Manual Book Menjadi Manusia Dewasa (Ortu)

Posted on

Well …. tidak cukup dengan pendidikan di bangku formal saja untuk menjadi orang tua. Pengetahuan dan mental juga memegang peran cukup penting. Bukan sesuatu yang sulit, tapi juga bukan perkara mudah menjadi orang tua yang baik buat anak-anak. Yang kita bicarakan disini adalah tubuh dan jiwa dalam bentuk manusia, yang dinamis, memiliki keinginan, pikiran yang tak berbatas sekaligus emosi. Anak-anak dengan sejuta kelucuan dan semilyar tindak-tanduknya tentu membutuhkan penanganan yang tepat. Jika dalam penggunaan Handphone saja disertakan ‘manual book’ tentang cara operasinya, apalagi dengan anak-anak. Namun sayang seribu sayang, manual book itu tidak bisa didapatkan dengan hanya berdiam diri. Pendidikan formal yang didapat pun semasa kita SD sampai Kuliah jarang ada Mata Kuliah tentang bagaimana berperan dan menjadi orang tua yang tepat dan baik untuk anak-anak.

imagesMaka ini adalah tantangan yang mesti dijawab oleh manusia dewasa. Sejauh mana ia mampu dan siap membawa anak-anaknya menuju gerbang kehidupan yang maha luas itu. Tentang bagaimana ia menginginkan anak-anaknya tumbuh dan berkembang kelak. Proses interaksi dalam keluarga tentu menjadi kunci. Komunikasi menjadi jembatan apa-apa yang diinginkan oleh masing-masing anggota keluarga sehingga tujuan bersama bisa tercapai. Kita (sebagai manusia dewasa; orang tua) wajib membuka diri, memperluas wawasan sekaligus mengasah emosi terhadap kepekaan diri kita. Anak-anak adalah produk diri kita sekaligus produk kebudayaan yang mengitarinya. Dua hal ini menjadi embrio kepribadian yang akan membuatnya menjadi manusia seutuhnya kelak. Gambarannya tentu harus dicanangkan sejak dini. Minimal imaji, seperti visi yang dapat memandu kita.

Ia ada karena kita. Tuhan menyempurnakannya melalui proses kelahiran dari rahim sang Ibu, istri. Cinta adalah pengikat kebersamaan. Riak dan kerikil apapun yang akan dilaluinya kemudian, adalah bumbu-bumbu kehidupan. Mungkin penguji akan cinta sebagai ikatan itu.

Tidak seperti Ujian Nasional yang hanya dinilai di penghujung masa studi, maka keberhasilan bersama itu mesti dilalui melalui sebuah proses yang baik. Tahap demi tahap, hari demi hari hingga tak terasa kita menjadi tua, kakek dan nenek. Tentu kita membayangkan ketika masa itu datang kehidupan bersama itu tetap terjaga dengan baik, harmonis, sejahtera dalam bingkai memberi dan menerima.

Namun kelak, semua bisa berubah suram kelak. Jika tidak dititi dengan baik tangga demi tangga dari sekarang saat ini. Maka mari melakukannya mulai saat ini

*untuk buah hati kami yang tengah bertumbuh. jadikan kami orang tua yang baik ya Nak untuk kalian…. selalu belajar, mengoreksi diri, berbuat yang terbaik dan senantiasa berupaya mencukupi kebutuhan sandang, pangan dan papan kalian. Amiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s