Month: March 2015

4th Anniversary Fafa 02

Posted on

DSCF5105Seperti biasa ini late post 😦 karena kejadianya sudah berlangsung lebih dari 2 minggu lalu hehe… Ceritanya begini, tepat tanggal 07 maret lalu Fafa 02 berulang tahun. Yups jaraknya memang cuma berselang dari kakaknya, Fafa 01 yang telah lebih dulu merayakannya di sekolah pada akhir Februari lalu. Yang istimewa dari ultah Fathir kali ini adalah perayaan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan…. sekedar pelukan, ucapan selamat lalu kita pergi keluar sih ada. Hanya untuk merayakannya di 3 tahun sebelumnya tidak pernah terjadi. Alasan utama saat itu adalah domisili kami yang masih sering berpindah antara depok dan jakarta selatan, sehingga amat sukar menentukan waktu yang pas dan berapa kenalan yang akrab dengan fathir. Semenjak proses kelahirannya 4 taun lalu, Fafa 02 ini memang agak banyak menghabiskan waktu bersama neneknya. Bahkan hingga kini saat sudah bersekolah PG pun ia kami titipkan bersama neneknya. Beruntung neneknya sudah pindah ke Depok, sehingga jarak menjadi dekat 🙂

Alasan kedua adalah prioritas. Saat itu (bahkan hingga sekarang sebenarnya) kami masih berkutat pada anggaran yang mesti diatur sedemikian rupa; mana yang pokok, mana yang bisa ditangguhkan dan mana yang harus didahulukan. Saat Fafa 02 berusia 2 tahun contohnya, anggaran sedikit terkuras karena perawatan selama seminggu di rumah sakit. Saat itu ia terserang panas bahkan disuatu malam kami dibuat panik dengan kejang-kejang. Bibirnya membiru dan matanya melotot keatas… uh sungguh mengerikan…. tak berapa lama kemudian kami ke ICU jam 2 pagi dan rawat jalan esoknya. Namun hingga hari ke-2 tidak mengalami penurunan demamnya, maka mau tak mau ia harus dirawat, klo ndak salah hampir seminggu ia di rumah sakit… di infus dan tergolek di kasur RS yang serba bau obat itu.

DSCF5044Nah sekarang momentum nya pas. Ia sudah bersekolah PG dan kami pun tengah libur dari aktivitas bekerja. Maka hari itu kami memilih sebagai hari yang pas untuk ultahnya, senin tanggal 10 Maret. Sehari sebelumnya kami berbelanja semua kebutuhan ultah, mulai dari tas, topi, isian tasnya, kue ultah dan lain sebagainya. Kakaknya, Fafa 01 yang riweuh dari awal. Harus beli ini dan itu… ah bagiku biasa saja lah, jangan terlalu berlebihan.. cukup tiup lilin, bagi kue dan goodybag lalu baca doa dan selesai.

Saat Tiup Lilin

Acara pagi itu dimulai pukul 09.30 pagi, tepat saat jam istirahat di mulai. Anak-anak PG dan TK masuk pukul 08.00 pagi, jadi tetap dia mesti belajar dulu sebelum tiup lilin. Kami sibuk berada di belakang kelas menyiapkan goodybag dan kue, begitu juga kaka sibuk merapikan dan menyusun topi. Dari belakang inilah kami mendengar bagaimana Fafa02 ketika berada di kelas. Emm.. cukup cerewet juga dan berani.. walau dengan bahasa yang masih terbata, ia lagi-lagi nyeletuk ‘atih mo ulang tawun’ dan gurunya menimpali ‘iaya…iya nanti ya’… Hadeuh si ade ada-ada aja, udah nggak sabaran kali ya dia hehe..

Saat guru mempersilahkan masuk kedalam kelas, kaka yang terlihat sigap dan antusias. Tak berapa lama penjaga sekolah membantu kami membawa barang bawaan. Ketika sampai didalam seluruh anak mulai rame.. yah maklum lah ya bocah-bocah… setelah itu ibu guru memimpin kelas dan mulai mempersilahkan yang punya hajat ke depan kelas, seperti yang terekam dalam kamera di bawah ini :

DSCF5098Setelah itu kemudian ramai bernyanyi bersama, lalu sedikit bermain dan kemudian tiup lilin. Ini cukup seru juga karena Fathir sedikit susah meniupnya, perlu tiga atau empat kali sampai lilin padam. Acara lalu diakhiri dengan pembacaan doa bersama. Selepasnya, ya apalagi…. potong kue dan bagi2 goody bag.

DSCF5111DSCF5116DSCF5132DSCF5137DSCF5084

Advertisements

Senangnya Kakak ditelp Indy Bekti n Friends Female Radio

Posted on

0“Apa suasana hatimu kak hari ini ?? Pastinya matahari donks ya” …. tanya sang ibu. Lalu dibalas dengan anggukan kecil dan tawa yang sumringah dari kaka. Sementara aku konsen menyetir saja. Maklum jam sudah mau masuk pukul 07 pagi yang artinya tersisa 30 menit sebelum sekolah masuk.

Yups… itulah rutinitas hampir setiap pagi yang kami lakukan. Menempuh perjalan 50 menit dari rumah menuju lokasi sekolah bukanlah perkara sebentar. Untuk mengisi waktu dalam perjalanan, biasanya kami memutar radio, tepatnya Happy Morning Female Radio yang dipandu Indy Barends dan Indra Bekti. Acaranya cukup kocak dan santai, klo si kaka suka pas acara di buka jam 6 pagi.. ada Paman Gerry dan Bubu Mini yang memandu acara dongeng buat superkids (panggilan akrab buat pendengar anak-anak female radio di pagi hari). Nah di pagi tadi kami di telp kru happy morning, katanya mau bicara dengan kakak nih Tante Indy dan Om Ben (Kasyafani) yang didaulat menjadi pengganti sementara Om Bekti. Wah tanpa dinyana si Kakak langsung sumringah donks…. memang sudah dari beberapa hari sebelumnya kami mencoba menelp Female untuk on air, tapi susahnya minta ampun.. nggak masuk-masuk. Wal hal si Kaka hanya bisa kirim photo dan salam melalui nomor whatsapp yang disediakan. Dan anehnya tapi pagi justru kru happy morning yang nelp, sontak si kakak gembira bukan kepalang, ibarat hajat ini tertuntaskan sudah 🙂

Selama kurang lebih 5 menit kakak mengobrol dengan Tante Indy dan Om Ben, pertanyaan seputar dimana sekolah, lagi makan apa sih di mobil dan seterusnya.. dijawab dengan polos oleh Kakak. Sekali-sekali si ibu juga turut nyeletuk.. maklum saja kadang kakak masih nggak mudeng antara pertanyaan dan jawabannya hehe…

Dan begitulah suasana pagi ini, berlangsung ceria untuknya. Walau justru pukul 09 paginya jakarta didera hujan yang cukup besar. Tapi yakin di kelas ia akan bercerita banyak dengan teman-temannya, pun juga dengan gurunya. Selamat deh kakak :-)…. belajar yang baik ya

Jaksel, 26 Maret 2015

Aneh, agama import saja diakui masa agama buhun tidak!!

Posted on

mantra sundaSalah satu tulisan menarik yang sempat menjadi headline surat kabar beberapa waktu lalu berkaitan dengan issue penghilangan kolom agama pada KTP adalah munculnya suara-suara yang selama ini terpinggirkan. Salah satu suara tersebut adalah suara kelompok sunda buhun yang mayoritas menempati beberapa daerah di tatar pasundan. Suara tersebut pada umumnya menghendaki pengakuan Negara akan eksistensi mereka, baik itu sebagai entitas budaya terlebih keagamaan. Karena aturan yang ada selama ini tidak mampu merangkul dan mengakui keberadaan mereka.

Salah satu tulisan yang cukup menggigit adalah yang termuat pada harian Kompas dan Republika. Mereka mengangkat pernyataan wakil dari komunitas sunda buhun yang mengatakan ‘Mengapa Negara hanya mengakui agama yang justru berasal dari luar Indonesia. Sementara agama asli, yang justru lahir dan berkembang dari dalam tidak mendapat pengakuan’. Sebagaimana kita tahu Negara, dalam hal khususnya pencatatan kependudukan, mengakomodir 5 agama sementara untuk kepercayaan local tidak mendapatkan tempat. Sebut saja kepercayaan sunda buhun yang dikenal juga dengan sunda wiwitan dan suku dayak dengan kepercayaannya juga. Dua contoh suku ini hanyalah sedikit dari sekian banyak jumlah kepercayaan yang lahir dan berkembang di Negara kita. Jika ditelisik jauh kedaerah-daerah tentu akan ditemui sekian jumlah dari bentuk kepercayaan yang berbeda; sebut saja asmat dan suku pedalaman papua. Sehingga ketika issue penghilangan kolom agama marak kepermukaan, suara-suara demikian seperti mendapat angin segar untuk urun serta ke permukaan pula.

Namun demikian, pada tulisan sederhana ini saya tidak akan membicarakan polemic tersebut; apakah setuju atau tidak terhadap penghapusan agama pada KTP. Sesuai dengan deskripsi tugas pertama ini, tulisan akan lebih menguraikan tentang keberadaan suku sunda buhun dan sunda wiwitan sebagai agama atau kepercayaan yang dianutnya.

Sekelumit Keberadaan Masyarakat Sunda Buhun

Penganut keyakinan (penghayat) ini dapat ditemukan di beberapa desa di Provinsi Banten dan Jawa Barat, seperti di Kanekes, Lebak Banten, Ciptagelar Kasepuhan Banten Kidul, Cisolok Sukabumi, Kampung Naga Cirebon, dan Cigugur Kuningan dan Kabupaten Bogor. Menurut penganutnya, Sunda Wiwitan merupakan kepercayaan yang dianut sejak lama oleh orang Sunda sebelum datangnya ajaran Hindu dan Islam. Berbagai sumber menyebut, ajaran Sunda Wiwitan terkandung dalam kitab Sanghyang Siksakanda Ng Karesian. Sebuah kitab yang berasal dari zaman kerajaan Sunda yang berisi ajaran keagamaan dan tuntunan moral, aturan dan pelajaran budi pekerti. Kitab ini disebut Kropak 630 oleh Perpustakaan Nasional Indonesia.

Berdasarkan keterangan kokolot (tetua) kampung Cikeusik, orang Kanekes bukanlah penganut hindu atau Budha, melainkan penganut animisme, yaitu kepercayaan yang memuja arwah nenek moyang. Hanya dalam perkembangannya kepercayaan orang Kanekes ini telah dimasuki oleh unsur-unsur ajaran Hindu, dan hingga batas tertentu, ajaran Islam.

Akan tetapi, Sunda Wiwitan yang ada di Bogor, tepatnya di Kampung Adat Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya berbeda. Para penganutnya mengklaim Sunda Wiwitan di Bogor bukan agama atau kepercayaan, melainkan sebuah upaya pelestarian budaya. Itu diungkapkan pemangku adat Kampung Urug, Abah Ukat Raja Aya. Menurut Abah Ukat, makna wiwitan dalam Sunda Wiwitan adalah permulaan atau awal. Pemahaman Sunda Wiwitan sendiri antara lain bahasa awal, atau bahasa sunda yang pertama muncul. Lebih lanjut ia menuturkan, masyarakat di Kampung Urug seluruhnya memeluk agama Islam. Sementara ajaran Sunda Wiwitan yang berupa aturan dan norma tidak diubah atau dihilangkan.

Dari beberapa sumber terkai t yang ada, sampai saat ini tidak ada angka pasti jumlah pemeluk kepercayaan Sunda Wiwitan. Namun demikian, pada daerah tertentu diketahui angka yang mendekati; seperti pada kampung Cigugur sekitar 3.000 orang. Dan bila para pemeluk di daerah-daerah lain ikut dihitung, menurut Resla (peneliti alira kepercayaan) jumah keseluruhannya mendekati angka 100.000 orang. Masih menurut Resla, pesebaran kepercayaan atau aliran keagamaan dewasa ini menghadapi tantangan yang luar biasa di masyarakat. “Banyak yang mengira Sunda Wiwitan adalah agama. Tetapi kenyataannya ini adalah sebuah kepercayaan (tradisi, budaya sekaligus kepercayaan) yang diduga sudah ada di kalangan masyarakat Sunda sebelum agama Hindu, Budha dan Islam masuk,”

*ditulis sebagai bahan paper 1 mata kuliah sistem sosial budaya indonesia bagian 1

Tentang cireng salju ‘Mang Bonju’

Posted on

91073438_54f48f5919929Ada beberapa topik yang cukup hangat muncul di medsos beberapa waktu ini; mulai dari perseteruan Ahok dengan DPRD lalu muncul ‘tai’ yang itu 🙂 hingga demo mahasiswa yang turun ke jalan menuntut Jokowi mundur. Persoalan Ahok .. sepertinya no comment lah, saya tetap suka kok … buat apa juga santun, berpeci dan berbusa bahasa Arab tapi suka nyolong hadeuh capek deh… soal Jokowi harus mundur .. mmm .. nanti dulu, ada tulisan yang cukup bagus dari Imam Prasodjo beberapa lalu di FB tentang ongkos yang harus dibayar jika hal itu terjadi. Beliau membandingkan dengan kemelut politik yang terjadi di Brazil; dampaknya jika kemudian kepala negara yang baru menjabat seumur jagung itu harus lengser keprabon.

Tapi saya tidak ingin menulis tentang hal itu pagi ini, namun hal lain; ini tentang Mang Bonju. Nah loh, siapakah itu?? Well rupanya ini maskot yang sengaja di ciptakan seiring dengan berdirinya satu brand baru dalam bisnis Cireng + Sambal rujak yang mulai marak itu. Yups, tepatnya kawan lama saya Najib Wahab yang menghubungiku sekira 2 minggu lalu. Krriiinnngg.. telp berbunyi, saat itu saya dalam perjalanan menuju salah satu sekolah berkarakter di cimanggis. Biasalah mengecek sejauh mana hantaran makan bekal ananda sampai di sekolah. Maklum saat itu kurir yang kami sewa masih baru jadi harus di kontrol.

Dari jauh terdengar suara sunda yang kental.

‘kumaha kang damang, nuju dimana yeuh?’ Hadeuh siapa ya, dalam hati bertanya. ‘

‘ieu najib bade nyuhunkeun bantosan kang’ … haha.. aduh meni pake bahasa formal kitu atuh.

Dan obrolanpun berlanjut seputar bisnisnya yang kini mulai meluas. Kami terakhir bertemu 3 tahun lalu di simatupang jaksel, dan kini usaha yang semula dirintis dari ide sang istri sudah berkembang pesat. Bisnisnya itu bahkan diliput Net TV beberapa waktu lalu. Waw… amazing yah … fantastis, Najib yang dulu suka becanda itu ternyata giat berbisnis dan sukses … amin bro hehe….

Permintaan Untuk Membuatkan Profil Singkat Bisnisnya

Singkat kata, kawan saya itu meminta bantuan untuk membuat tulisan mengenai usahanya itu; mulai dari berdirinya, keunikannya (rasa, kemasan dll) hingga profil pendirinya yang tidak lain salah satunya adalah kawan saya itu sendiri, Najib Wahab. Emmm… permintaan yang menarik dan sekaligus menjadi pertanyaan saya waktu itu. Apa nggak salah bro ????

Well tulisan blog saya pagi ini adalah apologie sekaligus pemanasan sebenarnya. Betapa tidak, selang dua minggu dari permintaannya itu sampai saat ini draft tulisannya belum rampung dikerjakan sama sekali. Jika engkau baca bro (mudah-mudahan dia sempat baca ya), saya bener2 ingin meminta maaf.. suwer takewer-kewer… beneran sorry pisan. Pertama, saat permintaan itu datang saya sedang meluaskan bisnis catering sekolahan juga.. so you know lah bagaimana cara kerjanya usaha yang baru dirintis dan hendak diluaskan (makanya ini apologie kan hehe..). Kedua saat permintaan engkau itu datang juga tugas kuliahku menumpuk. Dari 6 mata kuliah yang diambil, semuanya harus diselesaikan sebelum tenggat tanggal 23 Maret kemarin. Bukan sekedar diskusi dan online tutorial, tapi wajib menyertakan paper dengan jumlah minimal 5 halaman beserta sumber-sumbernya. Waduh ini juga menyita waktu… Dan satu lagi yang tidak kalah penting adalah usahaku yang lain (maklumlah bro… pengangguran seperti saya harus banyak cari kesibukan sendiri hehe…) mendekati waktu kelulusan seperti bulan Maret dan april ini, mesti gencar2 mengirimkan proposal ke beberapa sekolah, terutama sekolah yang memang rutin bekerja sama tiap tahunnya untuk pembuatan buku tahunan, photo dokumentasi, videography dan sebagainya. Lalu selebihnya dan yang paling utama adalah mood dengan kawan karibnya ide, yang bener-bener kering. Jadi saya benar-benar minta maap ya sampai saat ini belum rampung hiks..hikss…

Ide Untuk Tulisan itu

Sebagai pemanasan sebelum draftnya benar-benar utuh sampai kepadamu, berikut adalah beberapa hal yang mungkin bisa membantu sebagai kerangka untuk tulisan itu nantinya.

Pertama

Adalah tujuan profil itu untuk apa? Ini harus jelas dulu, karena beda pemakaian tentu beda isi dan kemasan. Jika tujuannya jualan, maka mungkin profil pribadi pendiri tidaklah terlalu penting diperlihatkan. Namun justru keunikan dari produk yang lebih utama; pembaharuannya dan seterusnya

Kedua

Profil lengkap tentu menyangkut segala hal, tidak hanya sejarah tapi juga visi kedepan dari usaha itu. Karena sedari awal saya tidak terlibat dan tidak terlampau tahu, maka informasi yang saya dapat melalui web dan cerita dirasa belum mencukupi, sehingga ada ketakutan jika tafsiran saya dalam tulisan nantinya melenceng dari arah atau tujuan bisnismu yang sudah mulai berkembang itu

Ketiga

dan seterusnya… seterusnya..

***

Tapi apapun itu, saya akan berusaha membuat kerangkanya minggu ini. Mudah-mudahan sesuai harapan ya hehe.. amin dan belum terlalu terlambat juga. Sekali lagi minta maaf bro.. hapunten pisan teu acan rengse !!! 😦

-Depok, 24 Maret 2015-

Lahan baru, jatah baru, masalah baru (seputar pembelajaran membangun bisnis makanan sederhana)

Posted on

delivery-dcSekira satu bulan lalu kami menerima pesanan dari dua sekolah untuk menyediakan bekal makan siang ananda. Satu sekolah letaknya di daerah Depok dan satu lagi di daerah Darmawangsa Jaksel. Permintaan ini keluar dari beberapa orang tua yang merasa kerepotan harus menyediakan bekal makan siang anandanya di sekolah. Pagi mengantar ke sekolah, lalu balik ke rumah memasak dan siangnya kembali ke sekolah untuk mengantarkan bekal. Sorenya mereka harus kembali lagi ke sekolah (atau menunggu dari siang setelah mengantar makananan) untuk menjemput pulang ananda. Sungguh merepotkan bukan??? Dan inilah yang banyak terjadi pada beberapa sekolah di kota-kota besar.

Peluang dan Permintaan

Pangsa pasar bekal makan siang bagi anak sekolah ternyata cukup terbuka. Mengingat jajanan yang ada secara umum kurang sehat, apalagi jajanan diluaran yang tidak tahu terbuat dari bahan apa, belum lagi pengawet makanan, MSG dan borax formalin, hingga kerepotan para orang tua yang hilir mudik setiap siang untuk sekedar mengantarkan bekal makan siang tersebut. Semula kami tidak sampai berpikir jauh demikian. Ketersediaan bekal makan siang yang semula hanya diperuntukkan bagi sekolah tempat si sulung dan bundanya mengajar (internal) kini meluas seiring dengan tersebarnya informasi jasa yang kami buat sekira satu atau dua tahun lalu. Jika tujuan semula bersifat internal saja, namun memang melihat pangsa pasar yang masih terbuka membuat godaan meluaskan jejaring semakin besar. Maka sekira 6 bulan lalu informasi yang berkenaan pengantaran makanan, menu harian dan kegiatan lainnya (insidentil) rajin diupload melalui medsos (twitter dan blog). Maka tak heran ada saja permintaan yang datang, baik itu yang datang personal (rantangan rumah) hingga penyediaan bekal makan siang di sekolah. Dan baru-baru ini kami pun menyanggupi member baru di dua sekolah tersebut.

Masalah dan bagi hasil

Baiklah ini murni masuk kedalam wilayah bisnis. Jika mungkin semula niatan para orang tua memakai jasa kami dengan maksud sekedar memasak makanan sehat dan kemudian mengantarkannya ke sekolah tempat mereka bersekolah, maka lamat laun ketika jumlah member semakin banyak dengan keikutsertaan kelas lain, maka tentu ini menjadi perhatian sekolah. Apalagi sekolah yang memiliki koperasi dan kantin sendiri yang lamat laun lahan bisnisnya tergerus karena kehadiran jasa katering dari luar. Tentu ini menjadi persoalan; di satu sisi para orang tua yang tidak sreg dengan pola dan menu kantin yang terlalu dewasa untuk anak-anak mereka, sementara di sisi lain ada kepentingan bisnis dari sekolah yang cukup menggiurkan dan harus tergerus. Maka kemudian harus dicapai titik temu; antara orang tua yang bersikeras mengambil jasa penyedia makanan dari luar, pihak sekolah dengan kepentingan bisnisnya dan kami sebagai pihak yang disewa untuk menyediakan jasa tersebut (yang kebetulan dari luar/bukan dari orang tua yang menyekolahkan anaknya disana).

Semula kami pikir ini akan berjalan lancar saja, mengingat apa yang kini berjalan bermula dari beberapa orang saja dan memang tidak secara langsung melalui sekolah (formalnya). Toh orang tua sendiri merasa terbantu; mereka tidak perlu repot memasak, tidak perlu bulak balik mengantar dan anak-anak juga senang dengan makanan sejat, fresh dan ala rumahan yang kami sediakan. Maka sekolahpun menjadi lancar bukan; mereka tercukupi nutrisinya, orang tua happy dan pembelajaranpun lancar selancar-lancarnya. Namun demikian, rupanya tidak bisa berlangsung begitu saja. Ada proses yang mesti dilalui, tentu ini berhubungan dengan bisnis, jujurnya adalah share fee. Namun jika kemudian proses ini dilalui, tentu kami sebagai penyedia jasa juga bisa meminta konsekuensi donks, berupa kebebasan meluaskan pangsa pasar di sekolah tersebut. Karena jujur saja apa yang sudah berjalan saat ini bermula dari inisiasi sendiri (orang tua dan gencarnya kami meluaskan pasar/jejaring informasi) tanpa adanya bantuan dari pihak sekolah itu sendiri.

Namun tentu pada akhirnya semua harus duduk satu meja untuk mencari titik temu dan jalan keluar terbaik. Dan ini masih dicari, bentuk seperti apa yang sama-sama menguntungkan semua pihak. Apa ada ide dari kawan-kawan semua tentang hal ini ????

*depok, 18 maret 2015

Kedudukan Pemerintah dalam Hukum Publik dan Privat

Posted on

Dalam mata kuliah HTP (hukum tata pemerintahan) yang kini tengah saya ikuti, ada beberapa materi baru yang menurut saya cukup menarik. Diantaranya adalah mengenai posisi pemerintah dalam kaitannya dengan tindakan hukum yang mana bisa termasuk dalam wilayah hukum publik atau privat/perdata. Dalam tindakan hukum yang dilakukannya, bisa saja ia melanggar hukum sehingga bisa diperkarakan (walau secara perdata). Dan ini cukup menarik, mengingat posisi nya sebagai lembaga publik yang bisa digugat secara hukum ketika lalai dan melakukan kesalahan. Mengenai lebih jauh tentang ini, saya akan menuliskannya secara terpisah.

Dibawah ini adalah sekedar catatan kecil saja tentang tugas pertama yang saya selesaikan beberapa saat lalu (sebagai dokumentasi juga seandainya nanti filenya hilang dalam flashdisk dan saya perlu buat ujian hehe…)

 

Perbedaan Kedudukan Pemerintah dalam hukum publik dan privat

Sebagaimana telah disinggung pada materi inisiasi 2 mengenai kedudukan, kewenangan dan tindakan pemerintah (bestuurshandeling); bahwa kedudukan pemerintah atau administrasi negara adalah subyek hukum yang mewakili dua institusi yaitu jabatan pemerintahan dan badan (lichaam) hukum pemerintahan, karena mewakili dua institusi maka dikenal ada dua macam tindakan hukum yaitu tindakan hukum publik dan tindakan hukum privat.

Berdasarkan sumber yang lain, seperti yang diutarakan dalam makalah Rio Okto Dharmawan (Sospol UPN Surabaya ; 2008), kedudukan pemerintah dalam hukum publik dan privat, perbedaannya terletak pada tindakan hukum dan akibat yang ditimbulkannya, dimana yang satu berada di dalam koridor hukum publik sementara dalam tindakan lain berada dalam hukum keperdataan (privat). Materi ini berada dalam kajian bab Kedudukan, kewenangan dan tindakan pemerintah (bestuurshandeling). Tindakan pemerintah atau bestuurshandeling diartikan sebagai tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh alat perlengkapan negara dalam menjalankan pemerintahan (bestuurs organ) dan dalam menjalankan fungsi pemerintahan (bestuurs functie).

Tindakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah dalam menjalankan fungsi pemerintahannya dapat dibedakan dalam tindakan hukum publik dan tindakan hukum privat. Tindakan hukum publik berarti tindakan hukum yang dilakukan tersebut didasarkan pada hukum publik atau yaitu tindakan hukum yang dilakukan berdasarkan hukum publik, sedangkan tindakan hukum privat adalah tindakan hukum yang didasarkan pada ketentuan hukum keperdataan. Namun menurut Ridwan HR (2003) dalam menjelaskan posisi kedudukan tersebut ternyata adakalanya sukar dilakukan, terlebih ketika harus ditarik garis pembatas yang jelas antara kedudukan pemerintah kapan berada dalam hukum publik atau kapan berada dalam hukum keperdataan. Hal ini terjadi mengingat dalam kenyataannya tindakan hukum tersebut tidak selalu dilakukan oleh organ pemerintahan, tetapi juga oleh seseorang atau badan hukum perdata dengan persyaratan tertentu. Di samping itu, ada pula kesukaran lain dalam menentukan garis batas (scheidingslijn) tindakan pemerintah apakah bersifat publik atau privat, terutama sehubungan dengan adanya dua macam tindakan hukum publik, yaitu yang bersifat murni (de puur publiekrechtelijke), sebagai tindakan hukum yang dilaksanakan berdasarkan kewenangan publik dan bersifat campuran atau tidak murni antara hukum publik dan hukum privat (de gemengd publiek en privaatrechtelijke).

Oleh sebab itu dalam salah satu blog bimbingan skripsi, team smartconsulting menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk menentukan apakah tindakan pemerintahan itu diatur oleh hukum privat atau hukum publik, maka secara teoritis bisa dilihat dari kedudukan pemerintah saat menjalankan tindakan tersebut. Jika pemerintah bertindak dalam kualitasnya sebagai pemerintah, maka hanya hukum publiklah yang berlaku, jika pemerintah bertindak tidak dalam kualitas pemerintah, maka hukum privatlah yang berlaku. Dengan kata lain, ketika pemerintah terlibat dalam pergaulan keperdataan dan bukan dalam kedudukannya sebagai pihak yang memelihara kepentingan umum, ia tidak berbeda dengan pihak swasta yaitu tunduk pada hukum privat. Cara lain adalah dengan melakukan pembedaan antara overheid sebagai pemegang kewenangan pemerintahan dengan lichaam sebagai badan hukum.

Contohnya bisa kita lihat dalam pemerintahan daerah, yang kita pahami daerah sebagai badan hukum publik; satu sisi sebagai overheid dan di sisi lain sebagai licham. Sebagai overheid, daerah melaksanakan kewenangan atau tugas-tugas pemerintahan yang diberikan dan diatur oleh ketentuan hukum publik. Sebagai licham, daerah adalah sebagai wakil dari badan hukum yang dapat bertindak dalam lapangan keperdataan dan tunduk pada ketentuan hukum perdata. Contoh konkretnya adalah ketika misalnya sebuah Kabupaten membeli beberapa mobil atau bus baru untuk kepentingan perusahaannya, Kabupaten melaksanakan perjanjian jual beli yang didasarkan pada hukum perdata. Disebutkan juga bahwa sebagaimana badan hukum privat, Kabupaten adalah pemikul hak dan kewajiban keperdataan, Kabupaten dapat melakukan berbagai tindakan hukum berdasarkan hukum perdata, ia dapat terlibat dalam lalu lintas pergaulan hukum “biasa”. Apabila Kabupaten melakukan tindakan tersebut, secara prinsip kedudukannya sama dengan seseorang atau badan hukum. Dengan demikian, pemerintah (pemerintah daerah) dapat melakukan perbuatan atau tindakan hukum publik dan tindakan hukum keperdataan.

-A. Mulyadi K-

18 Maret 2015

Eldorado WaterPark Legenda Wisata Cibubur

Posted on Updated on

S0164134

Sebenarnya hal ini kami lakukan sebulan lalu, tepatnya beberapa hari setelah Ultah Kakak. Yups saat itu sekolah anak-anak libur, dan saya juga kebetulan tidak ada kegiatan so… jadilah kami hunting tempat berenang. Semula SnowBay menjadi pilihan, tapi cuaca pagi itu sudah mulai panas.. kebayang kan klo siang nanti kaya gimana.. belum jauh dan macet. Maka pilihan yang paling enak adalah cari tempat yang tidak terlalu jauh, sejuk dan anak-anak senang (Dalam artian tidak terlalu penuh). Maka setelah browsing sana-sini, pilihan jatuh ke Kota Legenda Wisata Cibubur. Perjalan dari rumah juga paling cuma 20 menit, tempatnya pasti lebih rindang dibanding Taman Mini kan? Maka sejurus kemudian Fafa01 dan 02 bersiap membawa perlengkapan tempur.

Dalam Perjalanan

Sphinx at the GateKami memutuskan masuk tol jagorawi saja, lewat citeureup atau cibinong. Dan betul saja joss … keluar pintu cibubur (junction mall itu loh) lalu tinggal ikuti aja ke jalan alternatif cilodong. Saat itu perjalanan tidak terlalu padat, jadi tidak kurang dari 20 menit kami sudah sampai ke lokasi. Memasuki areal komplek Legenda wisata kami disuguhi patung-patung yang berdiri megah dan anggun. di gate masuk ada patung spinx begitupun ke dalamnya. Suasana di dalam juga cukup sejuk, banyak pohon rindang dan jalanan juga sepi. Siipp lah cocok dengan apa yang kami cari. Duo fafa pun terlihat antusias, sesekali mereka bernyanyi di dalam mobil, bersenandung dan berteriak sambil berkelahi… hehe.. yups begitulah kadang terjadi huru-hara juga di jok baris kedua dan ketiga belakang. Tak jarang terlihat melalui kaca spion bantal bertebangan… yah begitulah anak-anak ‘nggak ada matinye’ … batrenya double power bro 🙂

Saat Berenang

S0184137Oya lupa menyebutkan HTM Eldorado waterpark ini, tebak berapa coba?? Saya pikir juga bakalan mahal, ternyata cuma 25rebu aja kawans, so klo betiga ya 75rebu aja buat masuk kedalamnya.. worth it lah ya hehe… Melewati pintu masuk ada kantin yang berjejer rapi, mulai dari toko yang menjajakan pakaian renang dan kelengkapannya hingga beberapa kantin makanan seperti burger, masakan sunda, teh poci dan lain sebainya. Tempatnya cukup rapi dan bersih. Bahkan ketika menuruni tangga untuk berganti pakaian juga kamar mandinya lumayan lah ya, nggak kotor dan bau jadi betah berlama-lama nih 🙂 Hanya satu saja pesan kami, saat menuruni tangga lebih baik sandak di lepas, apalagi jika basah.. bahaya licin dan terjatuh saja sih.. selebihnya oke kok. Masalah keamanan juga cukup mudah dan gampang, kita hanya diwajibkan menyimpan tanda pengenal ; 1 tanda pengenal bisa ditukarkan dengan 1 kunci loker untuk menyimpan barang pribadi semisal tas, dompet dan jam tangan. Jadi klo 1 loker nggak cukup maka siapkan saja tanda pengenal yang lain, bisa SIM, NPWP selain KTP sebagai ID utama kita.

S0214142Jika dibandingkan dengan Depok Fantasy Waterpark, memang ELdorado kalah luas. Wahana permainan juga jika dihitung paling hanya ada 4; 1 kolam untuk anak-anak lengkap dengan air mancur, 1 kolam sedang untuk anak tanggung lengkap dengan luncurannya, 1 kolam arus untuk segala usia dan 1 kolam dengan ukuran agak besar dan dalam untuk kategori dewasa. Namun karena wahana ini cukup sepi/tidak terlalu ramai, maka dijamin cukup nyaman dan puas seharian penuh. Beda dengan tempat yang luas namun ramai dan berdesakan seperti di the Jungle beberapa waktu lalu. Selain airnya kotor, anak-anak juga terganggu dengan penuh sesaknya orang-orang. Maka di Eldorado pengunjungnya bisa dihitung dengan jari, sehingga anak-anak bebas bermain kesana kemari.

Kami masuk sekira Pukul 10.00 pagi dan pulang hampir jam 4 sore. Anak-anak makan 1 kali dengan diselingi cemilan beberapa kali. Selepas berenang juga anak-anak bisa menikmari area bermain laiknya arena yang sering ada di taman sekolah TK. Begitu juga duo Fafa mereka nampak ‘on’ aja setelah hampir 6 jam berenang tanpa henti. Untuk urusan itu memang mereka juaranya hehe… batre double power gan … wajar lah

Berikut adalah hasil jepretan lainnya saat kami hendak pulang menuju rumah 🙂

S0064113S0294158S0224144S0114124S0314169

Mengapa diperlukan Perencanaan dalam Pembangunan Kota

Posted on

Permasalahan Kota (Pendahuluan)

Kota berdasarkan karakteristiknya tentu berbeda dengan desa yang dikenal lebih homogeny, komunal, hubungan bersifat pribadi dan populasi yang relative lebih sedikit. Kota tentu kita kenal sebagai sebuah daerah yang aktivitas perekonomiannya berjalan secara cepat dan kompleks. Oleh sebab itu kota menjadi magnet masyarakat. Maka kemudian kota menjadi tempat bertambahnya populasi. Populasi yang terus meningkat tentu akan melahirkan sejumlah permasalahan; mulai dari ledakan jumlah penduduk yang memengaruhi usia produktif dan non produktif, kebutuhan pembangunan infrastruktur yang memadai, pendidikan, ketersediaan lapangan kerja, ketersediaan sumber daya pangan dan seterusnya.

Kompleksitas kota yang berbeda dengan desa, tentu menuntut penanganan dengan cara yang berbeda. Pembangunan kota adalah pilihan wajib sebagai tuntutan dunia modern. Pembangunan tersebut tidak terbatas pada sarana fisik saja, namun juga pembangunan pada perangkat lunaknya. Pendidikan adalah satu dari sekian cara dalam melakukan upaya pembangunan masayarakat perkotaan. Tanpanya mustahil dicapai pembangunan dalam artian yang sebenarnya.

Mengapa diperlukan Perencanaan Pembangunan Kota?

Pembangunan kota disamping melahirkan perubahan kea rah yang lebih baik, juga tidak menutup kemungkinan melahirkan sejumlah ekses negative. Kesenjangan ekonomi dan social, angka kriminalitas yang tinggi, kemacetan parah, polusi udara dan kerusakan lingkungan adalah sederet permasalahan yang biasanya lahir dalam proses pembangunan kota-kota di dunia. Oleh sebab itu dalam proses pembangunan; baik itu yang akan atau sedang dilakukan menuntut perencanaan yang matang. Tidak terkecuali evaluasi program pembangunan jika kemudian terlihat hasil pembangunan yang tidak sesuai dengan harapan semula.

Dalam perencanaan kota, memuat pemetaan program yang akan dilakukan. Menekan tingkat resiko kegagalan dan mengantisipasi perubahan global. Disamping itu, partisipasi seluruh pihak juga diperlukan mengingat kota dengan heterogenitasnya terdiri dari berbagai subjek yang harus diakomodir kepentingannya. Pemerintah sebagai operator dan pelaksana amanat Undang-undang dalam pembangunan wajib merumuskan pola pembangunan partifipatif yang akomodatif, pro rakyat dan pro lingkungan. Sehingdga hasil pembangunan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dan ramah lingkungan (berdampak jangka panjang).

Bentuk aplikasi pembangunan kota yang  dilakukan pemerintah misalnya AMDAL (Analisis dampak lingkungan). Setiap program pembangunan diperlukan kajian terlebih dahulu sebelum benar-benar dilakukan, bagaimana dampak untuk lingkungan (fisik dan non fisik).

Penutup

Pembangunan adalah keniscayaan; baik itu di perkotaan maupun di pedesaan. Keduanya memerlukan sentuhan program pembangunan agar selaras dengan nafas perkembangan jaman. Namun tentu titik tekan pembangunan kota akan terasa lebih berat dibandingkan dengan desa. Oleh sebab itu perencanaan kota mutlak diperlukan dalam setiap program pembangunan. Kegagalan kota-kota di Indonesia (seperti Jakarta) bias jadi diakibatkan oleh lalainya perencanaan program pembangunan. Sehingga memunculkan kesemrawutan yang entah darimana harus menyelesaikannya. Sebut saja pertumbuhan bangunan tinggi dan pusat perbelanjaan yang tidak terkendali, imbasnya adalah kurangnya lahan hijau dan serapan air. Hingga kemudian banjir menjadi langganan tiap tahunnya. Belum lagi kemacetan yang tak berujung dan angka kriminalitas yang tinggi.

Jika saja sedari awal perencanaan kota menjadi langkah penting, mungkin kesemrawutan yang Nampak sekarang tidak akan terjadi. Seperti pada kota-kota di Negara maju lainnya yang tertata rapih, tidak semrawut, dan ramah pada manusia (lingkungan).

*ditulis sebagai bahan penunaian tugas MK Pembangunan Masyarakat Desa dan Kota

IPK 3.75

Posted on Updated on

Mengerjakan tugas kuliah di akhir minggu atau pas weekend memang banyak riantangannya, mulai dari rumah yang berantakan, anak-anak yang mainin laptop hingga godaan menonton film hehe…. dan satu lagi yang tidak kalah sengitnya menggoga yaitu tidur dan berleha-leha menikmati weekend .. waduh …  Wal hal dari 7 tugas yang semestinya sudah selesai di upload, hanya baru satu selesai, itupun dengan kualitas minimal.

Jadi inget 7 tahun lalu ketika kuliah reguler dan tiap hari kekelas, rasa-rasanya ndak ada bosan ngerjain paper malahan papernya ini lahir dengan kualitas maksimal alias beda sendiri. Maka wajar saja jika tiap paper diganjar nilai mendekati sempurna. Tak pelak lagi IP/IPK pun melambung tinggi mendekati angka 3.75 … wew fantastis.. sebuah pencapaian yang sampai saat ini semakin sulit terulangi lagi.

Masalah utama bagi mereka yang kembali berkuliah dengan nyambi bekerja dan melakukan aktivitas lainnya adalah sulitnya membagi konsentrasi dengan tingkat fokus dan cara berpikir yang sama. Porsinya kadang menuntut satu lebih besar ketimbang lainnya, sehingga harus dikorbankan salah satu. Yups .. ini tantangan memang, sejauh mana kita mampu berpikir dan bertindak dalam satu waktu sekaligus, dengan hasil yang sama baiiknya. Tidak mudah memang, namun harus diupayakan dengan merunut kegiatan berdasarkan skala prioritas dan tidak membuah waktu secara percuma.

Bagaimana menurut anda kawans ???

Malam Minggu Yang Berwarna

Posted on

imagesBaiklah apa yang saya lakukan hari sabtu atau malam minggu kali ini? Ndak banyak, hanya istirahat saja di rumah; tidur, sedikit membereskan mobil, menonton film dan siaran langsung java jazz festival lewat channel Mix, nonton berita, dan ngerjain tugas kuliah di tengah malamnya. Yups, hari ini memang hari yang saya canangkan sebagai zero activity yang berat-berat. Entahlah setelah badan rada ambruk sebelumnya, yang kepikiran lantas adalah ingin istirahat dan menikmati waktu di rumah. Just enjoy aja sih 🙂

1. Dua Film yang berkesan

Selepas menuntaskan deadline satu editan sebelumnya (shubuh jam 3), The Imitation Games langsung digeber. And you know what, ciamik. Benedict sungguh apik bermain sebagai Alan Turing disana. Selepas film itu, di malam harinya (malam minggu) Still Alice menjadi menu pilihan menonton film. Dan saya begitu menikmati ceritanya, karakternya dan jalin kelindan antar tokoh-tokoh didalamnya, mulai dari ibu, ayah dan anak-anaknya. Julianne Moore nyaris sempurna dalam film ini, wajar kalau kemudian diganjar sebagai aktris terbaik di ajang Oscar beberapa waktu lalu

2. Informasi baru dari tayangan TV Satelit

Yup disela-sela menunggu perform Tulus di acara Java Jazz festival 2015, yang live juga melalui MIX channel 4 di BigTV, ada features menarik tentang Jam tangan wooden/kayu asal Indonesia. Yah sebenarnya tanpa sengaja juga mijit Bloomberg channel, ternyata banyak tontonan menarik seputar bisnis dan wirausaha kreatif yah di channel ini. Dan kebetulan di sore itu lagi mengangkat Jam Kayu asli Indonesia dengan merk dagang Matoa (matoa adalah sejenis kayu asal papua yang kokoh). Adalah pria kelahiran tahun 1986 bernama Lucky Dana Aria, yang memulai bisnis ini di tahun 2012, tepatnya di Bandung. Wow… masih muda bukan?? Amazing banget ya.. dalam usia semuda itu sudah mampu membuat karya yang produktif, menarik dan berciri Indonesia. Terus terang saja baru malam ini saya tahu bahwa ada jam bermerk Matoa dan terbuat dari kayu hehe…. (dikira Matoa itu hanya nama Kompleks perumahan mewah di Depok)

3. Rumah dan Anak-anak

Yah ini sudah daily lah ya… anak-anak ya begitu itu, nggak mau diem.. ada-ada aja tingkahnya, ga bisa mati gaya barang semenit. Coba aja cek, sampe-sampe ban sepeda aja dijadiin mainan hihi… diputer-puter dan dibikin drama. Dan Fafa keduanya tertawa terbahak-bahak, tau tuh dimainin kayak apa???!!! Oya adek Fathir ulang tahun hari ini, tepat 7 Maret kan ya. Salam hangat dan peluk dariku ya Fafa 02

4. Tugas Kuliah

Nah ini yang agak telat. Berhubung dari pagi sampe siang laptop seringnya dipake anak-anak nonton animasi, maka kesempatan untuk berselancar wifi dan mengerjakan tutorial online baru bisa dikerjakan selepas mereka tidur. And you know what guys, anak-anak tuh nggak ada tidurnya, dari pagi on aja… bingung saya. Tapi akhirnya telap juga mereka, si Adek tidur di kursi membelakangi TV dengan tanpa celdam dan diapers, saking lelahnya kali yah setelah seharian maen ama kakaknya. Sementara Fafa 01 menyerah setelah disuruh mengerjakan PR jam 7 malam.

Well baru tengah malam ini nih bisa cek tutorial dan berdiskusi tanya jawab dengan para peserta kuliah yang lain. Yah tugas terakhir memang harus diupload sebelum tanggal 8 hari minggu besok, so… masih ada waktu khan??

5. Rencana di hari Minggu besok

Sebenarnya back to daily acitivity again inimah judulnya, nyiapin bahan baku buat catering, belanjang kebutuhan RT di giant tole dan satu lagi mungkin menghadiri undangan pernikahan di Bintaro. Oya sampe lupa, ada rencana juga tiup lilin Fafa02 di Depok dengan neneknya, sementara perayaan di sekolahnya sepertinya ditangguhkan tidak jadi Senin besok. Nunggu ibunya libur saja senin minggu depan.

***

Itulah malam minggu warna-warni ku kali ini. Cukup berkesan juga, apalagi bisa menikmati tidur siang yang akhir-akhir ini sudah jarang bisa kudapatkan dengan enak hehe…