Month: August 2017

Hujan Bulan Juni

Posted on

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
― Sapardi Djoko Damono ―

hujan_bulan_juni

Pertama kali membaca kalimat puisi diatas adalah saat duduk di kelas 2 SMU, kira-kira belasan tahun lalu. Salah satu senior saya yang sudah berkuliah di ITB memang gemar membaca buku dan menulis. Jejak tulisannya itu kadang saya bisa baca melalui layar komputer yang saat itu boleh dipergunakan oleh siapapun. Terus terang saja, senior yang satu ini menjadi idola saat itu, kaum hawa pastinya. Tapi tidak sedikit juga yang menjadikannya panutan baik karena sikap, pribadi dan pemikirannya … dan ini lelaki… salah satunya saya hehe…

Beberapa bulan kemudian, salah satu puisi yang ditulisnya di komputer itu saya ketahui buah tangan penyair ternama Indonesia, Sapardi Djoko Darmono dan judul puisinya adalah ‘Aku Ingin’. Penelusuran lanjutan kemudian mengenalkan puisi-puisi terkenal lainnya, yaitu ‘Hujan Bulan Juni’ berikut petikannya :

“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”

Pada puisi Aku Ingin, pertama kali diterbitkan pada tahun 1963 di koran Suara Pembaruan (atau salah satu surat kabar yang ada di Jogja – menurut penuturan sang pencipta). Puisi kedua berjudul Hujan Bulan Juni, dibuat pada tahun 1989 yang artinya sudah berpuluh tahun lalu puisi ini dibuat dan tak lekang oleh waktu. Sampai saat ini masih banyak yang mengutip atau bahkan menjadikannya alat untuk merayu gebetannya hehe…

Terlebih ketika dua puisi indah ini kemudian dibuat lagunya (dan dinyanyikan) oleh duo pasangan Ari Reda yang begitu mendayu dan enak didengar itu. Maka semakin populerlah bait puisi tersebut (yang penasaran sila dilihat lewat yusup eh salah youtube maksudnya). Dan setelah di tahun 2015 lalu, sang empunya puisi menulis Novel dengan judul yang sama ‘Hujan Bulan Juni’ maka di bulan Agustus ini, akan tayang versi Layar Lebar dan novel tersebut. Sepertinya alur cerita akan setia pada novelnya, dengan pengembangan dan dramatisasi khas sebuah film. Tidak sabar memang untuk segera menyaksikan versi live nya. Oya film ini diproduseri (eksekutif) oleh Tina Talisa dan dibintangi oleh Adipati Dolken (Sarwono) dan xxxx anaknya oce kaligis itu loh (sebagai Pinkan).

Saat tayang nanti di bioskop, akan terasa cocok mengajak mantan pacar …. eits bukan mantan yang pas SMU dulu ya tapi mantan pacar yang kini jadi ibunya anak-anak lah pastinya, si yayang tercinta hehe…

Advertisements