Seni dan Olah Tubuh

Posted on Updated on

Kata orang ‘seni’ itu mampu melunakkan jiwa. Sesuatu yang keras pada awalnya, kemudian melunak dan elastis ketika disentuh seni atau kesenian. Dengan seni pula jiwa menjadi tenang, dari yang semula riuh rendah karena terjangan rutinitas harian. Thats way saya memilih ini. Walau mungkin sedikit terlambat, tapi lebih baik dimulai saat ini daripada tidak sama sekali.

Maka seminggu lalu gerilya mencari informasi alat musik yang terjangkau dilakukan. Piano klasik tentu bukan jawabannya, disamping alatnya yang terbilang mahal (diatas puluhan bahkan ratusan juta) juga biaya kursus musik dengan jenis alat ini terbilang serupa dan memakan waktu yang lama. Gitar, biola, vocal dan keyboard adalah alternatif pilihan lainnya. Setelah menimang sekian waktu, maka pilihan jatuh ke alat musik keyboard. Disamping harganya yang masih terjangkau kantong, juga waktu les yang dibutuhkan relatif singkat. Setelah browsing sana-sini, pelabuhan terakhir jatuh pada Yamaha PSR E343 …. cukup cocok lah untuk pemula yang baru belajar dan mudah-mudahan awet sampai nanti berlanjut ke Fa nomor 3.

Berikut penampakannya :

Berharap bulan depan, tepat di saat ibunya berulang tahun Fa nomor 1 sudah dapat memulai les keyboardnya di dekat rumah 🙂

Taekwondo

Yang ini adalah satu dari sekian olah tubuh / bela diri yang cukup populer di tanah air. Walau salah satu kakek nya adalah jawara silat, bahkan pernah memiliki padepokan di Bandung…. namun karena cukup sulitnya mencari padepokan pencak silat di Depok dan Bogor (terutama dekat rumah) … maka akhirnya saya berencana memasukkan Fa nomor 2 ke group Taekwondo. Sekira 3 bulan lalu, ketika kami berlibur ke Bandung, Sang kakek sempat mengajari satu dua jurus. Dan Fathir – Fa nomor 2 – terlihat antusias menghapal gerakan satu, dua dan seterusnya apalagi ketika ia dibelikan baju pangsi hitam-hitam lengkap dengan ikat kepala nyunda di atas kepalanya. Sayang memang jarak kami cukup jauh untuk berlatih rutin. Maka dari ketertarikan awal itu, saya ingin meneruskan apa yang sudah dimulai kakeknya di Bandung, untuk dikembangkan di sini, di kediaman kami. Kebetulan di salah satu pendopo Pemkab Bogor, Pemda Cibinong sering terlihat anak-anak berlatih di hari minggu car free day, lengkap dengan seragam putih-putih dan sabuknya. So tiada salahnya ia saya masukkan kesana bulan depan.

Oya berikut adalah gambar Fa nomor 3 ketika berlatih di Bandung

Sementara dua aja dulu kegiatan diluar sekolah untuk mereka. Klo masih ada waktu luang dan kemurahan rezeki lainnya, mungkin nanti akan ada pilihan kegiatan lainnya untuk mereka. Amiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s