Month: January 2017

Membagi Waktu

Posted on Updated on

index Menyiasati bertumpuknya pekerjaan; baik itu yang bersifat pribadi maupun pekerjaan kantor memang tidak lain selain menyegerakannya, tidak menunda dan membuatnya bertumpuk. Selain itu menyusun prioritas juga tidak kalah pentingnya. Menunda bisa saja dilakukan, tentu dengan menyegerakan tugas lainnya yang harus ditunaikan. Jika menunda dalam pengertian menghentikan seluruh aktivitas, kemudian memilih hiburan dan menghabiskan waktu dengan bersenda gurau tentu akan membuat sekian tugas pekerjaan itu menumpuk nantinya. Oleh sebab itu komitmen pada diri untuk menyegerakannya adalah kunci utama membagi waktu tersebut.

Waktu reguler yang kita miliki berada pada rentang hari senin-jumat, dominasinya terletak pada penuntasan pekerjaan kantor. Sukur-sukur di sela waktu itu, masih tersedia waktu untuk menuntaskan pekerjaan lainnya, bisnis sampingan misalnya …diluar waktu yang harus mendapatkan tempat pula dalam keseharian kita, yaitu keluarga; anak, istri dan suami. Waktu lainnya tersisa di hari weekend – sabtu dan minggu. Dua hari ini mutlak menjadi milik kita, menjadi orang merdeka hehe… Me time bisa berada di rentang waktu ini, atau memilih menghabiskan dengan keluarga juga menjadi hiburan dan sarana merekatkan bounding yang menarik. Aktivitas yang dipilih bisa melakukan travelling bersama-sama, wisata kuliner, wisata edukatif dan lain sebagainya.

Akan halnya saya – orang biasa sebagaimana umumnya, yang juga terikat diantara waktu-waktu diatas, menjalani rutinitas harian sebagaimana gambarannya sudah tertulis pada kalimat pembuka. Walau masih banyak waktu tersisa dan kosong yang sebenarnya masih bisa produktif, namun kadang menunda, malas mencoba, tidak berani mengambil resiko masih menjadi kendala utama. Padahal diantara sekian agenda kegiatan harian yang wajib dilakoni, masih tersisa sekitar 40% waktu yang masih kosong diluar waktu istirahat.

Mari memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mumpung masih diberi waktu 🙂

– kantor, akhir januari 2017 –

Bekerja sendiri, atau Bekerja

Posted on

Berhubungan dengan orang, dalam pengertian bersosialisasi membutuhkan seni tersendiri; seni berbicara, mengolah tubuh, mimik, hingga gesture. Konon bahasa non verbal lebih jujur berbicara dari bahasa verbal, yang manipulatif dan sarat pencitraan. Kemampuan mengolah tubuh, gesture, mimik dan pengolahan kata hanya mungkin didapat dari proses latihan, praktek.

Bagi mereka yang memang terbiasa individualis, bekerja sama dalam tim kadang terasa berat. Bukan pada aspek pencapaian kinerja (dalam dunia pekerjaan), namun lebih kepada blending, menyatukan cara bergaul, cara berpikir, kedalam pola interaksi dinamik. Bagi yang tidak terbiasa berada dalam satu lingkungan dengan beberapa orang lain dalam kurun waktu yang lama, menyatu dan menjadi ‘mereka’ tidaklah mudah. Disitu ada kebiasaan, ada ego, ada kepentingan yang berbaur bingung menjadi satu. Apalagi bagi mereka yang harus keluar dari zona nyaman ‘serba sendiri’ lalu masuk kedalam lingkungan baru dunia pekerjaan, yang formalis, dan struktural. Tentu ini membutuhkan proses belajar yang tidak sebentar.

Terus terang saja, ini saya alami sendiri… Saat ini. Ada rasa tidak nyaman memang, tapi sebagai makhluk sosial tentu kita harus mau belajar dan masuk kedalam lingkungan sosial yang baru. Keluar dari zona aman, mutlak diperlukan. Ini perlu perjuangan, tapi bukan tidak mungkin dilakukan. Penerimaan sosial adalah hal yang harus didapatkan kemudian, lalu menyatu dan bersama-sama menunaikan tugas yang menjadi bidang pekerjaannya. 

Menyatu dalam dunia pekerjaan mungkin berbeda menyatu dalam penhertian berkuliah, dan atau berada dalam satu organisasi non profit/sosial. Ada penugasan, ada senioritas, ada etika atasan, ada solidaritas dan ada kecakapan pribadi yang harus ditunjukkan sebagai bentuk tanggung jawab. Bukan saatnya belajar lagi mencoba seperti masa berkuliah dahulu, sebab saat ini semua sudah selesai. Apa yanh dimiliki sebagai bentuk skill maka itulah yang diberikan.

Semoga saja dalam waktu yang tidak terlalu lama, proses penyatuan itu berhasil dan membuahkan hal positif, untuk saya pribadi tentunya.

FUNGSI DASAR PEMERINTAHAN DAN PENERAPANNYA DI INDONESIA

Posted on Updated on

Masih dalam seri tugas kuliah, kali ini saya mengangkat tentang materi kuliah di semester awal Ilmu Pemerintahan mengenai fungsi dasar pemerintahan. Monggo

 

Pengertian Umum Pemerintah

Tugas ini di buka dengan menjelaskan terlebih dahulu pengertian Pemerintah secara umum. Pertama adalah pengertian Pemerintah dalam arti luas, sebagai organ-organ, badan-badan, atau lembaga-lembaga, alat-alat perlengkapan Negara atau aktivitas untuk mencaai tujuan negara. Semua lembaga itu adalah yang terdiri dari lembaga-lembaga trias politica. Pemerintah dalam arti sempit hanyalah eksekutif atau bestuur saja.

Pemerintahan dalam arti luas adalah segala kegiatan yang teroganisir yang bersumber pada kedaulatan dan kemerdekaan, berdasarkan dasar negara, mengenai rakyat atau penduduk dan wilayah negara itu demi tercapainya tujuan negara. Dalam arti sempit adalah segala kegiatan, fungsi, tugas dan kewajiban yang diajarkan yang dijalankan oleh lembaga eksekutif untuk mencapai tujuan negara.

 

Tujuan dan Fungsi Negara

Tujuan negara adalah suatu sasaran yang ingin dicapai yang terlebih dahulu sudah ditentukan, bersifat abstrak dan ideal. Fungsi menunjukan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan, fugsi bersifat real dan konkrit.

Tujuan dan fungsi ini sangat sekali hubungannya, sebab tujuan tanpa fungsi adalah steril,hanya merupakan suatu impian karena tidak akan terealisir. Sebaliknya, fungsi tanpa tujuan adalah mustahil, sebab segala kegiatan yang dilakukan pasti didasarkan pada suatu tujuan tertentu.

Contoh, setiap orang yang ingin mendirikan perusahaan tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Fungsinya adalah kegiatan untuk menghasilkan barang / jasa yang diperlukan oleh konsumen.

Dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi negara, hanya fungsi yang ethis dan yang secara moral dapat dipertanggungjawabkan sajalah yang dapat berhasil mencapai tujuan, bila tidak di lakukan secara moral dan ethis justru membawa ke arah kemajuan

 

Fungsi Negara Menurut James E. Anderson

Fungsi-fungsi apa saja yang dijalankan oleh pemerintah menurut James E Anderson adalah sebagai berikut :

  1. Menyediakan infra struktur ekonomi
  2. Menyediakan beberapa jasa dan barang kolektif
  3. Menjembatani konflik dalam masyarakat
  4. Menjaga kompentensi
  5. Memelihara sumber daya alam
  6. Menjamin akses minimal setiap individu kepada barang dan jasa
  7. Menjaga stabilitas ekonomi

 

Fungi di atas umumnya di lakukan oleh pemerintah pusat, akan hal-nya pemerintah daerah tentu saja tidak semua fungsi tersebut dapat di lakukan. Hal ini tentunya disesuaikan dengan dinamika sosial dan politik di daerah yang bersangkutan.

 

Contoh Penerapan Fungsi Tersebut di Indonesia

a. Menyediakan Infrastruktur Ekonomi

Dalam pengertian ini pemerintah berfungsi sebagai pelayan masyarakat dengan menyediakan bangunan ekonomi yang adil dan merata serta tepat sasaran. Seperti pada pembuatan regulasi pendirian badan usaha, yang memuat beberapa syarat lengkap beserta tugas dan fungsi anggota di dalamnya. Dalam hal fiskal, pemerintah juga membidani lahirnya Bank Indonesia sebagai pengatur kebijakan moneter sehingga aktivitas keuangan masyarakat dapat berjalan dengan baik

b. Menyediakan beberapa jasa dan barang kolektif

Jasa yang dimaksud adalah ketersediaan tenaga pelayanan sampai tingkat bawah yang langsung bersinggungan dengan masyarakat, seperti para petugas kelurahan dan lain sebagainya. Mulai dari pelayanan pembuatan dan penyelesaian data administrasi masyarakat hingga persoalan lainnya.

c. Menjembatani konflik dalam masyarakat

Dalam hal ini pemerintah berperan baik itu dalam hal regulasi, fasilitator maupun penegak hukum. Konflik yang biasa terjadi dan bersifat horizontal tidak dapat diselesaikan dengan sendirinya oleh masyarakat. Pemerintah atau Negara perlu campur tangan untuk menyelesaikannnya. Salah satu contoh terdekat misalnya pada perhelatan Miss World 2013 yang sejatinya Final akan diselenggarakan di Jakarta. Namun atas desakan beberapa pihak kontes itu urung dilaksanakan di Jakarta dan di pindahkan ke Bali. Dalam hal ini Pemerintah bertindak atas kebaikan bersama, sebab jika dipaksakan tetap di Jakarta akan cenderung terjadi konflik yang semakin memanas.

d. Menjaga kompentensi

Pemerintah wajib memelihara sekaligus meningkatkan kompetensinya. Contohnya dalam hal meningkatkan kinerja aparaturnya. Maka diadakanlah Diklat-diklat dengan tujuan memantapkan etos kerja sang aparatur.

e. Memelihara sumber daya alam

Hal ini jelas tertuang dalam salah satu pasal UUD 1945 bahwa sumber daya yang menyangkut hajat hidup orang banyak dijalankan dan dikelola oleh negara. Contohnya adalah pada penyedia jasa listrik nasional (PLN) dimana untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, maka pemerintah membentuk BUMN bernama PLN. Dalam hal konservasi alam, pemerintah juga membentuk BUMN serupa yang berfungsi mengawasi dan mengelola hutan-hutan yang terdapat di beberapa daerah di Indonesia seperti Kalimantan dan Sulawesi

f. Menjamin akses minimal setiap individu kepada barang dan jasa

Dalam hal ini pemerintah wajib memberikan jaminan penuh kepada tiap warganya untuk memperoleh kebutuhannya baik itu terhadap kebutuhan barang maupun jasa. Akses terhadapnya patut di lindungi dengan misalnya membentuk badan logistik nasional dan atau lembaga lainnya yang serupa

g. Menjaga stabilitas ekonomi

Stabilitas tetap diperlukan demi menopang pertumbuhan ekonomi dan sosial yang baik. Konflik sebagai salah satu cara melakukan perubahan kadang diperlukan, namun tentu stabilitas yang terjaga akan membuat program-program yang ada berjalan secara baik dan berkelanjutan. Dalam menjaga stabilitas ekonomi pemerintah misalnya menetapkan kebijakan moneter dan fiskal. Kemudian membuat rencana pembangunan lima tahun yang juga tertuang dalam APBN dan lain sebagainya

Seri Tugas Kuliah; Hasil diskusi, paper, artikel etc

Posted on Updated on

Beberapa waktu lalu, saya pernah mengupload 3 buah tugas kuliah melalui blog ini. Dan dilihat dari jumlah kunjungan ternyata meningkat. Artinya banyak yang mencari sumber tulisan; baik itu sebagai bahan pemenuhan tugas dan atau keperluan lainnya. Oleh sebab itu dalam beberapa hari ke depan, saya akan kembali mengupload beberapa tugas pilihan – dalam studi Ilmu Pemerintahan tentunya – yang siapa tahu kawan-kawan membutuhkannya. Untuk bagian ini saya ingin mengangkat salah satu diskusi mengenai ilmu politik dan pemerintahan. Monggo 🙂

Beda Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan

Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi melalui beberapa kawan di tutorial online beberapa waktu lalu;  ilmu politik dan ilmu pemerintahan tergolong kedalam bidang ilmu kenegaraan, termasuk kedalam kategori ilmu tidak murni (non scientific method). Hal ini berangkat atas dasar asumsi bahwa definisi ilmu didasarkan pada fakta empiris. Hal ini berbeda misalnya jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu murni yang berangkat dari pengamatan empiris dan ilmiah. Tolok ukur ini disebut oleh Dr. Miriam Budiardjo sebagai keistimewaan Ilmu politik yang senantiasa bergerak tumbuh dan berkembang. Sebab focus kajiannya terletak pada kreasi manusia yang serba tidak terbatas dan tidak dapat diprediksi (Dasar-dasar Ilmu Politik, Gramedia Jakarta).

Persamaan lainnya terletak keterkaitannya yang sangar erat dengan ilmu-ilmu social lainnya, khususnya ilmu kenegaraan. Sebab secara subjek studi atau pembelajaran pokok keduanya menyangkut Negara. Dalam hal ini secara material keduanya memiliki focus kajian yang sama. Disamping itu secara historis kelahiran kedua ilmu ini memiliki akar yang sama. Masa resesi dan konflik berkepanjangan di Negara-negara Eropa, khususnya prusia, inggris, perancis dan seterusnya menjadi penyebab tidak langsung kelahiran ataupun pembaruan teori-teori kenegaraan, sebagaimana telah dicetuskan oleh para filosof pada jaman Yunani kuno dahulu, seperti Plato dan Aristoteles.

Adapun yang membedakan keduanya adalah objek forma dari ilmu itu sendiri. Hal inilah yang membedakan satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu lainnya. Disamping itu perbedaan keduanya juga terlihat pada orientasi ilmu poitik yang lebih menekankan pada pola interaksi struktur sementara ilmu pemerintahan orientasinya lebih pada pelayanan public. Hal digambarkan secara jelas pada modul Ilmu Pemerintahan Online Universitas Terbuka, yang juga menyebutkan sedikitnya delapan (8) perbedaan antara ilmu politik dengan ilmu pemerintahan,  seperti ;  Pusat perhatian ilmu politik lebih kepada proses pembuatan keputusan politik untuk memenuhi kebutuhan dari suatu hubungan politik yang dikembangkan berbeda dengan titik tekan ilmu pemerintahan yang lebih mengedepankan focus kerakyatan dimana sebuah pemerintahan dibangun oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat.