Month: October 2015

Visions (2015) ; Bukan resensi atau review

Posted on

Rutinitas yang begitu saja setiap hari ditambah dengan waktu UAS yang tinggal beberapa hari lagi, membuat pikiran sedikit limbung atau bahkan stress. Hadeuuh… konsentrasi juga sedikit terganggu nih, dari 9 buku bahan ajar yang semestinya tuntas dibaca dan dikerjakan latihannya hanya baru 5 buku yang selesai. Pfuuhh sungguh tantangannya sangat berbeda dengan masa single dulu saat mengambil kuliah di Sistem Manajemen Informasi STMIK dan Ilmu Kesejahteraan Sosial Unpad (yang tidak selesai itu)…. rasanya setiap tugas lumat habis dikerjakan dalam waktu singkat. Tak jarang hasilnya fantastis menembus angka 4. Sekarang …. hehe jangan tanya, mau angka 3 saja mesti pontang panting gak keruan. Dipaksain baca saja setengah buku dalam semalam .. mata belerrr sebeler-belernya… ngantukkkkssss.

Visions (2015)

MV5BOTM4OTY3NTcwMV5BMl5BanBnXkFtZTgwMDY5MjE1NjE@._V1_SY317_CR0,0,214,317_AL_Meski bukan termasuk kategori film dengan bugdet tinggi, yang juga ditopang dengan bintang-bintang papan atas Hollywood, toh film ini termasuk satu dari sekian judul film yang ngebet didownload. Cast utamanya hanya Isla Fisher yang mungkin agak familiar, sisanya terasa asing seperti aktor Gillian Jacobs yang berperan sebagai suami.

Genre yang diambil termasuk dalam kategori Horror – Thriller … wow pas nih hehe. Semula saya menduga film ini horor biasa dengan jualan utamanya hantu. Setidaknya anggapan itu benar adanya sampai sepertiga film. Namun memasuki penghujung, anggapan itu nyata keliru. Sebab apa yang dialami sang tokoh utama ‘Evelyn’ tak lain dan tak bukan adalah firasat, atau istilah kerennya adalah Premonition… Jadi apa yang ia alami selama ini bukanlah hantu sebagaimana biasa. Penglihatan itu merupakan kejadian-kejadian yang justru akan terjadi dan tertuju pada satu malam di rumah yang baru mereka tempati.

Premisnya sedikit menarik bukan??? Walau agak sedikit janggal, terlebih ketika Eve diperlihatkan gambar-gambar masa lalu pembuat rumahnya, yang hasilnya adalah gambar ia beserta suaminya. Rupanya teror dan kejadian aneh juga menerpa beberapa keluarga yang menempati rumah itu. Dan itu bukanlah hantu, melainkan peristiwa yang justru terjadi di masa depan, ketika Eve dan suaminya menempati rumah itu.

Closing

Tulisan ini bukan resensi ataupun review film Vision seperti yang lumrah ada di blog-blog lainnya. Ini hanya sekedar curhatan saya saja ditengah kebosanan yang luar biasa saya alami. Dan well sedikit menahan waktu dengan leisure, menonton film… bisa menjadi hiburan tersendiri. Dan siapa tau kedepan lebih baik lagi, terutama saat berhadapan dengan rutinitas yang begitu lagi dan masa Tugas Akhir Program juga UAS yang tinggal menghitung hari.

Semoga []

Salam

Lapak pengepul Barang Bekas di Gunung Balong Lb Bulus III Apakah berizin??

Posted on

lapak-pemulung-di-lebak-bulus-dilahap-si-jago-merah-reuvn5G2xVPagi hari muncul notifikasi bahwa shubuh tadi terjadi kebakaran hebat yang menerpa ‘Lapak pengepul barang bekas’ di jalan gunung balong lebak bulus III, setiap pengendara yang hendak mengantar kesekolah sebaiknya mencari jalan alternatif menuju sekolah karena dikhawatirkan terjadi kemacetan’ … kira-kira demikian bunyi pengumuman tersebut. Bagi para korban tentunya kita bersimpati dan berduka sedalam-dalamnya. Semoga tidak sampai ada korban jiwa, dan harta benda yang hilang semoga segera mendapat ganti yang terbaik.

Perlu diketahui bahwa letak lapak pengepul ini berada persis di pinggir jalan raya yang menghubungkan bona/cinere/karang tengah dengan pondok labu atau jalan raya fatmawati jaksel dan berada di pemukiman penduduk yang lumayan padat; kanan – kiri dan belakang jelas-jelas pemukinan penduduk. Lapak ini berdiri sudah cukup lama, dan menurut beberapa orang yang mengetahui keberadaan lapak ini, kejadian terbakar seperti pagi tadi bukan untuk yang pertama kali. Ada yang menyebutkan ini yang kedua, ketiga bahkan sudah empat kali katanya. Setidaknya demikian dari obrolan yang terdengar di warung makan pertigaan bona, yang kebetulan saya sarapan pagi ini setelah mengantar anak-anak kesekolah hehe…

Letak lapak pengepul ini memang terbilang strategis jika ditinjau dari jarak; berada di seputaran kota jaksel sehingga tidak sulit bagi pemilik mengumpulkan barang bekas atau bahkan menjadi pusat dari para pekerja ‘rongsok’ yang menyerahkan hasil pekerjaannya disana. Namun demikian, posisinya yang berada di pinggir jalan raya (aktif) dan juga di kawasan pemukian patut menjadi pertanyaan. Apalagi kejadian terbakar ini bukan untuk yang pertama kali terjadi. Sehingga pertanyaan yang kemudian timbul adalah apakah pendiriannya berijin? Jika iya siapa yang mengeluarkan ijin dan bagaimana prosedurnya?? Jika belum berizin, mengapa tidak dilakukan evaluasi dan dilakukan analisis dampak terhadap lingkungan sekitar???

Terlepas dari para pekerja yang menggantungkan hidupnya disana, juga beberapa orang yang berprofesi sama, sudah selaiknya tempat sebesar itu mendapat perhatian dari aparatur pemerintah selaku pemegang regulasi cq kelurahan tempat bangunan itu berada. Sebab pendirian apapun, apalagi yang menyangkut usaha dan kepentingan orang banyak, ada prosedur yang harus dilalui. Hal ini harus dilalui mengingat aspek kemanan, ketertiban dan keselamatan lebih utama. Terkecuali ada hal lain dibalik itu, ibarat pepatah ‘ ada udang di balik bakwan’ …..

Dalam hal prosedur pendirian usaha, setidaknya ada beberapa syarat yang mutlak harus dilalui. Kita mulai dari pengegertian dulu, seberapa pentingkah prosedur pendirian usaha ini :

  1. Pengertian Surat Izin Tempat Usaha(SITU) dan Surat Izin Gangguan(HO) : Surat izin tempat usaha(SITU) adalah pemberian izin tempat usaha yang tidak menimbulkan gangguan atau kerusakan lingkungan di lokasi tertentu. sedangkan surat izin gangguan(HO) adalah pemberian izin tempat usaha kepada perusahaan atau badan di lokasi tertentu yang dapat menimbulkan bahaya, gangguan, atau kerusakan lingkungan. Kedua surat tersebut dikeluarkan oleh pemerintah daerah tingkat II(Kotamadya atau kabupaten) dan harus diperpanjang lima tahun sekali.
  2. Prosedur Membuat Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Gangguan(HO): Langkah-langkah wirausaha untuk mendapatkan surat izin tempat usaha (SITU) dan surat izin gangguan (HO) yakni :
    1. Membuat surat izin Tentangga : Dalam surat tersebut berisi pernyataan tidak keberatan dari tetangga terdekat yang ada di sebelah kanan, kiri, depan belakang yang diketahui oleh ketua RT/RW setempat yang kemudian diteruskan ke kelurahan, kecamatan sampai kabupaten atau kotamadya.
    2. Membuat surat keterangan domisili Perusahaan : Dalam surat tersebut terdapat lokasi, tempat atau kantor yang akan dibuat perusahaan. Caranya dengan meminta formulir dari ketua RT di wilayah tersebut untuk kemudian disahkan oleh ketua RT, RW, kelurahan dan kecamtan.
    3. Berkas-berkas yang diperlukan untuk Mengurus Surat Izin Tempat Usaha (SITU) : Fotokopi KTP pemohon, Foto pemohon ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar, Formulir isian lengkap dan sudah ditanda-tangani,Fotokopi pelunasan PBB tahun berjalan, Fotokopi IMB (Izin mendirikan Bangunan), Fotokopi Sertifikat Tanah, Denah lokasi tempat usaha, Surat pernyataan tidak keberatan dari tetangga yang diketahui oleh ketua RT dan RW setempat, izin sewa, surat keterangan domisili perusahaan, fotokopi akta pendirian perusahaan dari notaris, Berita acara pemeriksaan lapangan,
  3. Syarat-Syarat yang Wajib Ditaati perusahaan dalam Menjalankan Perusahaan, Keamanan :
    1. Perusahaan harus menyediakan alat-alat pemadan kebakaran
    2. Bangunan perusahan harus terbuat dari bahan-bahan tidak mudah terbakar
    3. Perusahaan harus mengikuti dan mentaati undang-undang keslamatan kerja
    4. Kesehatan
    5. Perusahaan harus menyediakan tempat sampah yang tertutup
    6. Perusahaan harus mencegah atas kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan hidup
    7. Perusahaan harus menyediakan alat-alat pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
  4. Syarat-syarat lain
    1. Perusahaan diwajibkan untuk mengutakamakan tenaga kerja dari penduduk di sekitarnya yang mempunyai KTP
    2. Perusahaan harus menjaga keindahan lingkungan dan mengadakan penghijauan
    3. Perusahaan yang melanggar syarat-syarat tersebut diatas, SITUnya akan dicabut dan dikenakan ditutup perusahaanya. SITU pada umumnya diberika dalam jangka waktu 3 tahun terhitung permohonan dan selambat-lambatnya 1bulan sebelum jangka waktu tersebut berakhir harus mengajukan perpanjangan

Dari serangkaian langkah prosedural diatas, adakah yang sudah dilewati dan dilaksanakan dengan baik?? Ini yang menjadi pertanyaan. Atau setidaknya diperhatikan oleh para pejabat setempat, sebab bukan tidak mungkin kejadian serupa akan berulang di waktu yang akan datang dan lebih massive mengingat perluasan usaha yang terjadi dari tahun ke tahun. Dan tentu ini membahayakan, tidak hanya warga sekitar tempat lapak itu berada tapi juga para pengguna jalan raya yang setiap hari menggunakan rute itu.

Dalam teori ekonomi dan pasar, pemerintah memang lebih berposisi semacam ‘watchdog; saja sementara siklus kegiatan ekonomi bergantung dari pasar; permintaan, supply dan penawaran sebagaimana hal ini dipraktekan saat ini. Namun demikian, tidak dalam setiap sisi ekonomi pemerintah abstain, apalagi ketika menyangkut kepentingan orang banyak yang juga menyangkut aspek lainnya, seperti sosial dan gangguan keamanan. Oleh sebab itu keberadaan lapak semacam ini perlu ditinjau ulang, termasuk juga respon dari warga sekitar apakah menyetujui atau tidak (bukan sekedar legalitas berijin yang dikeluarkan RT/RW yang bisa saja manipulatif).

TIdak cukup sampai disitu, jika memang harus ditutup maka relokasi adalah solusi yang masuk akal. Ibaratnya tidak hanya cukup sampai penindakan tapi juga membantu mencarikan solusi terbaik, kemana lapak tersebut dipindah dan layak dari setiap segi. Bantuan dari aparatur tentu diharapkan dalam hal ini, sebab data dan mapping menjadi domain mereka sehingga mampu memberikan alternatif yang terbaik; mulai dari lokasi yang baru; jaraknya, tempatnya, pengaruh terhadap lingkungan sekitar, akses masuk dan jaminan terhadap keberlangsungan usaha lapak itu kedepan. …………….. titik..titik..titik … to be continued

-inginnya sih bersambung tulisannya-

Masalah Kopling di Mobil All New Xenia (juga saudara kembarnya itu)

Posted on Updated on

daihatsu_lainnya_model_2012_for_sale_malang_4660135433898228988Oke, ceritanya begini nih. Beberapa minggu terakhir ini, xenia putih yang biasa kukendarai berasa ndak enak. Selain bunyi ‘dug’ di bagian bawah atau depan, tarikan juga ngeden… tapi klo urusan ngeden rasanya wajar karena dah mau masuk 29.500 km, menurut jadwal di 30.000km nanti mesti masuk bengkel buat service rutin. Tapi ada satu lagi yang bikin nggak nyaman, apa coba??? Suara mesin ‘ngegelitik’ di gigi 2 atau bahkan 1, selain itu juga setelan kopling kok nggak pas ya, berasa agak tinggi dari biasanya. Asumsi pertama saya, kanvas kopling yang udah mulai menipis atau masalah lain yang berhubungan dengan perkoplingan seperti mataharinya. Tapi setelah dipikir lebih jauh masa sih umur pemakaian kopling mobil ini cuma sebentar, belum juga genap dua tahun atau tepatnya baru kami pakai 15 bulan saja sejak dibeli. Rata-rata pemakain kopling itu baru aus menginjak tahun ke-3 atau 4, lah kok ini baru juga 15 bulan sudah ndak enak???

Usut punya usut saya tanya mbah google, dan faktornya memang bisa beragam. Tapi nggak salahnya dicoba satu-persatu. Dan setelah unsur percobaan itu dilakukan, berikut adalah sharing pengalaman saya yang sudah mulai tercerahkan 🙂

  1. Dalam urusan kopling, tipe mobil All New Xenia (juga saudara kembarnya si Avanza itu) tidak menggunakan sistem hidrolik tapi menggunakan kabel. So.. jadi ketika setelan kopling mulai tinggi bukan berarti ada keausan di kanvas. Tapi hanya masalah settingan saja, jadi tinggal disetel ulang saja sampai pada kondisi yang diinginkan oleh kita sebagai pengendara.
  2. Urusan setel menyetel bisa dilakukan dengan mengatur dua posisi. Pertama adalah dengan ngolong di bawah mobil dan mencari kabel kopling persis di bawah pijakan kopling kaki yang menyambung ke mesin mobil (gambar dibawah). Kedua setelah dilakukan penyetelan dan dirasa pas, tinggal mengatur pijakan ‘free play’ kopling yang ada di bawah kaki pengendara (dalam mobil) dengan menggunakan konci 14 (gambar di bawah)
  3. Cara menyetel kabel kopling di kolong mobil adalah dengan memutarnya ke kanan (searah jarum jam) atau sebaliknya. Jadi cari ujung kabel yang menancap ke sambungan mesin, ada baut plastik yang bisa diputar. Jika anda memutar searah jarum jam maka setelan kopling akan tinggi, sebaliknya jika memutar berlawan arah jarum jam maka setelan kopling lebih rendah ketika diinjak. So, silahkan bereksperimen dan cari posisi yang pas ya sobat.
  4. Setelah setelan pas, biasanya pijakan kopling (yang kita injak di dalam mobil) jadi berasa longgar. Cari baut besi yang menancap di bagian atas pijakan kopling, ambil kunci pas ukuran 14inc lalu putar; ke kanan (untuk mempersempit) atau kekiri untuk melonggarkan. Lagi-lagi ini harus dicari sampai posisi yang pas, coba tekan dengan tangan sampai ada sedikit hentakan berarti itu jarak aman untuk ‘free play’ kopling ketika tidak dimainkan.
  5. Di bagian atas saya menyebutkan mesin yang menggelitik ketika digas, baik di gigi dua atau gigi satu. Dan ternyata setelah dilakukan penyetelan kopling ini, masalah suara menggelitik itu menghilang dengan sendirinya. Artinya bisa jadi suara itu hadir seiring dengan settingan kopling yang tidak pas.
bagian ini yang harus disetel ulang
bagian ini yang harus disetel ulang dengan cara memutar (searah jarum jam atau berlawanan jarum jam)
bagian ini juga mesti di setel setelah melakukan penyetelan kabel kopling di bagian bawah
bagian ini juga mesti di setel setelah melakukan penyetelan kabel kopling di bagian bawah

Pagi ini ketika saya bawa ini mobil nganter anak-anak sekolah lumayan lancar, suara gemeritik nya hilang juga setelan kopling yang udah ga terlalu tinggi. Selebihnya tinggal ke bengkel setelah 30.000km nanti dan komplain bunyi ‘dug’ di bawah yang ga ilang-ilang, padahal masalah yang sama sudah saya keluhkan semenjak service rutin di 10.000km dan 20.000km yang lalu 😦

Pabuaran – Lebak Bulus 2015