yah lumayan, murah dan menyenangkan hehe…. tapi dengan catatan jika tidak mengambil makanan di dalam. So… itu tergantung pilihan saja, mau sekedar main dan menikmati suasana taman dan lain-lain disana, atau dengan makan sekalian.. Fyi saja, sampai dengan saat ini tidak ada tiket masuk loh. Jadi bebas saja jika sekedar ingin bermain saja.

Sekian dulu rangkuman weekend nya.

Salam

Wawantawa Dengan Mang Bonju (bag2)

Posted on Updated on

farrasIde pada dasarnya tidak ada yang genuine original. Ia lahir dan tumbuh sebagai penyempurna, penambah nilai hingga pelengkap dari sederetan ide yang telah ada sebelumnya. Keberanian mengambil keputusan, perhitungan yang matang akan segala resiko dan sekaligus kejernihan melihat peluang, pada akhirnyaΒ  yang menentukan keberhasilan, disamping tentunya keberuntungan. Khusus yang terakhir jika mengingat prinsip law of attraction, keberuntungan tentu enggan datang begitu saja tanpa perjuangan dan usaha keras yang dilakukan terus menerus. Pada prinsipnya sama seperti apa yang diutarakan walikota Bandung beberapa waktu lalu saat ditanya apakah ia akan maju dalam pilgub DKI, secara diplomatis beliau menjawab ‘semua akan indah pada waktunya’ hehe…

brownies-amandaProses pertumbuhan bisnis kuliner jika dilakukan secara benar bisa meledak dengan cepat. Jadi teringat beberapa tahun lalu ketika Amanda Brownies masih diproduksi secara sederhana di sebuah warung kecil di pinggiran jalan Margahayu. Saat itu tentu tidak akan ada yang menyangka ide brownies kukus bisa melejit dengan cepat di bawah nama Amanda (kependekan dari Anak Mantu Dagang). Masih lekat juga bagaimana paman saya (adiknya Bapak) yang bekerja sebagai pemasar disana merasakan sulitnya masa-masa awal bisnis itu dibangun, namun dengan semangat kerja keras, kejernihan melihat peluang dan sedikit keberuntungan Amanda menjelma menjadi raksassa produsen oleh-oleh khas Bandung menyaingi Kartika Sari dan usaha sejenisnya yang telah ada lebih dulu.

Pun demikian dengan cireng salju (aci digoreng) yang pertumbuhannya terus merangkak naik – sebagaimana diamini oleh salah satu pendirinya Najib Wahab – beberapa hari lalu saat anak saya mewawancarai beliau untuk penunaian tugas kewirausahaannya di sekolah. Sebagai salah satu pendiri – disamping dua sosok penting lainnya sebagai ahli pemasar dan penguatan branding serta finance dan human resources – keberadaan cireng ini bukanlah yang pertama di jakarta, sebelumnya sudah ada produk serupa yang booming terlebih dahulu. Namun demikian, peluang panganan atau kuliner memang cukuplah besar, tidak bisa dimonopoli hanya oleh segelintir orang atau sekelompok saja. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, inovasi dan kepercayaan diri akan produk yang diusung, maka hasilnya luar biasa. Walau masih dalam proses pertumbuhan, namun melihat dari progress yang ada, usaha kawan saya ini secara optimis diakuinya akan semakin besar dan menjangkau luas.

Ada beberapa point penting dari isi wawancara anak saya beserta kelompoknya kemarin. Mungkin lain kali saya akan tulis sebagai sambungan bagian kedua ini hehe….. sekarang saya mau bikin proposal buku tahunan sekolah dulu dan menyelesaikan beberapa ribu eksemplar cetakan yang sudah didesain seminggu ini. Maklum dah deadline πŸ™‚

Karang Tengah, 23 Maret 2016

Wawantawa dengan Mang Bonju

Posted on

DSCF7859Awalnya kami berencana ke Bandung Sabtu pagi dua hari lalu. Namun kemudian mendadak ada kabar datang dan membuat seketika kami membatalkan niat yang sedianya sudah di rencanakan seminggu sebelumnya. Syahdan hari Sabtu itu kami sekedar jalan-jalan saja diseputaran Depok dan Bekasi sembari malamnya mencari bahan baku keperluan catering.

Group whatsapp pun ramai berbunyi, persisnya di HP mantan pacar. Ibu-ibu sedang galau rupanya karena ada tugas kewirausahaan di sekolah yang harus dibuat buku dan dikumpulkan tepat hari Rabu, yang artinya 3 hari tersisa (plus 1 hari yang masih libur). Tugas ini mengharuskan siswa/i kelas 3 mewawancarai tokoh pelaku bisnis yang tidak dikenal (bukan saudara dekat; om, tante atau keluarga), atau bahkan teman dekat ayah dan ibu yang saban hari ketemu. Wawancara ini dilakukan secara berkelompok; satu kelompok berisi dua ekor … eh salah dua orang maksudnya (beda ya dengan masa sekolah kita dulu yang sekelompoknya bisa 5 sampai 7 orang hehe…)

Mengingat lusa sudah hari senin, yang artinya kembali pada rutinitas maka saya berpikir akan lebih baik melakukan wawancara itu di hari libur saja (1 hari tersisa ya besok, hari minggu). Disamping waktu yang leluasa untuk mengantar ke lokasi, ada info dari ibunda teman sekelompok si kakak yang menyarankan di hari libur juga, mengingat di hari biasa dia juga bekerja dan ada ketidak cocokan waktu luang antara anaknya dengan anakku karena mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang berbeda (kegiatan ekskul ini tersedia di hari senin sd kamis mulai pukul 14.40 sd 15.45). Maka hari minggu adalah pilihan yang pas.

DSCF7852Lalu kemudian yang menjadi masalah siapa nara sumber yang cocok dan bersedia meluangkan waktunya besok?? Semula saya memilih kawan saya yang berdomisili di petukangan. Pertama saya sudah tahu persis rutinitasnya, kedua dia juga partner saya dalam beberapa kali kesempatan menyelesaikan pekerjaan. So, nggak mungkin lah menolak. Secara kriteria juga cukup mumpuni; memiliki gerai JNE, freelancer photographer dan lini bisnis multimedia lainnya. Hanya masalahnya, si kakak sudah sering bertemu dengan dia yang artinya sudah kenal dekat, sehingga dikhawatirkan tidak ada informasi baru yang bisa digali lebih dalam. Lantas siapa lagi yang bisa ya ????

Seketika saya teringat kawan karib saya semasa SMU dahulu di Bandung. Kami pernah satu kelas, bahkan satu bangku selama beberapa semester. Secara tidak sengaja lima tahun lalu kami kembali bertemu di Facebook dan tak berapa lama kemudian kopdar di kantornya pas jam istirahat. Pertemuan itu sekedar melepas kangen saja; ketawa ketiwi dan menanyakan kabar masing-masing, mulai dari siapa yang jadi istri (ooh bukan yang pas SMA itu dulu ya ternyata hahaa…), berapa anak dan aktivitas masing-masing. Pertemuan singkat itu diakhiri dengan beberapa ide bisnis, kebetulan secara latar belakang kawan saya itu juga tengah berbisnis disamping bekerja pada salah satu BUMN Minyak terbesar di negeri ini. Sementara saya apalagi, pasca keluar dari pekerjaan dua tahun sebelumnya, nyaris malas mencari pekerjaan lagi. Ujung-ujungnya berbisnis…. dengan modal dengkul dan skill pas-pasan hahha… (tapi tenang lah masih bisa dipoles… pan manusia otodidak .. ngeless nih).

IMG_20151126_211913_scaled.jpgNamun entah apa sebab, pertemuan itu seolah menjadi pertemuan pertama dan terakhir. Nyaris kami tidak pernah bertukar sapa kembali, tenggelam dalam rutinitas masing-masing, hingga kemudian kawan saya itu booming dengan bisnis kulinernya; cireng salju dengan nama Mang Bonju. Produksinya sudah ribuan pieces tiap harinya, omzetnya jangan ditanya lah … bikin ngillerrrr… so, tugas kakak di kelas 3 ini mengingatkan saya akan sosok sahabat saya ini. Dengan mantaps saya kontak beliau dan gayung pun bersambut, kami bersepakat bertemu di kantornya di kawasan BSD Tangsel.

Penasaran bagaimana petikan wawancara anak kelas 3 SD dengan narsumnya, dan bagaimana sahabat saya itu memulai bisnis dan perlahan booming, tunggu saja lanjutan kisah ini besok di stasiun yang sama ya hihi…

 

Wisata Ah Poong; Sedikit Rehat ‘Ademin’ Kepala

Posted on Updated on

Tanpa rencana sebelumnya kami tiba juga di pasar Ah Poong kemarin sore. Awalnya cuma sekedar makan siang atau sore diluar. Rencana awal belanja kebutuhan di rumah ke sentul city sekalian makan disana. Eh .. pas bunderan kawasan sentul ada plang gede Pasar Ah Poong… ya udah deh kita belok kanan dan tara dalam waktu kurang dua menit sampai di pelataran parkir valletnya.

Kepala Ngebul

Beberapa waktu belakangan ini saya disibukkan deadline beberapa editan yang harus tuntas sebelum tanggal 27 Desember. Mulai dari pengerjaan kalender, liputan presscon Nivea, QBE insurance hingga beberapa pesanan Wedding Organizer yang biasanya rutin dikerjakan tiap bulan. Akibat aktivitas yang terus menerus, komputer ngadat tiga hari lalu. ‘Wah mabok juga nih akhirnya hehe…’ dan solusinya nambah VGA dan RAM. Its so simple, tapi lumayan juga nyedot anggaran yang semestinya dipakai untuk liburan akhir tahun nanti ke Jogja (baru rencana ini hihi).

Dan ternyata yang mabok bukan cuma itu kompi, kepala juga terasa muter-muter kemarin… panas dah overheat kali. Wal hal memang butuh sedikit rehat, sekedar memanfaatkan waktu Β yang ada untuk istirahat dan menghibur diri. Berhubung anak-anak juga sudah libur sekolah, maka nggak bisa dong selfish pergi sendiri. Akhirnya ya memang harus rame-rame dengan mereka. Dan pasar Ah Poong sentul city bisa dibilang pilihan tepat.

Tiba di Lokasi

Kurang dari jam 4 sore kami tiba di lokasi. Pelataran parkir yang sangat penuh membuat kami kesulitan untuk mencari lahan parkir. Mau nggak mau ya yang tersisa parkir vallet… yo wes deh kami parkir mobil disana (walo agak mahal juga tarifnya hehe… 25 rebu).

Perlu diketahui entry ke dalam pasar Ah Poong sama sekali tidak dikenakan tarif alias bebas-bebas aja. Pengunjung bebas menikmati pemandangan dan nuansa yang cukup bagus kapanpun (selama dia buka ya tentunya). Mau poto-poto juga bebas, yang paling menarik itu di atas jempatan; cukup banyak jembatan disini mulai dari jembatan biru, jembatan gantung yang bergoyang, jembatan muter-muter hehe dan jembatan satu lagi yang susah klo saya beri nama πŸ™‚

Seperti kami yang langsung klik insting ‘kekiniannya’ dengan mengambil poto diatas jembatan pertama pintu masuk

Oya bagi anda yang membawa serta bayi dan kereta dorongnya atau nenek uyut sepuh yang memakai kursi roda, jangan khawatir sulit untuk masuk kedalam area Ah Poong. Karena jalur kawasan ini rupanya didesain ramah terhadap pengunjung dengan membuat dua jalur bagi pejalan kaki (dengan tangga) dan jalur untuk roda yang lurus sehingga mudah bagi keluarga yang membawa kursi atau kereta dorong.

Di bawah jembatan terhampar luas kali atau sungai yang bisa kita masuki secara bebas juga. Letaknya persis di bawah antara tempat jajan (foodcourt) dan jalur pejalan kaki atau pintu keluar. Kami pun tidak melewatkan momen ini untuk sekedar berpoto-poto ria, sementara Ibunya anak-anak ditugasi mengantri makanan. Oya transaksi di tempat ini menggunakan kartu ya, jadi kita diharuskan mengisi deposit terlebih dahulu di kasir untuk membeli makanan yang tersedia di dalam area pasar Ah Poong. Oya dibawah ini adalah beberapa poto yang saya ambil bersama anak-anak :

Selepas assik main di kali, lalu menjelajah ke seluruh area kawasan ini seperti tempat pembuatan madu, bazaar eco park dan taman-taman yang terletak di pintu depan dekat parkir utama kami pun santap sore; dimulai dengan Cakwe medan Β yang big size itu lengkap dengan bumbunya yang enak (Rp. 11.000/pc), pempek palembang (Rp. 33.000/porsi), bubur singapore (Rp. 17.000/porsi), rosted chicken/bebek (Rp. 32.000/porsi) dan ditutup dengan Snow Ice atau es krim salju seperti terlihat di gambar di bawah ini :

WP_20151224_016

Kegiatan kemarin ditutup dengan menaiki perahu dayung yang terletak di bagian atas atau ujung pasar ah poong. Oya khusus untuk perahu ini sang pendayung, yang berasal dari warga sekitar tidak mematok tarif pasti berapa. Hanya keridhoan saja dari para pengunjung untuk memberi uang tips, bisa 5 rebu, 10, 20 bahkan 50. Kami sendiri kemarin memberi uang dayung 20ribu saja, ya lumayan lah berlima mengelilingi sungai dengan formasi lengkap termasuk si kecil yang baru berusia enam bulan. Tak ketinggalan dayung mendayung ini pun ada potonya hehe…

Kurang lebih 3 jam kami berada disana. Cukup terhibur juga, apalagi anak-anak yang mulai BT karena sudah hampir seminggu di rumah saja ndak kemana-mana hehe….

Jam 7.30 kami keluar dari area dan kembali ke rencana awal untuk membeli beberapa kebutuhan pokok di rumah seperti cemilan, susu cair, kue, sabun dll. Tepat pukul 10 malam kami tiba di rumah, dan saat ini – pagi keesokan harinya saya kembali pada tugas semula. Duduk di depan komputer melanjutkan editing liputan Nivea cares for family Bandung… eits bukan denk nulis blog dulu baru lanjut ngedit nanti hehe…

Pabuaran, 25 Des’15 saat Natalan

 

Dino Yang Baik

Posted on Updated on

dino yang baikJangan terkecoh dengan judulnya .. yups ini sama dengan film God Dinosour yang itu hehe.. konon ini adalah film pertama dengan dwibahasa. Artinya Dino Yang Baik adalah God Dinosour yang sudah di alih suarakan kedalam Bahasa Indonesia.

Yups weekend kemarin kiddos pada ngajakin nonton ini film, setelah sebelumnya mereka terbuai oleh iklan yang rajin tayang di TV terutama si Abah yang kini sudah masuk usia TK. Yo wess lah mumpung libur juga, akhirnya jadi deh kita nonton yang jam 12 siang. Tapi sayangnya kita sampai di Studio 21 Cibinong City Mall (CCM) jam 12.30, artinya film sudah diputar 30 menit yang lalu. Hadeuh… kiddos langsung pundung… Ini gegara lahan parkir di CCM yang kecil dan sempit hingga tak mampu menampung pengunjung yang biasanya membludak di hari libur. Bayangkan, kita datang jam 11.45 … setelah itu muter-muter kesana kemari hanya untuk mencari tempat parkir yang kosong. Dan ini bukan kejadian pertama kali, sebelum-sebelumnya juga begitu. Entah kenapa dengan Mall ini, apa salah desain sebelumnya atau memang tidak menyangka sebelumnya akan antusiasme warga yang bakal datang kesana. Hanya mereka dan Tuhan lah yang tahu πŸ™‚

Untuk menghindari pundung yang bisa memuncak ke para kiddos, maka alternatif kedua adalah pindah lokasi. Kebetulan ada yang dekat, Platinum Cineplex Cibinong Square… walo memang sih secara kekinian ini mall sudah berumur dan kalah pamor dengan CCM. Tapi demi menyelamatkan biduk kiddos yang mulai pundung, ndak apalah. Kebetulan jam tayang disana dimulai jam 13.00 .. so, pas kan.

Selepas membeli tiket dan free jagung berondong .. hehe.. ada yang tau kan jagung berondong itu apa… yups popcorn lah kerennya mah. Dengan dua rasa keju dan vanilla, kami memilih setengah2 diantara keduanya. Tak lama kemudian pintu teater 2 dibuka, dimulai dengan announcement dari speaker yang terdengar sember dan tidak enak didengar itu .. hehe.. jika dibandingkan dengan suara Ibu Maria Untung yang dulu suka ada di XXI rasanya bagai langit dan bumi ini suara. Tapi ya sudahlah.. apa arti suara yang penting bisa nonton rame-rame.

Dan taraa… begitu kami masuk ke dalam studio tampilan screennya redup, nyaris ndak berwarna. Padahal sekarang kan jamannya tampilan HD yang warnanya begitu menyala dan terang, tapi ini kok beda ya. Dan tak berapa lama kemudian film pun ditayangkan, lampu dimatikan. Sementara layar tak berubah signifikan, tetap gelap dan kurang berwarna. Tata Audio pun hanya terdengar kencang di bagian depan, sementara kanan dan kiri juga belakang nyaris tidak terdengar. Wal hal nonton kemarin terasa hambar dan kurang puassssssss …. Tapi ya klo Kiddos sih seneng-senang aja, yang penting mereka mah bisa bareng2 dengan Bapak Ibuknya di hari libur hehe..

So, kesimpulan pertama nggak lagi deh nonton di Platinum, mending XXI saja hehe…

Tentang Film

dino yang baik2Jujur saja di tengah film saya sempat tertidur, klo tidak dibangunkan dengan suara ribut si Abah yang minta popcorn lagi mungkin saya bisa tidur sampe film usai. Walo tidak kering-kering amat, film ini cukup menghibur dan memberi pesan yang baik. Tapi tetap saja jika dibandingkan dengan inside out kalah kelas. Ini sudut pandang saya sih, orang lain tentu bisa berbeda. Si kaka pun demikian, buktinya kemarin di Dino Yang Baik ia sampai menangis, terutama saat Arlo membuat lingkaran keluarga ketika ia berhadapan dengan Spot… sedih katanya hehe…

Secara umum yang bisa ditangkap dari film ini adalah perjuangan menjadi dewasa (kisah Arlo yang dimulai saat ia kehilangan Ayah dan terdampar). Lalu persahabatannya dengan sang musuh diawal film (Spot atau manusia yang dalam film ini lebih rendah kebudayaannya dibandingkan Dino) dan Perpisahan… pilihan untuk terus bersama atau merelakan sahabat terbaiknya menyatu kembali dengan keluarganya.

Overall film yang sangat menghibur dan mudah dicerna oleh anak-anak. Beda dengan Inside Out yang tidak habis-habisnya si Kakak bertanya ini itu hingga saya kehabisan kata untuk memberi penjelasan πŸ™‚

 

 

Senangnya Kakak ditelp Indy Bekti n Friends Female Radio

Posted on

0“Apa suasana hatimu kak hari ini ?? Pastinya matahari donks ya” …. tanya sang ibu. Lalu dibalas dengan anggukan kecil dan tawa yang sumringah dari kaka. Sementara aku konsen menyetir saja. Maklum jam sudah mau masuk pukul 07 pagi yang artinya tersisa 30 menit sebelum sekolah masuk.

Yups… itulah rutinitas hampir setiap pagi yang kami lakukan. Menempuh perjalan 50 menit dari rumah menuju lokasi sekolah bukanlah perkara sebentar. Untuk mengisi waktu dalam perjalanan, biasanya kami memutar radio, tepatnya Happy Morning Female Radio yang dipandu Indy Barends dan Indra Bekti. Acaranya cukup kocak dan santai, klo si kaka suka pas acara di buka jam 6 pagi.. ada Paman Gerry dan Bubu Mini yang memandu acara dongeng buat superkids (panggilan akrab buat pendengar anak-anak female radio di pagi hari). Nah di pagi tadi kami di telp kru happy morning, katanya mau bicara dengan kakak nih Tante Indy dan Om Ben (Kasyafani) yang didaulat menjadi pengganti sementara Om Bekti. Wah tanpa dinyana si Kakak langsung sumringah donks…. memang sudah dari beberapa hari sebelumnya kami mencoba menelp Female untuk on air, tapi susahnya minta ampun.. nggak masuk-masuk. Wal hal si Kaka hanya bisa kirim photo dan salam melalui nomor whatsapp yang disediakan. Dan anehnya tapi pagi justru kru happy morning yang nelp, sontak si kakak gembira bukan kepalang, ibarat hajat ini tertuntaskan sudah πŸ™‚

Selama kurang lebih 5 menit kakak mengobrol dengan Tante Indy dan Om Ben, pertanyaan seputar dimana sekolah, lagi makan apa sih di mobil dan seterusnya.. dijawab dengan polos oleh Kakak. Sekali-sekali si ibu juga turut nyeletuk.. maklum saja kadang kakak masih nggak mudeng antara pertanyaan dan jawabannya hehe…

Dan begitulah suasana pagi ini, berlangsung ceria untuknya. Walau justru pukul 09 paginya jakarta didera hujan yang cukup besar. Tapi yakin di kelas ia akan bercerita banyak dengan teman-temannya, pun juga dengan gurunya. Selamat deh kakak :-)…. belajar yang baik ya

Jaksel, 26 Maret 2015

Eldorado WaterPark Legenda Wisata Cibubur

Posted on Updated on

S0164134

Sebenarnya hal ini kami lakukan sebulan lalu, tepatnya beberapa hari setelah Ultah Kakak. Yups saat itu sekolah anak-anak libur, dan saya juga kebetulan tidak ada kegiatan so… jadilah kami hunting tempat berenang. Semula SnowBay menjadi pilihan, tapi cuaca pagi itu sudah mulai panas.. kebayang kan klo siang nanti kaya gimana.. belum jauh dan macet. Maka pilihan yang paling enak adalah cari tempat yang tidak terlalu jauh, sejuk dan anak-anak senang (Dalam artian tidak terlalu penuh). Maka setelah browsing sana-sini, pilihan jatuh ke Kota Legenda Wisata Cibubur. Perjalan dari rumah juga paling cuma 20 menit, tempatnya pasti lebih rindang dibanding Taman Mini kan? Maka sejurus kemudian Fafa01 dan 02 bersiap membawa perlengkapan tempur.

Dalam Perjalanan

Sphinx at the GateKami memutuskan masuk tol jagorawi saja, lewat citeureup atau cibinong. Dan betul saja joss … keluar pintu cibubur (junction mall itu loh) lalu tinggal ikuti aja ke jalan alternatif cilodong. Saat itu perjalanan tidak terlalu padat, jadi tidak kurang dari 20 menit kami sudah sampai ke lokasi. Memasuki areal komplek Legenda wisata kami disuguhi patung-patung yang berdiri megah dan anggun. di gate masuk ada patung spinx begitupun ke dalamnya. Suasana di dalam juga cukup sejuk, banyak pohon rindang dan jalanan juga sepi. Siipp lah cocok dengan apa yang kami cari. Duo fafa pun terlihat antusias, sesekali mereka bernyanyi di dalam mobil, bersenandung dan berteriak sambil berkelahi… hehe.. yups begitulah kadang terjadi huru-hara juga di jok baris kedua dan ketiga belakang. Tak jarang terlihat melalui kaca spion bantal bertebangan… yah begitulah anak-anak ‘nggak ada matinye’ … batrenya double power bro πŸ™‚

Saat Berenang

S0184137Oya lupa menyebutkan HTM Eldorado waterpark ini, tebak berapa coba?? Saya pikir juga bakalan mahal, ternyata cuma 25rebu aja kawans, so klo betiga ya 75rebu aja buat masuk kedalamnya.. worth it lah ya hehe… Melewati pintu masuk ada kantin yang berjejer rapi, mulai dari toko yang menjajakan pakaian renang dan kelengkapannya hingga beberapa kantin makanan seperti burger, masakan sunda, teh poci dan lain sebainya. Tempatnya cukup rapi dan bersih. Bahkan ketika menuruni tangga untuk berganti pakaian juga kamar mandinya lumayan lah ya, nggak kotor dan bau jadi betah berlama-lama nih πŸ™‚ Hanya satu saja pesan kami, saat menuruni tangga lebih baik sandak di lepas, apalagi jika basah.. bahaya licin dan terjatuh saja sih.. selebihnya oke kok. Masalah keamanan juga cukup mudah dan gampang, kita hanya diwajibkan menyimpan tanda pengenal ; 1 tanda pengenal bisa ditukarkan dengan 1 kunci loker untuk menyimpan barang pribadi semisal tas, dompet dan jam tangan. Jadi klo 1 loker nggak cukup maka siapkan saja tanda pengenal yang lain, bisa SIM, NPWP selain KTP sebagai ID utama kita.

S0214142Jika dibandingkan dengan Depok Fantasy Waterpark, memang ELdorado kalah luas. Wahana permainan juga jika dihitung paling hanya ada 4; 1 kolam untuk anak-anak lengkap dengan air mancur, 1 kolam sedang untuk anak tanggung lengkap dengan luncurannya, 1 kolam arus untuk segala usia dan 1 kolam dengan ukuran agak besar dan dalam untuk kategori dewasa. Namun karena wahana ini cukup sepi/tidak terlalu ramai, maka dijamin cukup nyaman dan puas seharian penuh. Beda dengan tempat yang luas namun ramai dan berdesakan seperti di the Jungle beberapa waktu lalu. Selain airnya kotor, anak-anak juga terganggu dengan penuh sesaknya orang-orang. Maka di Eldorado pengunjungnya bisa dihitung dengan jari, sehingga anak-anak bebas bermain kesana kemari.

Kami masuk sekira Pukul 10.00 pagi dan pulang hampir jam 4 sore. Anak-anak makan 1 kali dengan diselingi cemilan beberapa kali. Selepas berenang juga anak-anak bisa menikmari area bermain laiknya arena yang sering ada di taman sekolah TK. Begitu juga duo Fafa mereka nampak ‘on’ aja setelah hampir 6 jam berenang tanpa henti. Untuk urusan itu memang mereka juaranya hehe… batre double power gan … wajar lah

Berikut adalah hasil jepretan lainnya saat kami hendak pulang menuju rumah πŸ™‚

S0064113S0294158S0224144S0114124S0314169

ULTAH KAKA YG KE-8

Posted on

S0544198 S0514194Baiklah kali ini saya ingin menulis tentang Kaka. Yup aku baru saja pulang dari kelasnya, abis tiup lilin dan potong kue tadi. Hampir sama seperti tahun lalu, namun yang berbeda kali ini Kaka spesial membuat kue yang dibagikan kepada teman-temannya. Bahkan ia sendiri yang memilih dan melipat kemasan kue nya itu. Walau niat hati kepengen Frozen, apa daya stocknya habis maka sudahlah Marsha saja. Dan berikut adalah jepretan saat Kaka bersalaman dan membagikan kue itu :

S0774225 S0714217 S0624208 S0664212yah kok moment tiup lilinnya diliwat???? hehe iya lupa, baiklah ini momen tiup lilin kaka :

S0594204 S0604206dan prok-prok-prok riuh rendah semua kawannya bertepuk tangan… selamat ultah ya Farras. Diantara semua yang memberikan doa dan ucapan selamat, ada beberapa yang menurut saya lucu seperti : met ultah ya, doaku jangan gendut ya! atau selamat ya.. biar masuk sorga πŸ™‚ atau ada juga yang doanya agar si Kaka tambah tinggi … ups klo yang ini mah susah, ya gimana ya genetik… emak bapaknya juga pendek-pendek ya gitu juga anaknya kali ya hehe…

Yang Spesial

Ada keinginan yang besar dari Kaka untuk merayakan Ultah kali ini dengan goody bag. Yah maklumi saja, karena begitu juga kawan-kawannya yang lain (walau tidak sebagian besar melakukan itu). Jadi potong kue dan dibagikan saja tidak cukup di tahun ini, harus ada sesuatu yang dibingkis dan dibagikan. Wal hall saya dan ibunya bersepakat untuk membeli saja kue Ultah yang tidak terlampau besar seperti tahun lalu, karena itu tadi kue ini tidak akan dibagikan ke anak-anak, hanya mungkin ibu guru saja di kelas. Oleh sebab itu pula kemudian kami memilih black forest biasa saja ukuran medium.

Sekira seminggu lalu sang ibu berdiskusi dengan Kaka, bingkisan apa yang cocok dibagikan buat teman-temannya. Lalu Kaka pun bersiap dan berkata lantang ‘Cupcakes saja bu, biar aku yang buat nanti kuenya’ …. kami pun terheran, apa benar dia mau buat??? Haha.. dan kejadian juga kemarin sore, beneran dia buat… mulai dari googling resepnya sampe ngaduk dan manggang. Walau sebatas asisten saja, pekerja utama tetap saja Ibunya ditambah asisten cilik Fafa 02 aka adiknya Kaka… ade Fathir hihi.. heboh dah kemarin sore, dapur berantakan dengan cokelat, terigu, mentega dan sejenisnya… tapi hasilnya maknyus sih katanya, Enyak kata Ade mah πŸ™‚

Ada makna tertentu yang harus diberikan kepada seorang anak tentang peristiwa penting yang terjadi dalam kesehariannya. Apapun itu bentuknya, termasuk didalamnya adalah hari jadi atau Ulang Tahun. Penasaran juga awalnya bagaimana pemaknaan Kaka akan hari jadinya yang ke-8 hari ini. Pagi hari selepas bangun yang tidak biasa itu, dia langsung berkicau… dan hep kami menciumnya lalu memeluknya ‘Happy Birthday Kaka’ .. ditambah dengan doa dan pengharapan kami untuknya. Lalu apa jawaban anak itu.. dia berucap terima kasih dan berjingkrak dengan riang. Selepasnya dia berceloteh panjang, seperti beruntungnya dia dengan bertambahnya usia. Syukur pada Tuhan untuk semua hal, ada ayah ada ibu, Fafa 02 hingga Fafa 03 yang masih berada dalam janin. Tidak banyak janji yang dia ucapkan, hanya pesannya pada kami agar bulan depan, tepatnya Maret tanggal 07 Ade Ultah, dan dia ingin merayakan Ultah Adeknya itu di sekolah… ‘kasian Ade Yah … masa udah 3 tahun belum pernah dirayakan’ ….. ooh sungguh perhatian tulus dari seorang kakak (walao dirumah suka berantem juga ama adeknya itu hihi…).

Lalu apa permintaan Kaka kepada kami??? Sepertinya tidak ada, dia hanya menginginkan sebuah buku dan itu tadi tiup lilin di kelas dan bagiin kue hasil tangannya untuk teman-temannya. Permintaan yang sederhana dan cukup baik, tidak mengada-ngada juga.

Hadiah Ultah

Sebenarnya ada beberapa hadiah dari keluarga di Bandung dan Depok yang sudah dititipkan pada kami, jika dihitung secara nominal yah lumayan juga bisa untuk ngisi full tank xenia selama 3 kali.. eitss tapi ini kan hadiah untuknya… maka lebih elok jika dimasukkan saja kedalam buku tabungan dia. Yups buat bekal dan sekaligus belajar berhemat ya Kak πŸ™‚ dan ada keinginan juga dari kami suatu saat nanti perayaan Ultah itu dilakukan di tempat-tempat tertentu, khususnya mereka yang kurang beruntung – berbagi kebahagiaan gitu.. yah mungkin ditabung saja dulu biar ngumpul agak banyakan jadi bisa nyumbang dan makan bersama rame-rame. Insya Allah tahun depan ya… minimal untuk 30 atau 50 orang anak Yatim. Ini doa loh.. doa kami dan juga Kakak. Semoga terwujud ya .. Amin

Oya sayang jepretannya kalau dibuang, sebagai penutup ini katanya BFF kaka di sekolah 😦

S0754221

Jaksel, 20 Februari 2015