family

Berkah Tuhan

Posted on Updated on

Pada awalnya menjadi orang tua, apalagi dengan jumlah tiga orang anak tak pernah terbayangkan sebelumnya. Tapi pada akhirnya harus dilewati juga proses itu. Anak adalah berkah Tuhan yang dianugerahkan pada pasangan dewasa seperti kita. Siap tidak siap toh kenyataannya ketika mereka hadir sedikitnya menambal sisi luka yang kosong pada diri kita. Beban, bisa juga. Tapi janganlah menganggap demikian, janji Tuhan tak mungkin ingkar. Dalam bentuknya yang lain kesiapan itu berproses mewujud dalam bentuknya yang semakin sempurna. Terus bertumbuh… Syaratnya adalah menerima keberkahan itu dengan lapang dada, menjalani dan mengisinya dengan belaian kelembutan, kasih sayang dan suri tauladan yang bisa mereka contoh. Baik buruknya mereka adalah jelmaan kita, para orang tua. Rezeki mereka adalah apa yang kemudian Tuhan titipkan pada kemampuan kita.

Semoga kita terus bertumbuh menuju bentuknya yang semakin sempurna, atau setidaknya menjadi lebih baik setiap hari. Untuk mereka, aku dan Tuhan yang menitipkannya 🙂

Detos, 24 des’16

Advertisements

Garage Sale Gramedia di Jakarta

Posted on Updated on

ttpivcyxCuci gudang gramedia pertama kali saya dapat infonya dari my bro Aldiano, kebetulan dia memang bekerja di salah satu penerbit buku di Bandung. Tempatnya di caringin katanya. Tadinya saya ingin menyempatkan diri kesana ngajak si Kaka dan Abang. Tapi ga kesampaian juga, ada aja sih alasannya hehe… mulai dari Ibunya yang kini mulai kuliah tiap hari Minggu, jadwal saya beberes rumah tiap Sabtu yang ajaibnya sampe sekarang belum beres-beres juga itu hiks… hiks… hingga jadwal les musik Kaka yang sementara ini juga di hari Minggu. So, weekend menjadi sulit pergi-pergi apalagi keluar kota, sebut saja Bandung. Dan tuntas saja, bulan ini nggak kemana-mana, kecuali sekedar berbelanja bulanan di supermarket, ke pasar Ah Poong dan sisanya di rumah saja menikmati waktu bersama seperti sabtu pagi kemarin membuat lasagna bersama dengan anak-anak.

Nah, tetiba tadi pagi aku melihat notifikasi reply komen ku di page nya bunda Dina. Dan berita yang kucari-cari itu ternyata dia jawab hehe… makasih ya Bunda Dina atas informasinya. Oya bagi kawan-kawan yang niat ikutan juga ngeborong buku, simak nih waktunya di bawah ini :

Acara cuci gudang Gramedia dilakukan di gudangnya.. utk Jakarta, gudangnya ada di Tangsel:
8 – 22 November 2016.
Jam 08.00-15.00 WIB.
Di Kompleks Pergudangan Taman Tekno IX Blok D.12B-15, BSD, Tangerang Selatan.

Cukup jelas kan. Catat ya tempat dan waktunya. Sepertinya saya akan kesana besok, atau paling telat hari sabtu ngajak si Kaka.. dia kan suka baca buku cerita dan sejenisnya. Eh tapi buku pelajaran juga dia lagi perlu sekarang, secara dia udah kelas 4 jadi udah mulai UTS dan UAS, beda waktu kelas 1 sampai dengan kelas 3 yang memang tidak ada ujian di sekolahnya.

So segitu dulu ah, oya sepertinya mulai besok absen dulu buka FB… bosen timeline nya gitu-gitu aja…. fanas dan fenuh fentungan. Aw..

Ah Poong : Weekend nan Murah

Posted on Updated on

img_0754

Ada beberapa tempat menarik sebenarnya di kawasan sentul selatan, salah satunya adalah ‘Ah Poong’. Ini adalah kali kedua kami mengajak anak-anak kesana.Setelah sebelumnya hanya sempat mencicipi beberapa menu makanan seperti Cakue medan dan ice gunung, saat itu tidak banyak spot lain yang kami jelajahi selain naik perahu. Kali ini kami berangkat lebih awal, tak lama setelah sholat ashar. Kebetulan cuaca hari itu cukup bersahabat, jadi sangat pas mengajak anak-anak menjelajahi taman-taman di seputar ‘Ah Poong’ ini.

Cukup 20 menit saja lamanya waktu tempuh dari kediaman kami. Tak mau kesalahan yang sama terulang kembali karena salah memilih area parkir yang ternyata terlalu jauh dari pintu utama ditambah biaya vallet yang cukup mahal, maka sore itu kami memarkir kendaraan di area parkir masjid Andalusia yang terletak di persis sebrang jembatan penghubung menuju pintu utama, persis seperti jepretan diatas.

Karena Fa nomor 3 alias si bungsu sudah bisa berjalan, maka kami bebaskan saja ia berjalan di temani kakak-kakaknya. Setelah memutar kurang lebih 5 menit, kami memasuki pintu utama yang langsung menuju RM Saung Kabayan dan Taman. Karena saat itu kami tidak berencana makan disana, maka skip di bagian pertama dan langsung lanjut kebagian dalam untuk menikmati taman agar anak-anak bisa leluasa berlari dan bermain bola…. dan ini sepertinya lebih mengasyikkan buat mereka hehe…

Di bagian dalam taman hanya ada beberapa area bermain, tapi ini sudah cukup untuk mereka berlari bebas dan bermain kesana kemari. Ditambah cuaca Bogor yang lumayan sejuk maka suasana sore seperti itu sangat cocok digunakan oleh keluarga kecil seperti kami untuk sekedar jalan-jalan keluar rumah non Mall. Dan momen ini juga bisa digunakan untuk saling merekatkan bounding diantara kami, seperti Fa nomor 3 yang sore itu disuapi langsung oleh ibunya sambil bermain di taman yang menghadap danau atau aliran sungai. Maklum saja sehari-hari ia lebih banyak di urusi oleh asisten, maka momen weekend sperti ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik.

Oya berikut adalah momen keseruan mereka disana 🙂

Lepas dari penjelajahan taman dan kegiatan berlari, serodotan dan main bola, tiba giliran si Abang yang merengek-rengek minta naik perahu. Setali tiga uang si Kakak pun demikian. Yo wess mendekati pukul 17.30an kami masuk lebih dalam menuju aneka jajanan dan makanan, dengan tujuan utama naik perahu dan memberi makan ikan di kolam. Dan berikut adalah momen-momen itu.

Well cukup seru kan ??? Yah lumayan, murah dan menyenangkan hehe…. tapi dengan catatan jika tidak mengambil makanan di dalam. So… itu tergantung pilihan saja, mau sekedar main dan menikmati suasana taman dan lain-lain disana, atau dengan makan sekalian.. Fyi saja, sampai dengan saat ini tidak ada tiket masuk loh. Jadi bebas saja jika sekedar ingin bermain saja.

Sekian dulu rangkuman weekend nya.

Salam

Omg Ada HFMD di rumah !!!

Posted on Updated on

img_0236

HFMD adalah kependekan dari Hand, Foot and Mouth Disease atau disebut juga dengan penyakit tangan dan mulut. Istilah kerennya adalah Flu Singapura yang kini mulai marak mendera anak-anak di bawah 10 tahun. Nah kenapa disebut flu singapura dan kok bisa menyerang anak-anak yang bahkan belum pernah sekalipun ke negara tetangga itu??

Yups konon penyakit yang disebabkan oleh virus ini mulai mewabah di negara singapura sebelum tahun 2000an, dan sejak saat itu dikenal dengan flu singapura. Untuk lebih jelasnya apa itu flu singapura bisa di cek di : http://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/ … dan atau http://mediskus.com/penyakit/flu-singapura .. sementara untuk ciri-cirinya bisa di cek juga di http://halosehat.com/penyakit/flu-singapura/ciri-ciri-flu-singapura.

Walau bukan termasuk kedalam kategori berbahaya, penyakit ini cukup mengganggu bagi anak-anak dan penyebarannya cukup cepat. Masa inkubasi jenis virus ini pun bisa kurang dari 24 jam ketika seorang anak telah terpapar sebelumnya. Maka kewaspadaan orang tua tentu menjadi kunci; mencegah tentu lebih baik daripada mengobati.

“Semoga saja si bungsu di rumah cepat pulih ya… merah-merah di sekitar mulut dan luka (mirip sariawan) di dalam mulutnya cepat pulih. Menurut info kunci pengobatannya cukup istirahat di rumah, asupan nutrisi yang baik dan perbanyak minum … kita lihat 3 hari kedepan saja”

 

Lebaran; keluarga dan wisata

Posted on Updated on

Tahun lalu iedul adha klo tidak salah di sukabumi, ada sembelihan dan titipan beberapa kambing yang dilakukan disana. Sejumput kemudian, setahun berlalu tidak berasa memang tahun ini kembali iedul adha menjelang tepatnya tanggal 11-12 september kemarin. Ah… waktu memang tidak bisa dicurangi, bergerak terus linear tanpa bisa disuruh berhenti. Padahal ada keinginan untuk melakukan beberapa hal khusus di lebaran qurban tahun ini, tapi ya sudahlah.. itu tadi dicurangi pun tak bisa. Syahdan akhirnya harus menerima diri, ada kesalahan dan pengaturan yang tidak tepat sehingga hajat itu tidak tunai juga terlaksana di tahun ini. Mohon maap beribu maap 😦

Lebaran Ajang Berkumpul

Sebagaimana biasa, lebaran adalah momen bertemu dan berkumpul antar handai taulan dan sanak saudara. Dan momen ini rupanya begitu sangat dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga besar istri, apalagi bertepatan dengan libur akhir pekan sehingga kemungkinan besar berkumpul dalam satu waktu dan satu tempat dapat terlaksana dengan baik. Puji syukur silaturahmi dan kumpul-kumpul itu terlaksana kemarin. Mengambil tempat di salah satu kawasan penginapan di Bandung atas, momen itu menjadi ajang saling bertemu, bercengkrama dan bertukar kabar. Disamping rutinitas dwi bulanan berupa arisan keluarga yang sengaja dibuat agar tali kekerabatan itu tetap terjaga. Harus ada upaya memang untuk mempertahankannya, tak terhitung banyaknya ikatan kekeluargaan itu yang kemudian melonggar setelah satu atau dua generasi dibawahnya. Kadang agak sulit memang menyatukan ragam kepala dalam satu ikatan keluarga besar seperti itu, belum lagi hadirnya anggota keluarga baru baik itu anak menantu, cucu menantu, keponakan menantu dan seterusnya yang tentu memiliki latar belakang sosial, pemikiran dan latar belakang keluarga yang berbeda. Proses blending kadang mengalami hambatan baik itu dilatarbelakangi oleh keadaan internal masing-masing anggota keluarga baru yang hadir itu, maupun keadaan eksternal berupa penerimaan dari keluarga besar yang dimasuki. Dan ini berlaku untuk kedua belah pihak, baik itu ketika sang suami yang berproses menyatu kedalam keluarga besar istri, maupun sebaliknya sang istri yang berproses menyatu kedalam keluarga besar suami. Akan halnya saya sendiri yang cenderung introvert (saat ini) dan sedikit sulit bergaul dengan orang baru pada awalnya pun mengalami masa-masa sulit itu, namun bersyukur penerimaan yang begitu besar dari keluarga istri membuat masa-masa itu bisa dilalui (prosesnya sebenarnya masih berlangsung hingga saat ini hehe…).

Mulai Perjalanan

Kabar berkumpul pada hari Sabtu sudah kami terima jauh hari sebelumnya. Dan menurut rencana kami berniat pergi pada pagi hari selepas sholat shubuh untuk menghindari macet di perjalanan. Tapi ya itulah, kadang tawaran pekerjaan begitu menggoda untuk dilewatkan. Apalagi orang dengan profesi freelancer seperti saya yang kadang jadwal kerjanya tidak jelas, alias menurut pada kontrak per term yang kadang tidak masuk akal. Seperti kemarin, 4 hari menjelang lebaran ada tawaran dari klien untuk menyelesaikan sedikitnya 5 pekerjaan sekaligus yang harus diserahkan sebelum lebaran. Well buah simalakama, ditolak uang melayang, diterima badan mengawang (karena pasti lembur). Dan tentu saja opsi kedua yang dipilih hihi.. biarlah badan melayang-layang karena ndak tidur yang penting hubungan dengan klien tetap terjaga dan tentu saja isi dompet juga menyala-nyala haha…. amiiinn

Wal hal pengerjaan pun dikebut, dan benar saja sehari menjelang keberangkatan ke Bandung baru 3 pekerjaan yang selesai, sementara sisanya masih sekitar 25% untuk masuk proses rendering, finalisasi dan cetak label. Lembur nih pastinya, dan memang begitulah adanya, Jumat malam pengerjaaan itu dilanjutkan hingga pukul 3 pagi dini hari sabtu. Alhamdulillah jam 10 pagi semua selesai, karena pengiriman harus dilakukan hari itu juga maka layanan Gojek lah yang dipilih. Beruntung memang orang yang hidup saat ini, semuanya dipermudah dengan smartphone. Coba klo pake paket kilat atau bahkan pos, pasti sampai pasca lebaran yang artinya 3 hari kemudian. Salute buat Nadiem Makarim dengan inovasinya 🙂

Kabar Duka

Disaat momen kebersamaan itu terjaga dan terlaksana dengan baik kemarin, terselip kabar duka sebenarnya. Salah satu ayah saya menderita sakit dan dalam proses pemulihan saat ini. Oleh sebab itu di hari pertama lebaran kami menyempatkan datang dan membawa buah tangan untuknya, sepasukan trio Fa pun tentu tidak ketinggalan dibawa serta. Dan seperti biasa, kehadiran mereka membawa riuh. Rumah yang semula sepi karena hanya dihuni oleh kakek dan nenek, menjadi ramai karena kehadiran mereka terutama si bungsu yang kini mulai berjalan dan cerewet berbicara. Oya Doa kami menyertai untuk kesembuhannya Bapak ya. Amiin Yra.

Ke Dusun Bambu dulu ….

picture-020Sebenarnya ini kegiatan yang diluar rencana. Karena sebelumnya memang kami berniat langsung pulang menuju Jagorawi selepas hari kedua lebaran, melalui rute Cimahi/Tol Padalarang langsung dari Lembang tanpa harus ke Bandung terlebih dahulu. Mengingat arus balik yang diprediksi terjadi mulai pukul 12 siang hari senin lalu. Namun tiba-tiba saja terlintas dalam kepala untuk menutup liburan lebaran kali ini dengan membawa anak-anak ke tempat wisata terlebih dahulu. Apalagi jalur Kolonel Masturi menuju Cimahi juga saat itu sudah mulai padat merayap, lebih baik singgah dulu dan memanfaatkan momen kebersamaan ini dengan kegiatan bersama dan bermain dengan anak-anak. Toh belum tentu minggu depan ada waktu luang lagi.

Sekira 10 menit perjalanan dari Villa Istana Bunga, tempat kami menginap, ada satu objek wisata menarik yang bernama Dusun Bambu. Melihat jalur jalan yang juga semakin padat, akhirnya kami memutuskan untuk singgah dan bermain saja disana sebentar. Sekalian memupus rasa penasaran juga akan objek wisata ini hehe… dan minimal ada bahan juga buat si Kaka seputar aktivitas liburannya kali ini, biasanya dia ada tugas membuat jurnal. Dan rasanya wisata alam ini cocok untuk dijadikan sebagai bahan tulisan dan sekaligus menambah informasi pembendaharaan pengetahuannya.

Jarak dari jalan raya kolonel masturi yang kami lalui, dusun Bambu terletak sekitar 10 menit memakai kendaraan kearah atas. Tapi jangan khawatir, jalur yang dilalui cukup nyaman dengan kondisi jalan beraspal dan cukup untuk dua arah mobil berlawanan. Tiket masuk mobil ke tempat ini sebesar Rp. 15.0000,- yang terbagi kedalam dua pintu masuk utama P1 yang terletak di gate utama dan P2-3 di gate sekunder yang jauh lebih ke atas. Total luas area Dusun Bambu konon mencapai 15.000 hektar, namun jangan khawatir dengan jalur yang naik turun dan jauh, pengunjung disediakan mobil penumpang yang menjemput mulai dari pintu masuk baik di P1 maupun P2 menuju lokasi ‘kaulinan’ playground dan restoran. Oya di pintu masuk utama pengunjung dikenakan biaya masuk Rp. 20.000/orang disamping biaya mobil atau parkir tadi.

Memasuki area dusun bambu yang begitu luas anda akan dihadapkan pada ragam pilihan, mulai dari arena permainan dalam kampung kaulinan (ATV, Air Soft Gun dll) dengan biaya atau tiket yang berbeda-beda, hamparan bunga yang beraneka ragam, air terjun dan sungai kecil (gratis karena sudah termasuk wahana umum yang dibayar saat pintu masuk tadi), restoran atau saung klasik ala sunda di atas danau hingga playground dan rabbit park yang bisa dinikmati oleh si kecil dengan biaya masuk Rp. 50.000/anak + pendampingnya.

Untuk tempat makan, Dusun Bambu menyediakan dua tempat utama plus satu tempat tambahan berupa food court; Makan di tepi danau yang berbentuk saung di atas dan tepi danau yang juga dilengkapi dengan perahu, Restoran dengan ornamen Bambu yang cukup besar lengkap dengan live musik, dan pusat jajanan atau food court yang terletak di tepi area playgorund. Silahkan dipilih saja sesuai keperluan dan sesuai dengan kantong juga hehe.. karena harganya relatif agak mahal disini. Bagi keluarga yang datang bersama anak-anak, tentunya memilih jajanan camilan atau sekaligus makan berat di sekitar area food court tentu lebih pas, karena sekalian dapat mengawasi aktivitas anak yang bermain di area playground atau rabbit park. Seperti kami yang hanya membeli semangkok pempek, minuman segar dan es krim saja 🙂

Kepulangan

Jika ditanya berapa jam waktu yang dibutuhkan bagi anak-anak untuk bermain, maka jawabannya dapat tak berhingga. Oleh sebab itu kami membatasi mereka bermain hanya sampai jam 1 siang, itupun tetap ngaret dan akhirnya baru beres jam 2 siang dengan negoisasi alot terutama dengan si abang, Fa nomor 2. Praktis jam 2.30 kami baru turun, dan sudah bisa diduga jalanan semakin padat… hingga tiba di Pintu tol Padalarang pun tidak jauh berbeda. Di dalam tol anak-anak tertidur dengan lelap, hingga kemudian terbangun pukul 18.00 sore saat kami memutuskan keluar di pintu tol purwakarta untuk sekedar istirahat dan makan rapelan – makan siang sekaligus malam – di rumah makan sunda Sambel Hejo dan Sambel Dadakan (shsd) yang lokasinya persis disamping ciganea. Oya rumah makan ini sebenarnya rekomendasi lama salah satu om kami, dan benar saja… setidaknya menurut si kakak Ayam basah yang menjadi ciri khas rumah makan ini adalah makanan terenak dia sepanjang hidupnya … (halah… kadang suka lebay dia hehe… )

Dan pada akhirnya kami tiba di rumah pukul 20.30 malam, lumayan lah padalarang-citayam 6 jam setengah hahaha… pegelnya masih kerasa di leher dan pinggang

Memaknai Kemerdekaan

Posted on Updated on

Baiklah ini pertanyaan yang saya rasa cukup sulit, apalagi bagi anak-anak; sebut saja balita. Pun demikian bagi kita selaku orang dewasa. Tapi ritualnya tentu saja ada tiap tahun dan dirayakan secara semarak tiap tanggal 17 Agustus. Maka ketika menyebut tanggal 17 itu sebagai peristiwa bersejarah, tentu anak-anak keleyengan (bukan situs penyebar berita hoax itu ya yang ini … www. tit .. keleyengan.com), dahi berkerut dan susah menjelaskan apa arti merdeka, terjajah dan sebagainya. Yang terbayang pertama kali tentu saja ketika disebut tanggal 17 itu ya tidak jauh-jauh selain lomba hahaha….

Maka berikut ini adalah gambar-gambar yang sempat saya ambil saat si abang, Fa nomor 2 ikut ambil bagian menyemarakkan kemerdekaan dua hari lalu :

Well, terasa cukup meriah bukan … walo hanya diisi oleh sebagian saja warga penghuni komplek??? Maklum saja di komplek tempat kami tinggal masih saja ada warga yang mengkotak-kotakan diri, ya seperti ini ndak mau turun dan bergabung hanya karena panitianya bukan sohibnya.. atau bahkan malah ada yang merasa OKB sehingga tidak mau tuh gabung dengan warga lainnya…

Ya sudahlah, rupanya kemerdekaan itu membuat mereka terkotak ya. Coba ada musuh bersama, penjajah misalnya, mungkin ceritanya lain hihi… Ya sudahlah yang penting Merdesa… eh Merdeka !@!!@

Belajar Lagi Menjadi Orang Tua

Posted on Updated on

DSCF6727Tadinya saya mau melanjutkan diary yang tertunda yaitu lanjutan tulisan perjalanan kami saat berlibur di tahun baru 2016 kemarin. Tapi saat pertama kali membuka blog ini muncul notifikasi beberapa tulisan menarik yang sangat sayang untuk dilewatkan. Umumnya tulisan itu dibuat di minggu pertama januari dan muncul di jendela blog saya (tentunya blog yang sudah menjalin pertemanan dengan saya).

Seperti tulisan Pak Dahlan Iskan tentang DR. Ir Suyoto yang bekerja di perusahaan Jepang dan ingin kembali mengabdi di BUMN (dalam negeri), lalu Bambang Trim tentang pentingnya literasi dengan mengutip puisi Taufik Ismail ‘mengapa Indonesia Nol dalam kewajiban membaca buku untuk para siswa/i sekolah’, masalah gagal move on dari blog kapriliyanto yang selalu segar dan lucu hingga tulisan bunda Dina tentang Daud VS Goliath dan pendidikan kewirausahaan bagi anak. Bagi saya tulisan-tulisan itu sangat positif dan menebar inspirasi serta pengetahuan. Namun demikian, ada satu tulisan yang secara pribadi membuat saya tertegun dan merasa bersalah. Tak lain adalah tulisan Bunda Dina tentang ‘mendidik anak agar memiliki sikap yang erat dengan kegiatan wirausaha’. Penekanannya bukan pada wirausaha tapi kepada sikap-sikap anak kita yang ingin kita bentuk secara positif kelak.

Berikut adalah point terpenting dalam tulisan bunda dina tersebut (yang akhir-akhir ini saya lupakan) :

1. Resiliensi (daya tahan).
Cara: biarkan anak mengeluarkan isi hatinya, jangan direndahkan apa yang dirasakannya.

Entah mengapa akhir-akhir ini saya sering cepat meletup secara emosi yang pada akhirnya membuat anak-anak tidak bisa mengeluarkan isi hatinya (sikap saya yang kadang acuh tak acuh ketika mereka bercerita)

2. Inovasi dan kreativitas
Cara: biarkan anak bermain dan berekesplorasi (tapi jangan main game melulu, carikan jenis permainan yang bervariasi)

Kadang untuk membuat anak terdiam dan tidak mengusik kegiatan kita, cara yang termudah adalah berikan caja gadget dan biarkan mereka main games sepuasnya. Cara ini tentu saja salah, tapi apesnya sering saya praktekan akhir-akhir ini.. 😦

3. Kerja keras
Cara: didik anak mandiri dengan memberi mereka tanggung jawab dan menyelesaikan pekerjaan

Ada kalanya anak memang memerlukan latihan, dimulai misalnya dengan tanggung jawab sederhana mereka dalam menyiapkan barang-barang untuk ke sekolah, merapikan tas, baju dan sepatu ketika pulang ke rumah, membersihkan serak nasi setelah makan dll. Tapi adakalanya (dan ini sering terjadi) saya memilih membersihkan sendiri atau menyuruh mpok (asisten RT) untuk membereskan dengan dalih agar anak-anak tidak lebih membuat berantakan atau muncul kegaduhan baru. Padahal cara ini salah, ujungnya mereka akan manja dan tidak memiliki kemandirian dan tanggung jawab menyelesaikan persoalan

4. Keingintahuan:
Cara: dorong anak untuk memulai hobi baru, ajak ke berbagai tempat yang mungkin bisa menginspirasi (workshop, museum, dll)

Beberpa minggu terakhir di setiap weekend saya malah leyeh-leyeh saja, padahal hanya diwaktu itulah anak-anak memiliki waktu senggang dan bisa bercengkrama 24 jam dengan orang tuanya.

5. Percaya diri.
Cara: dorong mereka memberikan pendapat, beri kesempatan untuk mengambil keptusan sendiri (lalu didampingi, tentu saja; terutama kalau keputusannya beresiko; apapun hasil dari keputusannya, itu akan jadi pengalaman baginya).

Saya sering memotong pembicaraan mereka dan tergesa-gesa langsung pada kesimpulan (bukan mereka yang menyimpulkan tapi saya yang memaksakan sudut pandang saya)

6. Empati
Cara: hormati kepribadian dan pendapat anak, agar dia juga belajar untuk menghormati dan memahami orang lain

Ini betul, harusnya seperti itu. Tapi terkadang lagi-lagi selalu lupa…. kita lebih memilih bahawa ‘pokoknya klo kata ayah/ibu begini kamu harus nurut ya .. bla-bla-bla’

7. Optimisme
Cara: optimisme itu ‘menular’ jadi ortu pun harus jadi pribadi yang optimis, biasakan berpikir positif, dan bacakan kisah-kisah sukses orang lain

Saya juga lupa membelikan mereka buku lagi dan atau menceritakan atau menunjukkan sumber bacaan yang baik tentang kekgigihan dan kesuksesan tokoh-tokoh yang patut dijadikan teladan.

8. Sedekah
Pengusaha yang sukses harus punya visi “kebaikan untuk bersama” (bukan keuntungan sebesar-besarnya untuk diriku). Jadi latih anak untuk berbagi dengan teman, saudara, tetangga, terutama yang kekurangan.

***

Menjadi orang tua itu memang tidak ada sekolahnya. Kegiatan belajarnyapun berlangsung sepanjang masa. Tak pernah berhenti …. mumpung mereka masih dalam kategori anak (yang sebentar lagi menginjak remaja) masih ada waktu tentunya untuk merubah sikap dan memberi teladan yang baik untuk mereka.

Hayu ah belajar lagi hehe…

Tour Jogja Mengesankan

Posted on Updated on

DSCF6742
Aku dan Fa nomor 3 saat hendak menaiki puncak Candi Borobudur di Magelang (yang ngambil photo ini si kaka aka. Fa nomor 1)

Ini adalah perjalanan pertama dan terjauh kami (saya) menggunakan kendaraan (moda transportasi darat dan menyetir sendiri) hehe.. Maklum anak-anak masih kecil, sementara istri juga belum mahir menggunakan kendaraan roda empat. So, tanggung jawab supir menjadi tugasku sendiri. Jika ditanya melelahkan?? Ah.. tidak juga mas bro n sista, assik-assik aja. Sepanjang perjalanan kami cukup menikmati, beristirahat pula beberapa kali untuk sekedar makan, menghirup udara segar, menenangkan gejolak di kursi belakang yang mulai memanas (Fa nomor 1 yang berebut mainan dengan Fa nomor 2), memberi makan si bungsi Fa nomor 3 yang mulai kelaperan atau sekedar memenuhi panggilan alam; kebelet hehe.. untuk urusan yang terakhir ini klo dijumlahkan kayaknya lebih dari 20 ribu selama perjalanan kami dari masuk pintu tol Jagorawi dan sampai di Jogja (wah yang punya toilet umum di musim liburan gini marema nih, panen duit pipiw… )

Perjalanan dimulai Pukul 04.00 menjelang shubuh. Tadinya kami berencana berangkat hari minggu pagi, namun karena badan yang terlalu capek setelah mengerjakan 5 editan pekerjaan sekaligus selama satu minggu. Maka saya memutuskan beristirahat dulu di hari Minggu itu dan memulai perjalanan di hari Senin pagi… biar lebih fresh badannya. Karena segala macam perlengkapan sudah dipacking dan dipersiapkan dua hari sebelumnya, maka di pagi itu kami tidak terlalu repot mengurusi ini dan itu. Apalagi mba yang biasa membantu di rumah juga pulang kampung, atau tepatnya diberhentikan karena kelalaiannya terhadap waktu (intinya sih dia lagi mabok cinta dan lupa akan tugasnya.. makanya pulang aja deh biar dikawinin dulu ama ema bapaknya !!!)

Selama perjalanan di dalam tol jagorawi-cikampek-purbaleunyi, tidak mengalami kendala berarti. Jalur ini memang jalur umum yang sering kami lewati jika hendak ke Bandung. Anak-anak juga nyaman tertidur di posnya masing-masing; Fa nomor 1 di paling ujung dengan bantal, selimut dan dua boneka pinky pai nya, Fa nomor 2 di kursi paling tengah dengan gagah mengangkang tanpa selimut dan bantal (dasar ya anak cowok mah beda hehe…) dan Fa nomor 3 ada di sebelah kemudi, tertidur pulas diatas kasur portable yang tak lain adalah perut ibunya sendiri yang penuh dengan lemak wkwkwkkkkk…

Pukul 07.00 kami sampai di rest area dekat pintu tol Cileunyi. Trio Fa terbangun dengan sendiri saat kendaraan berhenti. Oya saya memutuskan mengambil rute Selatan tidak Utara karena ingin santai saja berkendara. Rute selatan memiliki kesan tersendiri; jalurnya berbukit, penuh pemandangan alam dan banyak tempat berhenti yang bisa disinggahi. Sementara jalur utara walau jalannya lebar dan luas, rasanya saya tidak terlalu familiar dengan daerah itu. Belum lagi saat cuaca panas dan debu dari truk dan bis besar. Oleh sebab itu jalur selatan rasanya pas untuk keluarga kecil kami; dengan tiga anak kecil lengkap dengan tetek bengeknya.

Kondisi Selama di Perjalanan (20 Jam perjalanan sampai Jogja)

Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, ada baiknya anda melihat apa yang terjadi didalam mobil jika membawa anak kecil dengan perjalanan jauh berjam-jam 🙂

Fafafa
Sedikit chaos di tengah perjalanan yang bikin assik dan mengesankan tour kemarin hehe…

(bersambung)

 

 

 

 

 

Wisata Ah Poong; Sedikit Rehat ‘Ademin’ Kepala

Posted on Updated on

Tanpa rencana sebelumnya kami tiba juga di pasar Ah Poong kemarin sore. Awalnya cuma sekedar makan siang atau sore diluar. Rencana awal belanja kebutuhan di rumah ke sentul city sekalian makan disana. Eh .. pas bunderan kawasan sentul ada plang gede Pasar Ah Poong… ya udah deh kita belok kanan dan tara dalam waktu kurang dua menit sampai di pelataran parkir valletnya.

Kepala Ngebul

Beberapa waktu belakangan ini saya disibukkan deadline beberapa editan yang harus tuntas sebelum tanggal 27 Desember. Mulai dari pengerjaan kalender, liputan presscon Nivea, QBE insurance hingga beberapa pesanan Wedding Organizer yang biasanya rutin dikerjakan tiap bulan. Akibat aktivitas yang terus menerus, komputer ngadat tiga hari lalu. ‘Wah mabok juga nih akhirnya hehe…’ dan solusinya nambah VGA dan RAM. Its so simple, tapi lumayan juga nyedot anggaran yang semestinya dipakai untuk liburan akhir tahun nanti ke Jogja (baru rencana ini hihi).

Dan ternyata yang mabok bukan cuma itu kompi, kepala juga terasa muter-muter kemarin… panas dah overheat kali. Wal hal memang butuh sedikit rehat, sekedar memanfaatkan waktu  yang ada untuk istirahat dan menghibur diri. Berhubung anak-anak juga sudah libur sekolah, maka nggak bisa dong selfish pergi sendiri. Akhirnya ya memang harus rame-rame dengan mereka. Dan pasar Ah Poong sentul city bisa dibilang pilihan tepat.

Tiba di Lokasi

Kurang dari jam 4 sore kami tiba di lokasi. Pelataran parkir yang sangat penuh membuat kami kesulitan untuk mencari lahan parkir. Mau nggak mau ya yang tersisa parkir vallet… yo wes deh kami parkir mobil disana (walo agak mahal juga tarifnya hehe… 25 rebu).

Perlu diketahui entry ke dalam pasar Ah Poong sama sekali tidak dikenakan tarif alias bebas-bebas aja. Pengunjung bebas menikmati pemandangan dan nuansa yang cukup bagus kapanpun (selama dia buka ya tentunya). Mau poto-poto juga bebas, yang paling menarik itu di atas jempatan; cukup banyak jembatan disini mulai dari jembatan biru, jembatan gantung yang bergoyang, jembatan muter-muter hehe dan jembatan satu lagi yang susah klo saya beri nama 🙂

Seperti kami yang langsung klik insting ‘kekiniannya’ dengan mengambil poto diatas jembatan pertama pintu masuk

Oya bagi anda yang membawa serta bayi dan kereta dorongnya atau nenek uyut sepuh yang memakai kursi roda, jangan khawatir sulit untuk masuk kedalam area Ah Poong. Karena jalur kawasan ini rupanya didesain ramah terhadap pengunjung dengan membuat dua jalur bagi pejalan kaki (dengan tangga) dan jalur untuk roda yang lurus sehingga mudah bagi keluarga yang membawa kursi atau kereta dorong.

Di bawah jembatan terhampar luas kali atau sungai yang bisa kita masuki secara bebas juga. Letaknya persis di bawah antara tempat jajan (foodcourt) dan jalur pejalan kaki atau pintu keluar. Kami pun tidak melewatkan momen ini untuk sekedar berpoto-poto ria, sementara Ibunya anak-anak ditugasi mengantri makanan. Oya transaksi di tempat ini menggunakan kartu ya, jadi kita diharuskan mengisi deposit terlebih dahulu di kasir untuk membeli makanan yang tersedia di dalam area pasar Ah Poong. Oya dibawah ini adalah beberapa poto yang saya ambil bersama anak-anak :

Selepas assik main di kali, lalu menjelajah ke seluruh area kawasan ini seperti tempat pembuatan madu, bazaar eco park dan taman-taman yang terletak di pintu depan dekat parkir utama kami pun santap sore; dimulai dengan Cakwe medan  yang big size itu lengkap dengan bumbunya yang enak (Rp. 11.000/pc), pempek palembang (Rp. 33.000/porsi), bubur singapore (Rp. 17.000/porsi), rosted chicken/bebek (Rp. 32.000/porsi) dan ditutup dengan Snow Ice atau es krim salju seperti terlihat di gambar di bawah ini :

WP_20151224_016

Kegiatan kemarin ditutup dengan menaiki perahu dayung yang terletak di bagian atas atau ujung pasar ah poong. Oya khusus untuk perahu ini sang pendayung, yang berasal dari warga sekitar tidak mematok tarif pasti berapa. Hanya keridhoan saja dari para pengunjung untuk memberi uang tips, bisa 5 rebu, 10, 20 bahkan 50. Kami sendiri kemarin memberi uang dayung 20ribu saja, ya lumayan lah berlima mengelilingi sungai dengan formasi lengkap termasuk si kecil yang baru berusia enam bulan. Tak ketinggalan dayung mendayung ini pun ada potonya hehe…

Kurang lebih 3 jam kami berada disana. Cukup terhibur juga, apalagi anak-anak yang mulai BT karena sudah hampir seminggu di rumah saja ndak kemana-mana hehe….

Jam 7.30 kami keluar dari area dan kembali ke rencana awal untuk membeli beberapa kebutuhan pokok di rumah seperti cemilan, susu cair, kue, sabun dll. Tepat pukul 10 malam kami tiba di rumah, dan saat ini – pagi keesokan harinya saya kembali pada tugas semula. Duduk di depan komputer melanjutkan editing liputan Nivea cares for family Bandung… eits bukan denk nulis blog dulu baru lanjut ngedit nanti hehe…

Pabuaran, 25 Des’15 saat Natalan

 

Dino Yang Baik

Posted on Updated on

dino yang baikJangan terkecoh dengan judulnya .. yups ini sama dengan film God Dinosour yang itu hehe.. konon ini adalah film pertama dengan dwibahasa. Artinya Dino Yang Baik adalah God Dinosour yang sudah di alih suarakan kedalam Bahasa Indonesia.

Yups weekend kemarin kiddos pada ngajakin nonton ini film, setelah sebelumnya mereka terbuai oleh iklan yang rajin tayang di TV terutama si Abah yang kini sudah masuk usia TK. Yo wess lah mumpung libur juga, akhirnya jadi deh kita nonton yang jam 12 siang. Tapi sayangnya kita sampai di Studio 21 Cibinong City Mall (CCM) jam 12.30, artinya film sudah diputar 30 menit yang lalu. Hadeuh… kiddos langsung pundung… Ini gegara lahan parkir di CCM yang kecil dan sempit hingga tak mampu menampung pengunjung yang biasanya membludak di hari libur. Bayangkan, kita datang jam 11.45 … setelah itu muter-muter kesana kemari hanya untuk mencari tempat parkir yang kosong. Dan ini bukan kejadian pertama kali, sebelum-sebelumnya juga begitu. Entah kenapa dengan Mall ini, apa salah desain sebelumnya atau memang tidak menyangka sebelumnya akan antusiasme warga yang bakal datang kesana. Hanya mereka dan Tuhan lah yang tahu 🙂

Untuk menghindari pundung yang bisa memuncak ke para kiddos, maka alternatif kedua adalah pindah lokasi. Kebetulan ada yang dekat, Platinum Cineplex Cibinong Square… walo memang sih secara kekinian ini mall sudah berumur dan kalah pamor dengan CCM. Tapi demi menyelamatkan biduk kiddos yang mulai pundung, ndak apalah. Kebetulan jam tayang disana dimulai jam 13.00 .. so, pas kan.

Selepas membeli tiket dan free jagung berondong .. hehe.. ada yang tau kan jagung berondong itu apa… yups popcorn lah kerennya mah. Dengan dua rasa keju dan vanilla, kami memilih setengah2 diantara keduanya. Tak lama kemudian pintu teater 2 dibuka, dimulai dengan announcement dari speaker yang terdengar sember dan tidak enak didengar itu .. hehe.. jika dibandingkan dengan suara Ibu Maria Untung yang dulu suka ada di XXI rasanya bagai langit dan bumi ini suara. Tapi ya sudahlah.. apa arti suara yang penting bisa nonton rame-rame.

Dan taraa… begitu kami masuk ke dalam studio tampilan screennya redup, nyaris ndak berwarna. Padahal sekarang kan jamannya tampilan HD yang warnanya begitu menyala dan terang, tapi ini kok beda ya. Dan tak berapa lama kemudian film pun ditayangkan, lampu dimatikan. Sementara layar tak berubah signifikan, tetap gelap dan kurang berwarna. Tata Audio pun hanya terdengar kencang di bagian depan, sementara kanan dan kiri juga belakang nyaris tidak terdengar. Wal hal nonton kemarin terasa hambar dan kurang puassssssss …. Tapi ya klo Kiddos sih seneng-senang aja, yang penting mereka mah bisa bareng2 dengan Bapak Ibuknya di hari libur hehe..

So, kesimpulan pertama nggak lagi deh nonton di Platinum, mending XXI saja hehe…

Tentang Film

dino yang baik2Jujur saja di tengah film saya sempat tertidur, klo tidak dibangunkan dengan suara ribut si Abah yang minta popcorn lagi mungkin saya bisa tidur sampe film usai. Walo tidak kering-kering amat, film ini cukup menghibur dan memberi pesan yang baik. Tapi tetap saja jika dibandingkan dengan inside out kalah kelas. Ini sudut pandang saya sih, orang lain tentu bisa berbeda. Si kaka pun demikian, buktinya kemarin di Dino Yang Baik ia sampai menangis, terutama saat Arlo membuat lingkaran keluarga ketika ia berhadapan dengan Spot… sedih katanya hehe…

Secara umum yang bisa ditangkap dari film ini adalah perjuangan menjadi dewasa (kisah Arlo yang dimulai saat ia kehilangan Ayah dan terdampar). Lalu persahabatannya dengan sang musuh diawal film (Spot atau manusia yang dalam film ini lebih rendah kebudayaannya dibandingkan Dino) dan Perpisahan… pilihan untuk terus bersama atau merelakan sahabat terbaiknya menyatu kembali dengan keluarganya.

Overall film yang sangat menghibur dan mudah dicerna oleh anak-anak. Beda dengan Inside Out yang tidak habis-habisnya si Kakak bertanya ini itu hingga saya kehabisan kata untuk memberi penjelasan 🙂