Membuka diri

Posted on

Seberapa besar anda mengutarakan siapa diri anda yang sesungguhnya pada pasangan anda? atau mungkin anda memilih orang lain sebagai tempat bercerita? Sah-sah saja demikian, karena belum tentu pasangan adalah mitra terbaik dalam hal itu. Seperti cerita seorang kawan yang lebih memilih menutup diri karena merasa tidak ada yang bisa dipercaya. Namun kemudian ia merasa terasing hingga harus diutarakan juga. Menulis adalah jawabannya, dimana ia bisa memuntahkan semua. Lantas bagaimana mungkin menulis menjadi solusi ketika begitu terbuka dan dibaca umum?

Solusinya adalah dengan memilih alias, menyembunyikan identitas atau memilih anonim saja. Tapi lagi-lagi keadaan demikian justru semakin membuat seseorang berada di balik topeng, tidak jujur. Dan ini tidak baik juga, sebab adakalanya seseorang memerlukan waktu dimana ia harus berterus terang siapa dirinya, apa masalahnya dan bercerita apa adanya. Bosan bukan jika dalam dunia nyata bersembunyi pun demikian dengan dunia maya. Teman atau sahabat memang bisa menjadi pelipur lara; bisa pasangan, orang tua, orang lain atau bahkan profesional sekalipun. Ada kalanya memang kita perlu bercerita apa adanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s