Terserang Asam Urat Yang Pertama

Posted on

go1Seminggu belakangan bagian pergelangan jempol kaki terasa agak ngilu. Untuk tahiyat saja dalam sholat sudah mulai susah ditekuk. Semula saya berpikir ini akibat kelelahan saja, kaki menjadi terasa kaku dan pegal setelah mengendarai mobil hampir tiap hari. Namun kemarin ketika bangun di pagi harinya, kaki terasa sangat sakit sekali. Jika diinjakkan terasa ngilu khususnya bagian pergelangan jempol kaki. Menjelang siang sakitnya semakin menjadi. Selepas mengantar anak-anak ke sekolah, sayapun berniat membeli obat penghilang sakit sendi baik itu obat dalam maupun luar.

Sesampainya di depan apotek, kok jadi ragu ya.. apa benar ini sakit sendi?? Sambil menunggu nomor antrian, saya membuka hp dan berselancar ria mengenai gejala sakit ini. Dari beberapa informasi yang didapat, hampir semuanya mengarah pada penyakit asam urat. Wah keraguan makin bertambah nih.. hingga akhirnya saya memutuskan untuk cancel saja membeli obat. Lebih baik konsultasi ke dokter biar dapat jawaban pasti.

Tepat jam 10 pagi dokter yang dituju kebetulan praktek di hari itu. Dan setelah saya menyampaikan keluhan, dokter bertanya tentang kemungkinan cedera pada kaki saya; sebab bisa saja otot yang ketarik atau cedera lainnya semisal menghentak pegal gas mobil secara berlebih atau bermain bola. Dengan mantap saya menjawab bahwa memang sudah lama saya tidak berolahraga; baik bersepeda, jogging ataupun bermain bola. Jadi kemungkinan cedera rasanya tidak mungkin. Mengenai pedal gas juga saya rasa cukup normal saya menginjaknya, dalam pengertian tidak pernah ngebut dan ugal-ugalan. Setelah diskusi sekitar 10 menit, dokter akhirnya menyarankan untuk melakukan tes darah, khususnya untuk mengecek kadar kolesterol dan asam urat saya. Sementara untuk menahan nyeri dia lantas memberikan obat anti inflamasi dalam bentuk tablet.

Dengan sabar saya menunggu hasil lab itu keluar sambil bertemu dengan calon klien salah satu sekolah di sawangan depok. Selepas itu menjemput anak-anak dari sekolah seperti biasa. Rasa sakit sudah menghilang sedikit, setidaknya untuk menginjak pedal gas bisa lah … tapi untuk berjalan, awww… jangan ditanya masih nyeri luar biasa. Menjelang sore datang telp dari staf dokter yang memeriksa tadi pagi mengabarkan bahwa hasil lab saya sudah keluar dah diharapkan datang untuk membicarakan langkah lanjutannya. Tanpa menunggu hujan reda, saya mengajak istri ke klinik. Dan ternyata benar saja… kadar asam urat saya sangat tinggi yaitu 9.64.. sementara kadar normalnya untuk laki-laki ada di kisaran 3.5 sd 7 paling tinggi.

Selepasnya tentu bisa ditebak donks, ada beberapa obat yang harus diminum, dan pantangan untuk beberapa makanan tertentu. Dokter juga menyarankan untuk beristirahat sementara…. “wah untung saja, minggu ini long weekend ya … liburnya 3 hari jadi pas khan ???”

Dari tiga jenis obat yang disarankan untuk diminum, hanya satu obat yang harus dicari di luar. Obat itu adalah kolkisin.. namun tahu tidak kawan, dari 5 apotek yang saya datangi mulai K-24, KF hingga Apotek Kawi di CInere semuanya bilang obat itu tidak tersedia di apotek mereka bilang itu import jadi susah… waduh piye toh mas. Penasaran apa itu kolkisin, saya lantas browsing, dan ini ternyata kolkisin itu :

“Kolkisin adalah obat yang memberikan hasil cukup baik jika diberikan pada saat awal serangan. Namun efek dari obat ini kurang memuaskan jika pemberiannya dilakukan setelah beberapa hari serangan pertama. Obat ini harus digunakan secara hati-hati karena memiliki toksisitas yang berat. Cara pemberiannya dapat melalui: Intravena Cara ini diberikan untuk menghindari gangguan GTT. Dosis yang diberikan tunggal 3 mg. Dosis kumulatif yang diberikan tidak boleh melebihi 4 mg dalam 24 jam. Pemberian oral Dosis yang biasa diberikan sebagai dosis initial adalah 1 mg kemudian diikuti dengan dosis 0,5 mg setiap 2 jam sampai timbul gejala intioksikasi berupa diare. Jumlah dosis colchisine total biasanya 4 – 8 mg.
Kolkisin sendiri saat ini sudah jarang digunakan lagi karena resiko efek sampingnya yang relatif tinggi” (http://asamurat-rematik.blogspot.com/2012/03/pengobatan-medis-asam-urat.html)

Waduh.. ngeri juga baca ulasannya. Apa ga salah tuh ya ngasih resep dokternya, pantesan di apotek susah banget. Emm.. gimana ya ???

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s