Month: May 2014

JANGAN BERHENTI MENCOBA

Posted on

Keengganan untuk mencoba setelah gagal dan terjatuh… lalu bangkit dan mencoba lagi adalah sikap mental yang patut dimiliki. Keinginan yang kukuh dan tekad yang keras terkadang menjadi penentu keberhasilan, ketimbang bakat, gen, kesempatan dan lingkungan. Sudah banyak contoh orang yang persisten, konsisten dalam mencapai tujuan hingga kemudian berhasil dan mampu mewujudkan impiannya itu.

Namun dalam prakteknya, persisten dan konsisten kadang tidak mudah dilakukan. Adakalanya semangat untuk terus ‘on’ itu meredup oleh berbagai hal; bisa karena pengalaman terjatuh sebelumnya, kecemasan dan ketakutan (anxiety and paranoia) padahal belum dilakukan, hingga hal lainnya yang kemudian menumbuhkan sikap negatif dalam pikiran. Hingga hasrat untuk mencoba itu sirna, bahkan layu sebelum berkembang.

Orang dewasa cenderung berpikir secara logis, yang ditandai dengan berbagai pertimbangan; disertai alasan ini dan itu untuk kemudian melakukan. Kata orang tindakan tanpa pemikiran adalah sembrono; bisa jadi benar dan bisa juga tidak. Sebab aksi tanpa pemikiran/perencanaan bisa kebablasan, namun sebaliknya terjebak pada pemikiran dengan sederet pertimbangan tanpa aksi sekalipun adalah NOL BESAR alias OMDO. Lantas bagaimana ???

Anak-anak berbeda dengan kita; orang dewasa dalam berbuat dan bertindak. Terkadang ada saatnya orang dewasa perlu mencontoh dan belajar pada anak-anak. Walau terkadang tanpa perhitungan, mereka melakukannya dengan spontan. Bahkan ketika gagal, dengan cepat bangkit dan mencoba lagi. Tak peduli dengan rengekan, tangisan dan kesakitan yang mungkin saja timbul ketika melakukan perbuatan itu. Yang penting mencoba sambil bermain dan berbuat sesuatu yang menyenangkan. Itulah mereka, anak-anak dengan segala kepolosan dan kelucuannya.

Sama dengan duo Fafaku kemarin; Fa besar kini berusia 7 tahun dan Fa kecil berusia 3 tahun, ketika bermain Ice Skating di BxC Mall Bintaro hari minggu lalu, keduanya bermain dengan riang. Tak peduli bahaya yang bisa saja terjadi; semisal terjatuh karena licin, terinjak sepatu skating yang tajam dan atau kejadian lain yang jika saya bayangkan bisa saja mengerikan. Mereka dengan excitednya memakai sepatu dan masuk area permainan. 1 menit awal terlihat kesulitan dan berpegangan pada pembatas… namun sejurus kemudian mencoba berjalan sendiri perlahan tapi pasti meluncur… lalu BRAAKKK … terpeleset dan jatuh. Fa besar bangkit dan mencoba lagi, sementara Fa kecil menangis dengan pipi memerah terpapar es. Ajaibnya mereka turun lagi dan mencoba kembali berjalan. Terlalu berani mungkin iya, sebab bisa saja badannya terpelanting dan membentur lantas es yang licin. Namun disisi lain keinginannya untuk terus mencoba dan mencoba adalah hal lain yang patut diapresiasi.

Menilik diri sendiri, terkadang dalam melakukan sesuatu terlalu banyak pertimbangan. Hingga kemudian urung dilakukan. Padahal bisa saja setelah mencoba, mendapatkan banyak hal, minimal belajar pada hal-hal baru. Namun itulah kita orang dewasa, yang hidup dengan beragam latar belakang, pengalaman dan lingkungan yang kemudian membentuknya menjadi saat ini. Tidak ada kata terlambat memang untuk belajar dan mencicipi hal baru. Usia boleh tua tapi semangat harus tetap segar dan muda. Namun tidak ada objektiitas yang murni dalam diri kita, kenyataan saat ini adalah bentukan masa lalu. Ketakutan, pikiran negatif dan sejenisnya sudah terlanjur bersemayam dalam otak. Belajar mengendalikannya adalah keharusan. Namun yang lebih utama adalah menyadari diri dengan berbuat dan menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk anak-anak kita agar berkembang secara dinamis, terbuka, kuat pikiran dengan mental baja yang tahan terhadap rintangan dan godaan yang menyesatkan 🙂

***

Berikut adalah beberapa gambar yang sempat saya abadikan bersama duo Fafaku

photo diambil sambil bergerak (makanya ngeblurr gitu hee..) saat Kaka Farras (7 thn) melepaskan diri dari pegangan
photo diambil sambil bergerak (makanya ngeblurr gitu hee..) saat Kaka Farras (7 thn) melepaskan diri dari pegangan

 

Walau memakai alat bantu, Ade (Fathir, 3 thn) sudah berani ber-skating ria ke tengah area permainan
Walau memakai alat bantu, Ade (Fathir, 3 thn) sudah berani ber-skating ria ke tengah area permainan

 

Kaka Farras saat istirahat
Kaka Farras saat istirahat

 

Ade Fathir sebelum pulang... pasca menangis karena terjatuh di tengah2 area permainan (akhirnya dia berhenti main)
Ade Fathir sebelum pulang… pasca menangis karena terjatuh di tengah2 area permainan (akhirnya dia berhenti main)

 

Advertisements

INPUT PIKIRAN

Posted on

Kadang kita memerlukan input yang cukup baik untuk pikiran kita, bisa melalui bacaan, tontonan maupun perbincangan dengan orang lain. Input ini tentu akan menambah kaya informasi dan pengetahuan kita. ….