Month: August 2016

Memaknai Kemerdekaan

Posted on Updated on

Baiklah ini pertanyaan yang saya rasa cukup sulit, apalagi bagi anak-anak; sebut saja balita. Pun demikian bagi kita selaku orang dewasa. Tapi ritualnya tentu saja ada tiap tahun dan dirayakan secara semarak tiap tanggal 17 Agustus. Maka ketika menyebut tanggal 17 itu sebagai peristiwa bersejarah, tentu anak-anak keleyengan (bukan situs penyebar berita hoax itu ya yang ini … www. tit .. keleyengan.com), dahi berkerut dan susah menjelaskan apa arti merdeka, terjajah dan sebagainya. Yang terbayang pertama kali tentu saja ketika disebut tanggal 17 itu ya tidak jauh-jauh selain lomba hahaha….

Maka berikut ini adalah gambar-gambar yang sempat saya ambil saat si abang, Fa nomor 2 ikut ambil bagian menyemarakkan kemerdekaan dua hari lalu :

Well, terasa cukup meriah bukan … walo hanya diisi oleh sebagian saja warga penghuni komplek??? Maklum saja di komplek tempat kami tinggal masih saja ada warga yang mengkotak-kotakan diri, ya seperti ini ndak mau turun dan bergabung hanya karena panitianya bukan sohibnya.. atau bahkan malah ada yang merasa OKB sehingga tidak mau tuh gabung dengan warga lainnya…

Ya sudahlah, rupanya kemerdekaan itu membuat mereka terkotak ya. Coba ada musuh bersama, penjajah misalnya, mungkin ceritanya lain hihi… Ya sudahlah yang penting Merdesa… eh Merdeka !@!!@

Advertisements

TE3N ; Satu Lagi Drama Misteri & Thriller India

Posted on

Poster-film-Te3n-200x290

Hanya ada 3 atao 4 film India bergenre misteri dan thriller yang memikat, dan salah duanya dibintangi oleh Vidya Ballan (atau setidaknya dia bermain disitu walau bukan sebagai pemain utama). Jika dibandingkan dengan Kareena Kapoor atau Aishwarya Rai, Vidya tentu kalah kelas. Sebut saja perawakan (langsing, tinggi badan dll) hingga wajah yang mungkin satu atau dua kelas dibawah mereka (ini menurut saya loh). Yang pertama film itu berjudul Kahaani, rilis mungkin sekitar tiga tahun lalu. Dan yang kedua adalah tergolong film baru yang rilis di bulan Juli 2016 berjudul Te3n. Tapi walo demikian, saya lebih tertarik kepada Tante Vidya dibanding dua nama terakhir yang disebut diatas J

Entah bagaimana membacanya secara betul, ‘teen’ atau pengucapan lain dalam bahasa India. Selain tante Vidya, film ini juga dibintangi oleh actor kawakan nan legendaries Amitabh Bachan. Jadi inget salah satu adegan Slumdog Millionare ya berkaitan opa Bachan ini, ketika si tokoh utama nyemplung ke kolam pembuangan hajat yang itu hahaha….

Te3n berdurasi panjang tidak lebih dari 2 jam, minim tarian, nyanyian dan adegan-adegan lebay khas India lainnya. Musik score juga terdengar simple dan sederhana, hanya di beberapa adegan saja diselingi backsound music (soundtrack) yang menyentuh. Film dibuka dengan bagian dimana sang tokoh utama (Opa Bachan) berada di dalam mobil dengan kepala di tutup kantong plastic. Sementara itu di kejauhan sang inspektur polisi yang diperankan oleh Nawajuddin Siddiqui nampak kebingungan sembari membawa mobil secara perlahan. Inilah adegan pembuka yang kemudian dapat kembali kita saksikan di penghujung film. Dan adegan ini bisa dibilang merupakan kunci yang nantinya akan dijelaskan di penghujung film.

Saya suka dengan karakter yang diperankan oleh Opa Bachan dalam film ini; lelaki paruh baya yang pendemdam, putus asa, dan tidak bisa move on dari rasa bersalah atas kematian cucu putri semata wayangnya. Sementara Marthin, yang diperankan oleh Nawajuddin Siddiqui tidak berbeda jauh dengan Opa Bachan, hanya saja ia memiliki pelarian yang tepat dalam ekstase sipiritual. Dari awal Marthin memang sudah diceritakan pensiun dini sebagai polisi dan mengasingkan diri menjadi pendeta gereja. Namun demikian, peran Marthin sangatlah penting, mengingat ia adalah satu-satunya petugas yang menangani kasus penculikan cucunya Opa Bachan yang kemudian berakhir dengan kematian. Pun ia juga yang kemudian menjadi sosok penting, yang membuka tabir kasus penculikan serupa yang terjadi 8 tahun kemudian ketika posisinya sudah digantikan oleh polisi wanita keras yang diperankan oleh Tante Vidya.

Bisa dikatakan, tante Vidya bukanlah pemeran utama dalam film ini. Bahkan dalam konklusi penculikan yang terjadi 8 tahun setelah kematian cucu Opa Bachan, ia terlihat begitu gegabah dan salah mengambil kesimpulan. Namun demikian, peran Tante Vidya menjadi penegas akan apa yang diinginkan oleh Opa Bachan, karena tanpa kehadiran Polisi mustahil dendam Opa dapat terbalaskan. Pada bagian ini, anda akan disuguhkan twist yang sebelumnya tidak anda perkirakan. Jujur saya baru bisa menebak arah film ini pada 1/3 bagian akhir film. Ohh…. Rupanya begitu, oh ternyata si anu ya ….!!!

Lobang cerita film ini hanya berada pada sosok Tante Vidya. Benar, kali ini Ia sudah kelihatan berisi dan tidak selangsing dulu .. halah … hehehe…. Peace ah man …. Udah ah daripada ngelantur mending kita sudahi saja sampai disini.

**2 judul lain film India yang bagus juga menurut saya adalah Talaash