Bersepeda dengan riang di Hari Minggu

Posted on

IMG_20150118_093632Setelah tertunda hampir 1 bulan, akhirnya kami bisa juga memanfaatkan waktu libur di hari minggu kemarin dengan berolahraga. Entahlah, rasanya ada-ada saja kendala di minggu sebelumnya sehingga rencana untuk pergi ke Car Free Day atau komplek Pemda Cibinong yang dekat dengan lokasi rumah gagal total. Dan di hari minggu kemarin niat ini lancar terlaksana. Ditemani cuaca yang cukup mendung dan dingin kami berangkat dari rumah pukul 07.30 pagi. Dua sepeda sudah dipersiapkan sedari malam, sepasang raket badminton, botol minum dan topi. Walau anak-anak cukup susah bangun di pagi itu, akhirnya dengan segala bujuk rayu yang ada mereka beranjak juga dari tempat tidur.

Selepas cuci muka kami berangkat ditemani xenia putih kesayangan. Di tengah perjalanan kami berhenti sejenak untuk memompa sepeda Ade yang kempes. Memang begitu adanya jika sepeda atau motor bahkan mobil yang lama tidak digunakan biasanya selang berapa minggu tekanan angin ban menyusut. Karena kami tidak memiliki pompa; baik pompa tangan atau listrik, maka pagi itu kami memompa ban sepeda Ade ke tukang tambal ban. Tepat Pukul 08.00 pagi kami tiba di lokasi. Kompleks Pemda Cibinong yang terletak tidak jauh dari rumah memang biasa digunakan oleh warga sekitar untuk berolahraga di hari minggu. Mulai dari badminton, lari atau jogging, berlatih karate, hingga bersepeda. Lokasi yang cukup luas membuat kami bisa leluasa menentukan titik berolahraga.

Oya bagi yang datang menggunakan sepeda motor dapat diparkir di seputaran Masjid Agung yang terletak di samping kompleks Pemda Cibinong. Namun bagi roda empat, harus mencari tempat yang lebih jauh; biasanya di seberang atau di dalam kompleks Pusdai bahkan di badan jalan raya. Sementara pintu masuk kedalam kompleks dijaga Satpol PP. Seluruh kendaraan bermesin tidak diperbolehkan masuk, Sementara sepeda dan orang disediakan pintu masuk kecil menuju lokasi. Hal ini diberlakukan agar kenyamanan dan keamaan berolahrga selama berada di dalam kompleks tetap terjaga. Berbeda dengan tahun lalu yang membebaskan siapa saja masuk, termasuk PKL, sehingga suasana di dalam lebih tepat disebut sebagai pasar tumpah bukan tempat berolahraga. Kendaraan hilir mudik masuk dan keluar tanpa pengaturan, belum lagi PKL yang menjajakan dagangan dan makanan. Sehingga ruang berolahraga menjadi sempit bahkan berbahaya jika ada motor atau mobil yang lewat.

Waktu Bersepeda

IMG_20150117_150433Ada tiga kegiatan yang biasanya kami lakukan; bersepeda, jogging dan bermain badminton. Nah pagi itu kami hanya melakukan dua hal saja, bersepeda dan badminton. Khusus bersepeda, waktu lebih banyak dihabiskan menemani Kakak yang baru saja melepaskan roda bantu sepedanya. Atau tepatnya berganti sepeda; dari semula sepeda anak-anak dengan gambar kartun berwarna pink, beralih ke sepeda lipat tanpa roda bantu. Di usianya saat ini memang sudah semestinya ia bisa menaiki sepeda tanpa roda bantu. Bahkan jika dibandingkan dengan teman-temannya, Kaka termasuk terlambat belajar sepeda. Semangatnya masih membara pagi itu untuk belajar. Di lintasan yang agak sepi, kami memulainya. Pada awalnya kubantu ia untuk berdiri dan mengayuh pelan. Lalu berjalan seimbang dan lamat laun kulepaskan. Walau masih sempoyongan tapi progress nya cukup lumayan. Setelah 1/2 jam berlatih posisi sepeda mulai lurus. Hanya sesekali saja ia berbelok menyesuaikan badan atau kayuhannya yang masih belum terk0ntrol. Jarak pun makin lama makin panjang, jika semula hanya beberapa meter saja maka mendekati 40 menit berlatih ia mulai berani memainkan reli yang panjang. Speed pun ditambah, dan horreeee … ia berteriak ‘Aku bisa ayah … aku bisa’ … ia ulangi dengan gembira. Syukurlah …. rupanya ia lebih berani jika dibandingkan denganku dulu. Terus terang saja, aku baru bisa benar-benar bersepeda dan berani memakainya kejalan di usia ke-12 atau kelas 6 SD. Hehe… setelah insiden terjatuh di kelas 1 lewat sepeda pinjaman teman, aku kapok mencobanya lagi. Jikapun terpaksa itu tidak lebih hanya beberapa rumah saja jaraknya, dengan track atau jalur yang lurus tanpa menjatuhkan badan untuk menahan sepeda ketika berhenti. Biasanya aku cari saja tuh pijakan yang lebih tinggi dari jalan (trotoar).

Kejadian serupa tidak terjadi dengan Kakak, syukurlah setidaknya ia lebih cepat dan lebih baik dariku hehe… pun dalam kegiatan berenang. Ia cukup santai saja ketika memulainya dulu di TK. Sementara aku di usia SMA saja masih tergagap-gagap jika disuruh berenang. Bahkan sering bolos pas tes renang hehe… wajar saja jika nilai Olahragaku dari SD sampe SMA tidak beranjak dari angka 6.5 upsss….. Lain Bapak mungkin lain pula dengan Anaknya hihi… Kondisi dan keadaan mungkin yang menjadi pembeda. Saat ini patut disyukuri kami berada dalam kondisi yang cukup baik, walau tidak dalam pengertian yang serbah wah. Sementara dulu kondisinya berbeda, hadirnya masalah keluarga mulai dari ekonomi, orang ketiga dan sikap orang tua yang kurang peduli dengan anak-anaknya menjadikan masa-masa kecilku tidak begitu baik. Namun kemudian aku bisa belajar dari pengalaman itu. Bukan berarti lantas mengulanginya dan menimpakan beban kesalahan yang sama kepada anak-anak seperti salah satu teori kejiwaan itu. Manusia adalah makhluk berpikir yang memiliki kehendak bebas menentukan sikap. Bisa saja ia mengalami ‘abbuse’ di masa kecilnya atau goncangan kejiwaan seperti trauma dan sejenisnya. Namun bukan berarti ia akan menjadi person yang sama ketika ia beranjak dewasa. Masa pertumbuhan, pergaulan, dan pendidikan menjadi benteng karakter kepribadian. Dan dengan kehendaknya yang bebas, kita bisa menentukan akan seperti apa kelak ketika dewasa.

***

Tepat pukul 10.30 kami sudahi kegiatan di hari itu. Walau masih belum puas namun karena kondisi yang mulai hujan dan juga didahului dua insident Kaka dan Ade yang terjatuh, kami pun memutuskan untuk pulang. Yups mereka terjatuh haha… yang satu menabrak pembatas jalan sementara yang satu nyungsep begitu saja. Beruntung tidak ada luka serius, hanya sedikit baret saja di kaki dan tangan. Lantas apakah mereka kapok?? Ah tidak juga, buktinya mereka masih minta waktunya ditambah padahal hujan mulai rintik. Artinya tidak ada masalah berarti, baik itu luka ataupun trauma psikis hehe.. so, semua baik-baik saja dan minggu depan kami akan berolahraga lagi. Mudah-mudahan ini menjadi kegiatan rutin di hari libur. Seperti kata pepatah ‘di dalam raga yang sehat, terdapat jiwa yang sehat pula’. Dan disamping itu kegiatan seperti ini juga membuat kami bisa bersama-sama menghabiskan waktu. Tidak harus selalu mahal dan pergi ketempat seperti pusat perbelanjaan. Namun kegiatan sederhana yang bermakna dan simple saja.

Oya lupa,…. di jalan sebelum sampe rumah si kakak makan nasi sop iga sampe nambah dua piring, laper katanya hehe… lalu bagaimana dengan saya ??? Hahahahhh…. sama juga dua piring. Rupanya dalam hal ini masih besar tiang daripada pasaknya (dalam hal asupan makanan dan aktivitas membuang lemak)

Depok, 18 Januari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s