Logika Kekeliruan Berpikir

Posted on

logikaDalam pengantar mata kuliah logika yang saya ikuti kali ini, dijelaskan mengenai pengertian logika, asal usul perkembangannya hingga bentuk logika formal dan material yang lazimnya kita kenal. Tentang hal ini, Abuddin Nata telah tuntas menjelaskan dan purna pula saya baca dan ikuti pada semester 2 IKS Unpad tahun 2004 lalu. Saat itu malah saya mendapatkan Nilai A… wew senengnya hehe… terima kasih Pak Hadi Gasagalan yang baik… So, lalu kenapa mata kuliah ini muncul lagi? yups karena alih nilainya tidak disetujui fakultas tempat saya berkuliah sekarang (padahal A ya dengan bobot nilai 4… hadeuh sayang banget). Maka semua dimulai kembali dari awal. Dan berikut adalah rangkuman sekaligus jawaban diskusi saya tentang materi Logika bagian pertama.

Logika : Penalaran yang benar, dan Kekeliruan berpikir

Logika adalah cara kita berpikir, merunut, menalar  dan lalu memberikan kesimpulan. Logika membantu manusia berpikir secara benar. Oleh sebab itu keberadaannya diperlukan, bahkan dipelajari pada berbagai fakultas di perguruan tinggi sebagai mata kuliah dasar atau umum. Sejarah logika terbentuk pada masa yunani kuno, aristoteles bisa dikatakan sebagai salah satu orang yang melahirkan logika tradisional. Logika kemudian berkembang seiring dengan berjalannya waktu, hingga sampai pada bentuknya saat ini.

Dalam logika, selain dikenal bentuk penalaran dan penarikan kesimpulan secara benar. Namun dikenal juga bentuk penalaran atau cara berpikir yang salah. Menarik tentunya mencermati bagaimana cara berpikir ‘salah’ ini kemudian sering terjadi dan dipraktekan oleh kita saat ini. Seperti kekeliruan dalam fallacy of dramatic instant, post hoc ergo propter hoc dan lain sebagainya. Penarikan kesimpulan seperti : Hari ini saya tidak mandi. Tepat sore ini awan mendung dan turun hujan di Depok. Maka artinya saya yang menyebabkan hujan hari ini (karena tidak mandi tadi). Tentu ini adalah sebuah guyonan, namun dalam bentuknya yang lain kekeliruan demikian sering juga dilakukan. Dalam bidang politik misalnya, ketika SBY dilantik sebagai presiden, berbagai bencana alam melanda negara kita salah satunya adalah tsunami Aceh. Lantas kemudian, banyak orang yang menyimpulkan bahwa karena SBY lah Indonesia tidak diberkahi Tuhan, buktinya banyak terjadi bencana alam.

Menarik bukan untuk mengenal lebih jauh jenis-jenis kesalahan berpikir tadi, disamping tentunya mengenal dan mempelajari bentuk berpikir yang benar dalam logika. Maka mari kita tunggu saja materi inisiasi selanjutnya apakah akan membahas hal ini juga???

Salam
Alike Mulyadi K

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s