Sebaris Cerita dari Kampung 99 Pepohonan

Posted on Updated on

Hari minggu kemarin adalah hari yang cukup melelahkan, setelah seminggu sebelumnya melakukan banyak pekerjaan tertunda dan tugas kuliah yang kembali menumpuk. Maka Minggu pagi cukup dengan berleha-leha saja di rumah, sembari minum kopi dan kudapan tak bergizi (otak-otak goreng). Namun tak demikian dengan Fafa, duo bocah kecilku di rumah. Ada-ada saja ulahnya, saling usil, saling colek, saling ini dan itu… hingga menangis atau bertengkar. Ibunya cukup pusing dibuatnya. Lalu Fafa tertua berkomentar ‘hah.. di rumah terus bosen nih Ayah ….’

Mungkin itulah penyebab dari keributan itu. Padahal dia baru satu hari saja di rumah, karena dari Senin sd Jumat bersekolah dan pulang hampir selalu malam. Ya sudah kami pun memutuskan pergi, tapi kemana??? Berenang lagi… ahh.. bosen. Ke mall … juga nyaris tak ada yang baru. Mau nonton bioskop pun tak ada film anak-anak yang tayang. Lalu apa??? Satu jam, dua jam pun berlalu. Saya masih saja berleha-leha sambil menonton TV. Hingga kemudian tuts demi tuts gadget sederhana itu menampakkan diri, satu persatu wahana wisata kota Depok bermunculan. Dan kami pun memutuskan untuk pergi/berjalan-jalan ke Kampoeng 99 Pepohonan.

Sulitnya Menuju Lokasi

IMG_20140316_135518 Photo disamping diambil pada saat kami akan memasuki rumah kayu yang terletak di bagian depan lokasi Kampoeng 99 Pepohonan. Ade seperti biasa dengan gayanya yang ‘sok tahu’ menunjuk ke arah bawah, kira-kira … ayo kesana ayah….

Letak lokasi Kampoeng 99 Pepohonan sebenarnya tidak lah terlalu jauh dari Jalan Raya Meruyung Limo Depok. Persisnya ada di seberang Masjid Kubah Mas (Dian Al-Mahri) Depok. Hanya saja minimnya petunjuk dan sempitnya jalan masuk kedalam lokasi membuat banyak orang tersesat. Bahkan kami sempat dibuat ragu apa benar jalan atau gang yang kami susuri ini benar menuju lokasi?? Lebar jalannya tidak lebih dari satu badan mobil lebih sedikit. Makin masuk kedalam makin mengecil, bahkan di ujung jalan ada lobang dan patahan jalan yang membuat siapa saja harus berhati-hati. Belum lagi dua cabang jalan (kiri dan kanan) yang membuat bingung arah mana yang benar menuju Kampoeng 99 Pepohonan. Disamping terhampar pesawahan yang luas, kanan kirinya hanya ada sungai kecil dan pepohonan kayu. Bagi yang tidak nekad, pasti dipenghujung jalan itu memutar arah lalu kembali ke atas menuju jalan raya meruyung dan kembali pulang atau bertanya lagi dan tersesat hehe…

Saya tidak demikian, kepalang tanggung memilih berbelok kekiri dan meneruskan perjalanan. Kira-kira 1 Km dari belokan itu terlihat pepohonan menjulang dan tempat parkir yang cukup rapi. Rupanya ini lokasi yang dimaksud. Walau minim penanda juga nama seperti Baligho atau Spanduk/Papan Nama bertuliskan Kampoeng 99 Pepohonan, kami memutuskan untuk turun dari mobil dan masuk kedalam. Di sebelah kanan pintu masuk, berdiri kokoh dan anggun bangunan besar yang terbuat dari kayu, dua lantai tepatnya. Arsitekturnya cukup menarik. Dan rupanya inilah front office dari Kampoeng 99 Pepohonan itu. Disana kami disambut oleh dua orang wanita berperawakan sedang. Mereka lalu menjelaskan program kegiatan apa saja yang ada di Kampoeng ini, juga hal-hal lainnya yang berkaitan dengan Kampoeng 99 Pepohonan. Termasuk alasan minimnya informasi, penanda jalan atau iklan yang berkaitan dengan Kampoeng 99 Pepohonan ini.

a. Bukan Wahana Wisata Resmi, tapi Rumah Tinggal dengan 20 bangunan Kayu yang ditinggali keluarga

Yups … ini alasan pertama yang dikemukakan. Namun rada aneh juga, jika memang ini bukan wahana wisata kenapa Kota Depok memasukkan ini sebagai salah satu tempat tujuan wisatanya??? entah lah mungkin hanya Ibu itu atau Tuhan yang tahu. Yang jelas menurut penuturan Dua orang wanita ini, tempat ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh masuk, tapi untuk menginap dan mengadakan kegiatan (gathering, arisan, live music dll) dikenakan biaya mulai dari Rp. 750.000,,- … bahkan ada beberapa bangunan yang sengaja dikosongkan untuk dijadikan penginapan. Bahkan tempat yang kami datangi pertama kali ini berfungsi sebagai restoran atau tempat makan.

b. Outbond dan Kegiatan Alam

salah satu rumah yang terletak di bagian peternakan Kampoeng 99
salah satu rumah yang terletak di bagian peternakan Kampoeng 99

Lingkungan yang asri, sejuk dan rindang dari berbagai pohon yang ada membuat kami nyaman. Makin kedalam makin sunyi. Jalan setapak sudah ditembok sehingga nyaman untuk dijajaki. Luasnya 7 hektar (menurut katalog); dibagi mulai dari pertamanan, pepohonan, panggung (stage), rumah-rumah keluarga dan penginapan

Beragam kegiatan disajikan disini, mulai dari Outbond dengan menyediakan aneka permainan seperti flying fox, ATV dan lain sebagainya (khusus ATV dan Fliying fox dalam perbaikan setelah Iedul Adha kemarin tempatnya dipakai untuk menjajakan Kambing dan Sapi)

 

c. Memberi Makan Rusa, Sapi dan Kambing

Ade Fathir sedang memberi makan Rusa
Ade Fathir sedang memberi makan Rusa

Kegiatan yang biasa dilakukan disini salah satu nya adalah memberi makan rusa, kambing dan sapi. Kegiatan ini tarifnya Rp. 25.000/kegiatan per anak. Atau bisa juga mengambil paket Rp. 125.000,- untuk seluruh kegiatan, mulai dari memberi makan, memerah susu dan lain sebagainya (Harga sudah termasuk pendamping atau tour guide).

Photo disamping adalah saat Fafa yang kecil memberi makan Rusa dan Babi Hutan. Letaknya berada di bagian dalam Kampoeng 99, atau pinggir sungai kecil atau kira-kira 5 menit berjalan dari tempat front office. Bagi anak-anak yang jarang melihat binatang secara langsung, apalagi memberi makannya juga, kegiatan ini cukup menyenangkan, memberi pengalaman baru sekaligus melatih keberanian mereka berdekatan dengan binatang.

d. Memerah Susu Sapi dan Kambing, memberi makan sapi/sapi dan meminum Susunya yang Segar

IMG_20140316_141851
Peternakan Sapi Pedaging yang ada diKampoeng 99

Setelah puas berkeliling di lokasi utama Kampoeng 99 pepohonan (mulai dari melihat rumah kayu/panggung yang unik, menyusuri pepohonan yang rindang dan melihat wahana outbondnya). Maka selanjutnya kita dibawa kelokasi yang agak jauh dari lokasi utama, atau seolah keluar dari lokasi utama. Yups kita dibawa berjalan menuju peternakan Kampoeng 99. Kira-kira 10 menit dengan berjalan kaki.

Peternakan pertama yang dilewati adalah peternakan Sapi Pedaging. Kita disuguhkan Sapi-sapi segar yang gemuk tengah memakan rumput, lengkap dengan bau khas dan pups nya yang berwarna ijo lumut hehe…. Kedua, adalah lokasi tambak ikan yang cukup luas dimana didalamnya terdapat Ikan Lele, Mas, Gurame.

Rumah Kayu yang dibawahnya jadi tempat tinggal kambing dan domba
Rumah Kayu yang dibawahnya jadi tempat tinggal kambing dan domba

Ketiga, adalah lokasi peternakan Kambing dan Domba. Uniknya kambing dan domba ini terletak di bagian rumah yang menjadi tempat tinggal keluarga atau para pegawai peternakan. Saya tidak menghitung ada berapa rumah yang sekaligus tempat beternaknya, namun cukup untuk membuat kaki pegal dengan berjalan kesana kemari. Apalagi Fafa yang kecil begitu aktif dan bawaannya ingin memegang kambing-kambing itu.

Sementara Fafa yang besar sibuk dengan pertanyaan-pertanyaannya yang tiada habisnya diutarakan kepada si Tour Pemandu (guide). Pokoke, Duo Fafa terlihat antusias hari ini, walau rencana berenangnya di gagalkan.

Selanjutnya, perjalanan kali ini dilengkapi dengan kegiatan memerah susu kambing. Anak-anak diajak untuk memegang Ibu Kambing sekaligus merasakan pengalaman memerah puting susu Ibu kambing yang begitu merekah dan merah itu hehe… kira-kira begini penampakannya :

Kaka sedang memerah susu
Kaka sedang memerah susu
ibu kambing yang akan diperah susunya
ibu kambing yang akan diperah susunya
Kakak dan Ade berkenalan dengan anak kambing
Kakak dan Ade berkenalan dengan anak kambing

Aku dan Ade berphoto di depan kandang kambingAku dan Ade berphoto di depan kandang kambing

Setelah puas memerah susu, kegiatan dilanjutkan dengan memberi Susu kepada anak kambing. Kaka dan Ade disediakan botol susu dan lalu berebutan memberi minum anak kambing seperti gambar di bawah ini :

Kakak dan ade memberi minum anak kambing
Kakak dan ade memberi minum anak kambing

Selesai memberi minum kambing, maka kini kami yang mulai kehausan. Lalu Guide pun mengajak kami ke lokasi pembuatan susu segar dan yoghurt. Disinilah kami tuntas menghilangkan dahaga, dengan memborong

10 botol susu sapi dan yoghurt dingin. Kegiatan pun ditutup dengan ade terpeleset di tangga dan kwitansi yang harus kami bayar….

Bukan Yang Terbaik

Dibantu ibu kakak dan ade terlihat tegang saat memberi minum kambing pertama kali
Dibantu ibu kakak dan ade terlihat tegang saat memberi minum kambing pertama kali

Walau tidak bisa dikatakan sebagai tempat wisata yang lengkap dengan segala aspek dan kelebihannya. Namun kegiatan mengunjungi Kampoeng 99 Pepohonan bisa dijadikan alternatif untuk mengisi masa liburan anak-anak. Tentunya dengan mengenalkannya ke alam; pepohonan, binatang dan sebagainya. Mereka juga terkesan excited dan yang peling penting menambah pengalaman baru dan pengetahuan.

Kampoeng 99 memang bukanlah yang terbaik. Kekurang-kekurangan seperti disebut di atas, minimnya informasi, akses masuk jalan yang sempit (melalui pemukiman penduduk). Ditambah dengan bangunan kayu yang di beberapa bagiannya sudah lapuk, kotor dan kurang terawat, namun dari sisi jarak cukup dekat dengan kota menjadi nilai lebih dari kawasan ini. So… tidak ada salahnya lain kali datang berkunjung lagi 🙂

Depok, 16 Maret 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s