Month: November 2015

Dino Yang Baik

Posted on Updated on

dino yang baikJangan terkecoh dengan judulnya .. yups ini sama dengan film God Dinosour yang itu hehe.. konon ini adalah film pertama dengan dwibahasa. Artinya Dino Yang Baik adalah God Dinosour yang sudah di alih suarakan kedalam Bahasa Indonesia.

Yups weekend kemarin kiddos pada ngajakin nonton ini film, setelah sebelumnya mereka terbuai oleh iklan yang rajin tayang di TV terutama si Abah yang kini sudah masuk usia TK. Yo wess lah mumpung libur juga, akhirnya jadi deh kita nonton yang jam 12 siang. Tapi sayangnya kita sampai di Studio 21 Cibinong City Mall (CCM) jam 12.30, artinya film sudah diputar 30 menit yang lalu. Hadeuh… kiddos langsung pundung… Ini gegara lahan parkir di CCM yang kecil dan sempit hingga tak mampu menampung pengunjung yang biasanya membludak di hari libur. Bayangkan, kita datang jam 11.45 … setelah itu muter-muter kesana kemari hanya untuk mencari tempat parkir yang kosong. Dan ini bukan kejadian pertama kali, sebelum-sebelumnya juga begitu. Entah kenapa dengan Mall ini, apa salah desain sebelumnya atau memang tidak menyangka sebelumnya akan antusiasme warga yang bakal datang kesana. Hanya mereka dan Tuhan lah yang tahu 🙂

Untuk menghindari pundung yang bisa memuncak ke para kiddos, maka alternatif kedua adalah pindah lokasi. Kebetulan ada yang dekat, Platinum Cineplex Cibinong Square… walo memang sih secara kekinian ini mall sudah berumur dan kalah pamor dengan CCM. Tapi demi menyelamatkan biduk kiddos yang mulai pundung, ndak apalah. Kebetulan jam tayang disana dimulai jam 13.00 .. so, pas kan.

Selepas membeli tiket dan free jagung berondong .. hehe.. ada yang tau kan jagung berondong itu apa… yups popcorn lah kerennya mah. Dengan dua rasa keju dan vanilla, kami memilih setengah2 diantara keduanya. Tak lama kemudian pintu teater 2 dibuka, dimulai dengan announcement dari speaker yang terdengar sember dan tidak enak didengar itu .. hehe.. jika dibandingkan dengan suara Ibu Maria Untung yang dulu suka ada di XXI rasanya bagai langit dan bumi ini suara. Tapi ya sudahlah.. apa arti suara yang penting bisa nonton rame-rame.

Dan taraa… begitu kami masuk ke dalam studio tampilan screennya redup, nyaris ndak berwarna. Padahal sekarang kan jamannya tampilan HD yang warnanya begitu menyala dan terang, tapi ini kok beda ya. Dan tak berapa lama kemudian film pun ditayangkan, lampu dimatikan. Sementara layar tak berubah signifikan, tetap gelap dan kurang berwarna. Tata Audio pun hanya terdengar kencang di bagian depan, sementara kanan dan kiri juga belakang nyaris tidak terdengar. Wal hal nonton kemarin terasa hambar dan kurang puassssssss …. Tapi ya klo Kiddos sih seneng-senang aja, yang penting mereka mah bisa bareng2 dengan Bapak Ibuknya di hari libur hehe..

So, kesimpulan pertama nggak lagi deh nonton di Platinum, mending XXI saja hehe…

Tentang Film

dino yang baik2Jujur saja di tengah film saya sempat tertidur, klo tidak dibangunkan dengan suara ribut si Abah yang minta popcorn lagi mungkin saya bisa tidur sampe film usai. Walo tidak kering-kering amat, film ini cukup menghibur dan memberi pesan yang baik. Tapi tetap saja jika dibandingkan dengan inside out kalah kelas. Ini sudut pandang saya sih, orang lain tentu bisa berbeda. Si kaka pun demikian, buktinya kemarin di Dino Yang Baik ia sampai menangis, terutama saat Arlo membuat lingkaran keluarga ketika ia berhadapan dengan Spot… sedih katanya hehe…

Secara umum yang bisa ditangkap dari film ini adalah perjuangan menjadi dewasa (kisah Arlo yang dimulai saat ia kehilangan Ayah dan terdampar). Lalu persahabatannya dengan sang musuh diawal film (Spot atau manusia yang dalam film ini lebih rendah kebudayaannya dibandingkan Dino) dan Perpisahan… pilihan untuk terus bersama atau merelakan sahabat terbaiknya menyatu kembali dengan keluarganya.

Overall film yang sangat menghibur dan mudah dicerna oleh anak-anak. Beda dengan Inside Out yang tidak habis-habisnya si Kakak bertanya ini itu hingga saya kehabisan kata untuk memberi penjelasan 🙂

 

 

Advertisements

Tercekik

Posted on

22 November ini adalah batas waktu penyerahan Karya Ilmiah saya. Kurang lebih masih tersisa satu minggu untuk menyempurnakan bolong-bolong yang masih menganga. Maka tidak ada lagi waktu untuk berleha-leha hehe… Tapi entah mengapa, seminggu belakangan ini justru aktivitas terasa sangat menyita. Pagi hingga sore rasanya sangat sedikit waktu untuk menulis dan menyempurnakannya. Pulang pun tidak pernah kurang dari pukul 8 malam, terkecuali hari ini yang hampir sampai larut malam. Tenaga, tentu masih ada… apalagi malam ini ditemani secangkir teh hangat dan singkong goreng hadiah dari acara kemping si Kaka di sekolah. Tapi itu tadi, prioritas utama lagi-lagi bukan menulis melainkan menuntaskan beberapa deadline pekerjaan yang terus memburu di belakang.

Well mau gimana lagi, hidup harus dijalani dan dinikmati bukan. Mari makan singkong goreng dulu 🙂

-Depan Kompi Jam 12.20 Malam-

Mulai dari Budi Gunawan Rahardjo hingga Dahlan Iskan

Posted on

kepo 1Walau hampir tiap hari buka internet tapi menulis bisa dihitung dengan jari. Nggak seimbang memang, tapi itulah kebanyakan dari kita; lebih senang kepo dan memerhatikan orang lain ketimbang mengisi pikiran dengan olahraga kata lewat menulis. Tentunya bukan sekedar cuwitan atau rentetan kalimat yang serba terbatas pada status baru di medsos, namun sesuatu yang lebih dalam, lebih luas dan lebih tajam …. wew hehe…

Tak terkecuali saya, setidaknya saat ini. Lebih senang memerhatikan, berselancar ria melalui dunia maya. Kadang sekedar leisure saja… hiburan, kadang pula urusan pekerjaan, kadang urusan tugas kuliah dan kadang juga iseng saja hehe… Tapi dari semua itu ada beberapa blog/fb/instagram dan sejenisnya yang menduduki top ranking, setidaknya yang acapkali saya kunjungi dan baca isinya :

  1. https://dahlaniskan.wordpress.com : ini blog tokoh terkenal, mantan menteri, mantan dirut PLN dan seterusnya. Isinya sangat beragam dan inspiratif. Beruntung saya berteman dengan beliau …. uppss maksudnya di dunia selancar wordpress.com hehe…
  2. https://rahard.wordpress.com : klo yang ini ahli dalam dunia teknologi informasi, ahli start up, dosen ITB dan juga konon katanya sempat masuk bursa menteri sesaat setelah Jokowi dikukuhkan sebagai presiden RI. Isi blognya sangat menarik, banyak bercerita pengalaman beliau sehari-hari… mulai dari mengajar, trip ke luar negeri, analisis start up hingga saran-saran pendek tentang peningkatan kualitas diri
  3. Emilia Renita Az (FB) : nah klo yang ini sarat akan kontroversi hehe… tapi saya suka. Semenjak berteman dua tahun lalu (di FB tentunya) banyak tulisannya yang saya ikuti. Setidaknya bisa mengkonter isue negatif syiah di Indonesia yang tidak berimbang itu. Oh ya fans page beliau juga ada yang namanya OASE
  4. https://islamlib.com : nah yang ini juga tak kalah kontroversialnya, banyak orang (awam dan malas membaca tentunya) yang main sambar saja dengan cacian. Tapi anjing menggonggong kafilah berlalu… show must go on… sampai sekarang situsnya masih berdiri kokoh bahkan makin banyak kontributor baru. Tentunya lebih semarak dan membuka perspektif yang berbeda, baik dalam konteks agama, sosial dan psikologi tapi juga lainnya (sejarah dan politik)
  5. https://manistebu.wordpress.com : nah ini kepunyaan Bambang Trim; penulis sekaligus editor terkenal itu. Banyak tokoh yang naik ke permukaan atas kiprahnya, salah satunya adalah Marpaung penulis setengah isi setengah kosong. Pokoknya di blognya itu ia banyak bercerita tentang dunia kepenulisan, penerbitan dan seluk beluknya.
  6. Jonru ; nah ini tentu kalian hapal semua haha… tapi saya cuma iseng aja, kadang cuma seliwat saja nggak pernah baca juga isinya. Setali tiga uang lah dengan pkspiyungan, isinya nggak assik menurut saya. Banyak sam**h nya.
  7. https://simamaung.com dan atau https://persib.co.id : Nah yang ini ada urusan soal kedaerahan, maklum da urang sunda mah pasti getihna biru atuh… Hidup PERSIB !!!
  8. https://ganool.com atau https://ganool.ag (setelah di banned pemerintah dia ganti domain) : Nah yang ini soal urusan film. Diantara sekian banyak situs penyedia link download film lawas hingga terbaru, saya memilih ganool sebagai rujukan utama.

Dah ah itu aja dulu …. mulai ngantuk nih.. daagggg…