Month: December 2014

Semangkok Sarapan Bergizi Dari Ayah Untuk Kakak

Posted on

Bukan karena iklan yang saban pagi terdengar melalui Female97.9FM diacara Indy-Bekti ‘Happy Morning’ di radio mobil. Tapi sudah hampir 6 bulan belakangan ini, kakak memang memulai hari dengan sarapan pagi outmeal. Bagiku rasa outmeal masih asing di lidah, pun ketika dicampur buah-buahan atau susu malah semakin tak karuan. Tapi berbeda dengan kakak, menurutnya enak dan cocok digunakan sebagai sarapan pengganti nasi. Tanya kenapa??? menurutnya makan nasi di pagi hari, apalagi sampai kenyang, membuatnya ngantuk di sekolah. Sementara outmeal tidak. Cukup diseduh dengan air panas sudah jadi. Gampang membuatnya dan cocok diperutnya. Apalagi jika dihidangkan dengan tambahan lainnya semisal susu cair, strawberry, pisang atau anggur membuatnya semakin nikmat.

Well, setelah kebiasaan ini mulai terpola di bulan ke-3 kadang ingin juga icip-icip. Tapi tetap saja, lidah ndeso memang nggak bisa bohong. Ga cocok buat saya haha…. ga enak 🙂 Bagaimana dengan anda, apakah outmeal enak rasanya ??? atau hambar dan bikin enek ???

Setelah mendengar manfaat sereal dan atau gandum dan atau outmeal (berbeda ya nggak sama ini) memang tiada salahnya membiasakan jenis makanan ini, terutama buat anak-anak yang masih bertumbuh. Diantara sekian banyak manfaat, salah satunya adalah serat. Seperti kita tahu tubuh kita membutuhkan serat, dan biasanya serat ini bisa tercukupi dengan mengkonsumsi buah-buahan. Nah menurut info juga, sekian sendok outmeal itu sudah bisa menggantikan dua mangkok pepaya. So, mengapa tidak mulai membiasakan buat anak-anak. Selain serat, outmeal juga mengandung antioksidan, menurunkan kolesterol dan lain sebagainya (http://www.ciputrahospital.com/berita-108-manfaat-oatmeal-bagi-kesehatan-.html)

Dan karena kebutulan kakak juga suka, maka kebiasaan ini akan terus kami lakukan (minus saya tentunya). Mungkin sampai nanti hehe…. Tapi pagi ini kakak sakit dan ijin ke sekolah. Sebetulnya memang sudah dari 2 hari lalu batuknya menggejala. Dan sepulang les bahasa inggris kemarin, batuknya itu menjadi. Maka saya antar dia ke klinik langganan di dekat jembatan serong itu. Dan dugaan benar, tenggorokannya merah merona alias radang besar. Dan bisa dipastikan bagaimana sakitnya ia saat batuk dan makan. Maka hari ini lebih baik istirahat saja dulu, toh sudah masuk minggu akhir sekolah. Dengan begitu tidak ada absensi dan tidak ada lagi penilaian, karena guru-gurunya sudah sibuk ngurusin raport hehe… Minggu depan sudah masuk diskusi akhir semester, setelah itu libur deh.

Berhubung pagi ini waktu agak luang, maka saya pun dengan sigap menyiapkan semangkok sarapan outmeal buat dia; lengkap dengan potongan pisang, anggur merah dan campuran susu putih segar. Berikut penampakannya :

semangkok sarapan buat kakak dari ayah

Setelah nya kakak tinggal meminum obat dan istirahat lagi sambil nonton tivi Doc McStuffins … ‘jangan lupa mandi ya ka …’

 

10 Des’14

Ayahmu

Kala

Posted on Updated on

Ilustrasi+Mati+LampuPernah ada satu masa ketika semua terasa terang benderang. Semangat terpompa begitu rupa, gerak langkah terpacu cepat, hectic; so passionate. Emm… capek, lelah… tidak juga. Malah justru sebaliknya, tertantang untuk terus dan terus bergerak. Berpikir lebih keras dan mendalam. Assik dan mengasyikan kala itu. Hingga perlahan lampu itu meredup. Semula terang benderang kini lamat temaram. Padam …. oh jangan sampai. Jangan mati dulu, masih ada waktu untuk kembali bersinar.

-galau akhir tahun 2014-

Menuai Karakter dari Kebiasaan

Posted on

karakter_orangDi sela-sela mencari software alternatif untuk mengedit photo-photo dari klien yang akan ditampilkan melalui screen lusa, saya teringat kejadian tadi pagi. Bagaimana tidak, masalah yang sepertinya selalu saja sama dan kembali terulang. Rasanya seperti tiada solusi, padahal sederet jalan bisa dipilih, lantas kenapa berulang???

Ini masalah yang saya pikir rumit. Apalagi ketika dikaitkan dengan karakter dan kepribadian seseorang. But.. come on honey…. masa sih harus seperti itu lagi?? Tiadakah solusi, atau minimal tindakan kecil untuk meminimalisir kejadian seperti ini berulang. Sebut saja menyetel alarm pada jam di handphone, atau bangun lebih cepat dari biasanya dan selesaikan pekerjaan mu.

Yups, kadang kita kurang memompa diri untuk berbuat lebih baik, tight dan disiplin. Kebiasaan menunda dan berleha-leha biasanya menjadi sebabnya. Dan seperti orang bijak bilang, bahwa karakter itu dituai karena kebiasaan. Apa yang ditanam itu yang dituai. Menanam kebiasaan buruk yang dilakukan berulang dalam waktu panjang, cenderung melahirkan karakter kita yang sekarang. So, langkahnya adalah ciptakan kebiasaan baru, kebiasaan baik, mulai dari hal yang kecil. Sebab 1 atau 2 tahun kedepan niscaya kita tersenyum di depan cermin melihat karakter diri sekarang yang telah berbeda. Lebih baik tentunya !

Tiada kata yang terlambat. Mari Belajar