Radio, Film hingga kematian Ghayatri

Posted on

Radio & Mobil

otakSeperti biasa, setiap hari kala mengantar anak-anak sekolah biasanya kami memutar radio. Ada dua channel radio favorit kami di pagi hari; Delta FM dan Female Radio. Jika Female radio punya paman gery dan bubu mini yang mendongeng tepat jam 6 pagi, yang lalu dilanjutkan dengan duet Indy Barends dan Indra Bekti juga tamu tak diundangnya si Mr. Tips U 🙂 maka Delta FM punya Asri Wellas dan Om Farhan yang kontennya lebih dewasa. Maka pagi ini selepas anak-anak masuk sekolah, channel saya ganti ke Delta FM dan tepat saat Delta Flash dibacakan. Ada dua berita utama pagi ini; pertama gagalnya penyelenggaraan piala Suratin U-17 di Jogja karena tidak keluarnya ijin Polisi, dan kedua adalah berita tentang meninggalnya Gayatri. Lalu apa yang istimewa, Siapa itu Gayatri ???

 

Berita Kematian Ghayatri

Nama lengkapnya adalah Gayatri Waillisa.  Gayatri Wailissa (17) remaja asal Ambon mendunia karena kemampuannya menguasai 13 bahasa asing. Ke-13 bahasa asing yang dikuasai Gayatri adalah bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, India, Rusia, Thailand dan Filipina dan bahasa Tagalok, Dan tentu saja bahasa ibunya, bahasa Indonesia, dan bahasa Ambon. Luar biasa bukan ??? Yups.. pertama kali saya melihatnya melalui tayangan Kick Andy sekira setahun lalu. Ghayatri yang saat itu masih duduk di bangku SMA dengan piawai memperagakan kemampuan berbicara dalam multibahasa. Dan memang benar, bukan sekedar isapan jempol.

Lebih luar biasanya lagi, penguasaan bahasanya itu tidak didapatinya melalui lembaga kursus bahasa, melainkan otodidak alias belajar sendiri. Nah loh.,… kok bisa ya??? Yups sempat terheran-heran juga sih bagaimana bisa menguasai bahasa tanpa kursus ……. ??? Langka, mungkin ini satu-satunya alasan. Kemampuan yang unik dan hanya mungkin hadir pada orang tertentu saja.

Kemampuan Otak

Mendengar kematian Ghayatri, pikiran langsung tertuju pada dua film yang saya lihat beberapa minggu lalu. Pertama adalah limitless dengan bintang utama bradley cooper, dan kedua adalah lucy dengan bintang seksi scarlet johanson. Keduanya adalah fiksi, rekaan. Bercerita tentang kenyataan bahwa manusia hanya mampu memaksimalkan kemampuan otaknya tidak lebih dari 20% saja. Selebihnya terpendam jauh didalam tanpa ada kesadaran maupun kemampuan untuk menggali lebih jauh. Nah mungkinkah kemampuan seperti yang dimiliki Ghayatri adalah satu dari sekian contoh orang yang mampu meningkatkan kemampuan kerja dari kapasitas otaknya ????

Sampai sejauh ini dari beberapa media online yang terbit hari ini, penyebab kematian Ghayatri adalah pecahnya pembuluh darah di otak. Sebab lebih jauhnya masih simpang siur. Menurut teman-temannya seperti yang ditulis kompas, 4 hari sebelumnya Ghayatri berolahraga seperti biasa. Namun yang berbeda saat itu ia mengeluhkan pusing di kepala hingga kemudian tak sadarkan diri. Melalui teman-temannya inilah Ghayatri kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Namun setelah menjalani rawat inap selama 4 hari, tepat hari kamis malam kemarin ia menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit tersebut. Kematian Ghayatri tentu sebuah kehilangan besar.

Tanpa mendahului penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh tim medis tempat dimana ia dirawat, mungkinkah kematiannya disebabkan oleh kerja yang berlebihan dari otak?? Bagaimana otak kemudian dipacu diluar batas maksimumnya, terus dan terus hingga kemudian mencapai batasnya?? dan pecah (bahkan mungkin ditandai oleh gejala stroke lebih dulu).

Well ini bukan fiksi kawan, namun bagi para pemerhati dan peneliti bidang otak atau saraf tentu ini adalah hal yang menarik. Sebab siapa tahu ada hubungannya antara kemampuannya dalam menguasai berbagai bahasa dengan kematiannya yang mendadak. Hasilnya tentu akan sangat membantu dalam memahami cara kerja otak manusia, bagaimana memahaminya tumbuh dan berkembang kemudian meningkatkan cara kerjanya dan tidak lupa merawatnya.

Namun sayang itu hanya angan, sebab hari ini toh jasadnya sudah mulai diberangkatkan ke kampung halamannya di Ambon. Pupus sudah misterinya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan. Amiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s