Beda rumah beda cara

Posted on

MultiplyMencari pengaturan wordpress ternyata sukar ya ….. setidaknya buat saya yang masih baru bersentuhan dengan ia. Maklum dulu sekian taun memakai multiply pas pindah kesini ehh.. ternyata butuh waktu yang nggak sebentar untuk penyesuaian hehe… ya sudahlah sambil berjalan.

Emm jadi teringat dulu ketika masih suka menginap di rumah uwa, ternyata masing-masing punya aturan dan cara tersendiri ya. Apa yang baik bagi satu rumah belum tentu sama jika diberlakukan untuk rumah yang lain. Dulu saya menganggap bahwa aturan mulai dari tata cara berprilaku, hingga aktivitas lainnya bisa berlaku sama, setidaknya ketika hal itu diterapkan di rumah sendiri bersama orang tua. Ternyata tidak demikian adanya, yang lahir kemudian adalah pertentangan karena apa yang saya anggap baik di rumah uwa yang kemudian saya praktekan di rumah itu dianggap berbeda oleh orang tua. Contoh kecil misalnya aturan makan di meja makan. Ini cukup sederhana, di beberapa rumah aturan ini ketat diberlakukan dan itu memang yang terbaik agar disiplin, rapi dan tidak berceceran. Tiap bagian rumah memiliki fungsinya masing-masing, maka tidak mungkin bukan ruangan keluarga atau TV dijadikan arena makan juga. Namun dirumah yang lain belum tentu sama, sebab saat makan adalah saat berkumpul bersama. Tidak menjadi persoalan di meja makan, di ruang tamu atau bahkan di halaman. Yang penting saat makan itu adalah suasana kebersamaannya; saling mengobrol, becanda, tukar pikiran dan bercerita kegiatan selama satu hari di luar.

Well.. aturan dan kebiasaan (dalam istilah sosiologi kadang disebut custom) memang tidak berlaku universal. Amat sangat tergantung dari kondisi, situasi dan waktu dimana ia berada. Perlu ada kompromi, disinilah mungkin diperlukan tingkat adaptasi yang tinggi. Sehingga kecocokan itu bisa dibangun tanpa ada paksaan apalagi konflik yang saling mempertentangkan. Dalam istilah sosiologi – antropologi kita mengenal asimilasi, akulturasi dan internalisasi. Dimana setiap budaya ada celah untuk kemudian bertemu dan bersatu dengan damai. Budaya A menyatu dengan C dan menjadi AC atau sama sekali baru melahirkan B. Sungguh indah bukan jika penyatuan itu berlaku dengan aman, tertib dan damai.. terlepas apakah ia melahirkan kebiasaan atau budaya baru atau tetap dengan jatidiri budaya sebelumnya namun kini lebih kaya.

Nah.. lalu apa hubungannya dengan paragraf pembuka di atas?? Hehe… anggap saja WP itu rumah baru saya sekarang, sementara MP yang sudah tewas itu adalah rumah lama yang sudah tidak dihuni lagi. Perlu waktu untuk menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Apalagi saya awam pengaturan CSS… apa lebih baik kembali ke mode default saja tapi membosankan dari segi penampilan??? Emm bukan pilihan bijak juga jika terus seperti itu. Mau tak mau saya harus banyak belajar lagi, bertanya dengan kawan lain yang sudah lama menghuni WP. Tapi siapa ya ???

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s